Kapan dan Bagaimana Kereta Api Lahir?

kereta api lahir
Ilustrasi bayi lokomotif uap

Jika Anda bisa membaca tulisan ini, berarti Anda lahir setelah kereta api lahir. Anda tahu kereta api sebagai alat transportasi massal yang berjalan di rel, tapi Anda (ya termasuk saya juga sih) tidak pernah melihat langsung kelahiran kereta api yang pertama kali di dunia. Sebenarnya seperti apa sih sejarah lahirnya kereta api? Begini lho ceritanya…

Revolusi

Setelah James Watt menciptakan mesin uap pada tahun 1780-an, banyak penciptaan mesin baru untuk industri, termasuk kereta api. Tahun 1804, Richard Trevithick dari Cornwall, Inggris berhasil menciptakan lokomotif uap pertama yang berjalan di rel. Trevithick membuat lokomotif ini karena merasa kasihan dengan kuda yang menarik gerbong batubara dan trem. Kuda-kuda itu juga sering ngambek, mogok kerja, dan buang hajat sembarangan di tengah kota. Baunya itu lho cak, huwek… Nah, lokomotif buatan Trevithick ini diberi nama “Puffing Devil”, karena dianggap seperti setan yang mendengus-dengus pada masa itu. Lokomotif ini bisa berjalan hingga kecepatan 8 km/jam, dan masinisnya mengendalikan lokomotif dengan berjalan di sampingnya. Kok bisa?! Ya karena sangat pelan dan memang tidak ada tempat khusus untuk masinis di lokomotifnya.

Sayangnya, lokomotif ini terlalu berat untuk berjalan di rel pada masa itu, karena relnya masih tipis dan akhirnya patah deh cak… Belajar dari kejadian itu, Christopher Blackett dan William Hedley menciptakan lokomotif yang lebih ringan dan bertenaga, yang diberi nama “Puffing Billy” pada tahun 1913.

Antar kota

Kereta api antar kota yang pertama di dunia dibuka pada tahun 1925, menghubungkan Stockton dan Darlington di Inggris. George Stephenson, sang insinyur pembangunan jalur ini, menyempurnakan rel supaya lebih kuat. Kenapa? Karena Stephenson juga membuat lokomotif baru yang lebih sempurna, lebih kuat, dan lebih cepat yang diberi nama “Locomotion”, dan dia hanya bisa berjalan di rel yang lebih kuat. Sukses dengan jalur Stockton-Darlington dan Locomotion, Stephenson dipercaya lagi untuk membangun jalur Liverpool-Manchester dan membuat lokomotif “Rocket”. Mampu mengangkut banyak barang dan orang dengan cepat dan efisien, kereta api mulai dirasakan manfaatnya. Alat transportasi ini pun menyebar ke seluruh dunia. Waaww, hebat cak… Seiring perkembangan zaman, dengan ditemukannya tenaga listrik dan diesel sebagai penggerak lokomotif, lokomotif uap perlahan-lahan ditinggalkan karena dianggap boros dan sulit perawatannya. Hiks, sedih ya cak…

Eits, jangan sedih dulu! Karena semakin majunya teknologi, muncullah kereta api agak cepat, cepat, sangat cepat, dan bahkan super cepat. Shinkansen! Jeng-jeng-jeng… Tahun 1964, Jepang berhasil menciptakan kereta api super cepat pertama yaitu Shinkansen. Kesuksesan Jepang diikuti oleh Perancis dengan TGV-nya, Jerman dengan ICE-nya, China dengan CRH-nya, Spanyol dengan Talgo-nya, dan Taiwan dengan THSR-nya. Sekarang, kereta api dipandang sebagai transportasi masa depan yang menjawab tantangan zaman. Termasuk di Indonesia juga, yang sekarang lagi galak-galaknya membangun rel kereta api di Sulawesi, Kalimantan, MRT Jakarta, LRT Palembang, dan masih banyak lagi cak… Kita tunggu saja.

Penulis:

Tb Gemilang Pratama Adi

Iklan dari Mitra

—————–

Terima kasih sudah mempercayakan kami sebagai referensi berita perkeretaapian Anda. Dengan misi sebagai media perkeretaapian yang independen dan faktual, RE Digest hingga saat ini beroperasi dengan biaya pribadi dari masing-masing Tim REDaksi.

Oleh karena itu, kami meminta sedikit bantuan: hanya dengan Rp 5000 tiap bulannya, Anda sudah membantu kami untuk tetap beroperasi dan menjadi lebih baik. Sampaikan dukungan dan donasi Anda melalui link Trakteer kami di bawah ini.

donasi Trakteer

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

×