Berita KAIndonesiaKereta Api

KNKT Rilis Hasil Investigasi Tragedi Bekasi Timur

KA 4 Argo Bromo Anggrek yang bertabrakan dengan Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur | Foto: Istimewa

REDigest.web.id, 28/9 – Bertepatan dengan hari ulang tahun KAI, Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) merilis hasil investigasi tabrakan antara KA 4 Argo Bromo Anggrek dengan KA 5568A Commuter Line Cikarang di Stasiun Bekasi Timur pada 2 April 2026 lalu.

Dari hasil investigasi yang dilakukan, ditemukan sejumlah faktor penyebab tabrakan yang terjadi. Saat kejadian KA 5568A berangkat dari Bekasi terlambat 8 menit 32 detik dari jadwal sementara KA 4B melintas Bekasi terlalu cepat 3 menit 17 detik.

Terdapat perbedaan pengaturan waktu antara radio yang digunakan Pusat Kendali Kereta (PK) Daop 1 Jakarta, logger lokomotif, logger persinyalan, CCTV kereta, dan CCTV PK.

Tepat sebelum tabrakan terjadi, KA 5181B bertabrakan dengan taksi listrik di perlintasan sebelum Stasiun Bekasi Timur dan menghalangi jalur hilir atau arah Jakarta. Masinis KA 5181B sudah melaporkan kejadian ke PPKP Selatan yang mengendalikan perjalanan Commuter Line lewat radio.

Sayangnya suara masinis KA 5181B tidak jelas dan volumenya kecil. Sementara itu, KA 5568A tertahan di Stasiun Bekasi Timur karena adanya kerumunan warga di jalur. Masinis KA 5568A sudah melaporkan posisi keretanya namun tidak tersampaikan karena PPKP Selatan sedang sibuk mengurus tabrakan KA 5181B dengan taksi listrik.

Meskipun Lin Cikarang masuk ke dalam wilayah PPKP Timur, namun PPKP Timur tidak dapat berkomunikasi langsung dengan Commuter Line karena merupakan ranah PPKP Selatan. Akibatnya PPKP Timur tidak mendapatkan informasi mengenai tabrakan antara KA 5181B dengan taksi dan tertahannya KA 5568A di Bekasi Timur.

Rangkaian CLI-125-4008 saat melintas di samping bangkai kereta 6024 di Stasiun Bekasi Timur dalam uji coba | rilis KAI

Saat KA 4B melintas langsung Stasiun Bekasi, sinyal keluar Stasiun Bekasi (J12) menunjukan aspek sinyal hijau. Sementara sinyal blok B104 (masuk Bekasi Timur) menunjukan aspek merah dan sinyal pengulang UB104 menampilkan aspek datar alias tidak aman.

Dalam dokumen Desain Review Signal Aspect Plan Stasiun Bekasi tahun 2022, sinyal keluar Stasiun Bekasi dan sinyal blok B104 tidak terhubung satu sama lain sehingga meskipun sinyal B104 menunjukan aspek merah, sinyal keluar Bekasi tetap bisa menunjukan aspek sinyal hijau.

Gambaran hubungan sinyal J12 dan B104 di petak blok Bekasi-Bekasi Timur | Foto: KNKT

Sebelum bertabrakan, KA 4B sempat melakukan pengereman normal sejauh 1,3 kilometer sebelum tabrakan terjadi selama 37 detik. KA 4B baru mengaktifkan rem darurat selama 25 detik dengan jarak 275 meter sebelum tabrakan terjadi. Bahkan saat tabrakan terjadi, kereta masih melaju sejauh 26 meter.

Upaya pengereman oleh masinis KA 4B berdasarkan datalogger lokomotif | Foto: KNKT

Masinis KA 4B tidak langsung mengaktifkan rem darurat karena saat itu kereta melaju dengan kecepatan tinggi dan kondisi jalur berbelok yang membuat pengereman darurat beresiko menyebabkan kereta keluar jalur dan terguling. (RED/BTS)

Ikuti kami di WhatsApp dan Telegram

Tinggalkan komentar...

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses