KRL Seri 205 Rangkaian BUD-92 Diujicoba Setelah PAL

Rangkaian BUD-92 di Stasiun Bogor | foto: Pilar Gusmao via Ikko HF
(17/5) – Satu lagi rangkaian KRL yang menjalani program perawatan akhir lengkap (PAL) diujicobakan untuk segera memenuhi kebutuhan rangkaian yang semakin mendesak. Rangkaian yang menjalani PAL di Dipo Depok ini merupakan rangkaian dengan formasi 10 kereta pertama yang menjalani PAL di Dipo Depok. Adalah KRL seri 205 rangkaian BUD-92 (eks Kawagoe/HaE 4, JR East jalur Saikyo) yang diujicobakan dengan rute standar ujicoba, yaitu Depok-Manggarai-Bogor-Depok.
Bila disandingkan dengan rangkaian BOO-123 yang diujicobakan beberapa hari sebelumnya, hampir tiada perbedaan antara hasil PAL di antara keduanya, seperti misalnya penggunaan cat merah pekat untuk pemberian livery dan hilangnya stiker kereta khusus wanita (KKW) pada rangkaian BUD-92. Perbedaan yang cukup jelas hanyalah pada kotak hitam penomoran Kemenhub pada bagian samping rangkaian. Stensil huruf menggunakan stensil ala Dipo Depok yang menggunakan huruf yang mirip seperti pada huruf stensil pada kereta-kereta penumpang yang menjalani PAL di Balai Yasa Tegal di masa lalu. Selain itu, pada rangkaian ini juga tidak terdapat kode dipo seperti pada rangkaian BOO-123.
Kereta kabin 205-92, tanpa nomor Jepang dan tanpa kode dipo | foto: Pilar Gusmao via Ikko HF
Rangkaian ini diberangkatkan sebagai KLB percobaan pada pukul 10 pagi dari Stasiun Depok. Tiba di Manggarai sekitar 40 menit kemudian, rangkaian ini kemudian bertolak menuju Bogor setelah berhenti sebentar di Stasiun Manggarai. Di tengah jalan, rangkaian ini sempat beberapa kali berhenti untuk mengetes pengereman, di antaranya di petak antara Stasiun Depok Baru dan Pondok Cina. Tiba di Stasiun Bogor ketika mentari sedang berada di atas ubun-ubun, rangkaian ini berhenti lagi untuk pengecekan sebelum diberangkatkan kembali menuju Stasiun Depok untuk pulang ke Dipo Depok.
Sebelumnya, rangkaian ini sempat menghilang sejak bulan Maret yang lalu, untuk keperluan penggantian roda yang sudah mencapai diameter minimum. Namun, diduga karena pengerjaan penggantian roda yang hampir selesai ketika rangkaian ini akan mendapatkan giliran PAL, maka akhirnya rangkaian ini pun kemudian langsung masuk PAL tanpa sempat diujicoba atau berdinas setelah penggantian roda.
Rangkaian BUD-92 saat memasuki Stasiun Manggarai | foto: Pilar Gusmao via Ikko HF
Dengan selesainya proses ujicoba untuk rangkaian BUD-92, maka rangkaian ini akan segera berstatus siap operasi dan bisa digunakan untuk mengurangi jumlah rangkaian formasi 8 kereta yang beredar bila rangkaian ini menjadi bagian dari program PT KCJ untuk mengurangi jumlah rangkaian formasi 8 kereta secara drastis sampai tahun 2019.
Dari sumber kami di lapangan, untuk program PAL bulan Mei telah masuk 1 rangkaian formasi 10 kereta di Dipo Depok dan 1 rangkaian formasi 12 kereta, yaitu rangkaian BUD-99 dan BUD-81/82. Rangkaian BUD-99 akan menjadi rangkaian formasi 10 kereta kedua yang menjalani PAL di Dipo Depok, sedangkan rangkaian BUD-81/82 adalah rangkaian formasi 12 kereta ketiga yang menjalani program PAL. Diperkirakan kedua rangkaian ini akan kembali melayani penumpang pada pertengahan bulan Juni 2017.
RED | MPSCLFJRN

—————–

Terima kasih sudah mempercayakan kami sebagai referensi berita perkeretaapian Anda. Dengan misi sebagai media perkeretaapian yang independen dan faktual, RE Digest hingga saat ini beroperasi dengan biaya pribadi dari masing-masing Tim REDaksi.

Oleh karena itu, kami meminta sedikit bantuan: hanya dengan Rp 5000 tiap bulannya, Anda sudah membantu kami untuk tetap beroperasi dan menjadi lebih baik. Sampaikan dukungan dan donasi Anda melalui link Trakteer kami di bawah ini.

donasi Trakteer

Muhammad Pascal Fajrin

A kid from yesterday, today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

×