KRL CLI-225 INKA Terkena “Grounded”, Terkait Anjlokan?

REDigest.web.id, 7/9 – Sobat REDigest mungkin saat ini sedang menyadari suatu hal yang tidak biasa. Ya, saat ini seluruh KRL CLI-225 mengalami grounded setelah kejadian anjlok yang menimpa KRL CLI-225 TS4 di Jakarta Kota pada Jumat (4/9) lalu.
Berdasarkan pantauan di lapangan, penarikan KRL buatan INKA ini KAI Commuter mulai setelah terjadi anjlokan kedua kali di Stasiun Manggarai pada Jumat (4/9) siang. Tampak KRL buatan INKA ini langsung ditarik pulang ke depo dan tidak berdinas. Akibatnya, sejumlah perjalanan mengalami pembatalan akibat tindakan ini.
Pihak KAI Commuter sendiri telah meminta maaf atas dua kali anjlok ini. Melansir dari Detik, KAI Commuter akan memeriksa rangkaian yang anjlok secara menyeluruh. Akan tetapi, KAI Commuter tampak meng-grounded seluruh rangkaian selain yang anjlok. Selain itu, KNKT rencananya masih akan menginvestigasi kejadian anjlokan ini. Selain itu, pada Senin (7/9) KAI Commuter mengumumkan membatalkan sejumlah perjalanan KRL hingga 30 September mendatang.
📢 Info Commuter!#RekanCommuters terdapat penyesuaian perjalanan Commuter Line pada tanggal 7 hingga 30 September 2026. Adapun beberapa perjalanan yang dibatalkan sebagai berikut:
* KA 1157 relasi Bogor—Jakarta Kota, jadwal keberangkatan dari Stasiun Bogor pukul 04:03 WIB
* KA…— KAI Commuter (@CommuterLine) September 6, 2026
Hanya saja, influencer media sosial dan warganet telah menggaungkan isu buruknya kualitas INKA. Sebelumnya, KRL CLI-225 sendiri memang sempat memiliki reputasi yang buruk karena sempat mengalami masalah pintu terus-menerus, yang menyebabkan keterlambatan perjalanan.
Informasi terbaru pada Jumat (4/9/2026) sore hari ini, KRL baru buatan INKA seri CLI-225 mengalami anjlok kembali di Stasiun Manggarai, Jalur 7.
KRL yang anjlok tersebut merupakan KRL yang sama yang sebelumnya anjlok di Stasiun Jakarta Kota pada tadi pagi.
Akibat dari insiden… https://t.co/7roeNZ31br pic.twitter.com/12hLNC2DYb
— Txt Transportasi Umum (@txttransportasi) September 4, 2026
Sementara itu, proses investigasi masih belum berlangsung, sehingga belum ada informasi apakah anjlokan ini memang karena sarana, atau karena faktor lain. (RED/IHF)
