IndonesiaKereta ApiTeknis

Tram Mall, Riwayatmu Kini

Tram. Moda transportasi berbasis rel ini dahulu sempat merajai jalan-jalan kota besar di Indonesia seperti Jakarta, Semarang, Surabaya, dan beberapa kota kecil pada era Hindia Belanda hingga pasca kemerdekaan Indonesia. Namun seiring berjalannya waktu, pamor tram di Indonesia pun semakin redup karena kalah bersaing dengan moda transportasi beroda karet seperti bus, angkot, mobil, dan sepeda motor.

Keberadaan tram pun seolah hilang ditelan jaman dan pembangunan. Seperti membangkitkan kenangan lama, sejumlah pengembang pusat perbelanjaan atau mall memasukkan “kereta jalanan”-sebutan orang jaman dulu untuk tram-ke dalam mall untuk menarik perhatian pengunjung. Yang merintis ide tersebut adalah salah satu perusahaan properti terbesar se-Indonesia, Bakrie.

Bakrie mengoperasikan tram pada Desember 2011 di Mall Epicentrum Walk yang berada di kawasan Rasuna Epicentrum, Kuningan, Jakarta Selatan. Tram yang dioperasikan oleh Bakrie ini merupakan buatan PT INKA yang menggunakan dua sumber tenaga penggerak alias hybrid, yakni mesin bensin dan baterai litium. Tram ini dikemudikan secara langsung oleh masinis dari dalam kereta seperti halnya kereta biasa.

Tram ini beroperasi di jalur yang mengelilingi pusat perbelanjaan Epiwalk hingga kawasan Bakrie Tower dengan jarak sekitar 800 meter dengan kecepatan maksimal 10 km/jam. Ketika masih beroperasi pengunjung mall dapat naik tram ini secara gratis setelah berbelanja di Epiwalk dengan transaksi minimal Rp 100.000. Selain jalur, tersedia pula fasilitas depo yang digunakan oleh tram untuk stabling, perawatan, maupun mengisi baterai.

Tram Rasuna pada tahun 2012 (arsip REDaksi)

Namun sayangnya, tram ini tak beroperasi lama. Tram di Rasuna berhenti beroperasi pada tahun 2012 dikarenakan adanya proyek pembangunan apartemen di samping Epiwalk yang dilintasi jalur tram ini sehingga terlalu beresiko untuk dioperasikan. Hal itu diperparah dengan rusaknya tram sehingga tram tak dapat beroperasi.

5 tahun setelah tram ini berhenti beroperasi. Tim REDaksi pun berusaha melihat kondisi jalur dan tram di Epicentrum Walk. Saat Tim REDaksi berkunjung ke sana, terlihat di jalur depan pintu masuk berdiri sebuah cafe merintangi jalur tram sehingga tidak bisa dilintasi oleh tram.

Jalur Tram Rasuna yang tertutup oleh bangunan cafe

Tim REDaksi pun coba masuk ke dalam mall. Di dalam mall jalur terlihat normal tanpa halangan. Hanya saja jalur ditutup oleh pintu kaca yang masih bisa dibuka-tutup. Suasana Epiwalk saat Tim REDaksi berkunjung agak terasa sepi.

Jika anda masuk ke dalam mall dan menelusuri jalur sampai selepas Bioskop XXI, anda akan menemukan wesel bandul yang memisahkan jalur ke arah depan mall dan ke arah dipo. Kondisi wesel masih terlihat layak untuk digunakan. Hanya kurang diberi pelumas. Sedangkan jalur ke arah depan mall terkubur separuh akibat proyek apartemen yang dilakukan.

Wesel bandul yang digunakan untuk memindahkan jalur

Tramnya sendiri terparkir di diponya yang berada di belakang bioskop. Sayangnya tim REDaksi tidak bisa melihat kondisi tram secara langsung karena pintu masuk dipo ditutup. Sepintas dipo ini terlihat seperti sebuah garasi mobil. Namun disinilah tempat dichargenya baterai, tempat stabling, serta dirawatnya Tram Rasuna.

Dipo Tram Rasuna

Hanya berselang 1 tahun setelah Tram Rasuna beroperasi. Pada tahun 2013 adiknya beroperasi di Mall Balekota yang berada di daerah Tanah Tinggi, Kota Tangerang. Tram di Balekota ini beroperasi di jalur lurus sejauh 200 meter di dalam mall. Meskipun sama-sama memiliki 2 lantai, diproduksi INKA, dan beroperasi di dalam mall, namun ada hal yang membedakan Tram Balekota dengan kakaknya di Rasuna.

Tram Mall Balekota semasa masih beroperasi | Skycrapercity

Yang membedakan adalah sistem penggeraknya. Jika Tram Rasuna menggunakan motor listrik hybrid sebagai penggeraknya. Pada Tram Balekota penggeraknya menggunakan kabel yang ditarik seperti halnya cable car yang beroperasi di Los Angeles, Amerika Serikat. Selain itu, jika Tram Rasuna hanya bisa dikemudikan dari dalam kereta, tram di Balekota dapat dioperasikan dari 2 tempat yakni dari dalam kereta dan meja kendali yang berada di ruang operator.

Pengendali kereta dari kabin masinis

Namun sayang, nasibnya pun tak lebih baik dari kakaknya. Tram Balekota pun juga tak lagi beroperasi. Menurut penuturan salah seorang pegawai mall yang ditemui oleh Tim REDaksi, tram tersebut sudah berhenti beroperasi sejak akhir 2014. Penyebabnya pun sama seperti kakaknya, yakni rusak. Selain itu, sepinya pengunjung mall pada saat itu membuat operasional tram dirasa kurang menarik perhatian.

Tram tersebut kini hanya teronggok di pojokan mall. Bagian dalam tram dipenuhi dengan debu seolah sudah tidak diperdulikan lagi keberadaannya. Kondisi jalurnya pun tak lebih baik dari di Rasuna. Kios-kios berdiri di sepanjang jalur yang membuat jalur tram ini tak biasa dilewati. Bahkan tempat diparkirkannya tram ini ditutup dengan tembok asbes sehingga tram hanya bisa dilihat dari lantai 2 dan di depan Bioskop XXI yang berada di lantai 3.

Kondisi Tram Mall Balekota

Meski keduanya tak lagi beroperasi dan terlupakan, namun kita tidak bisa menampik bahwa mereka pernah mewarnai jagat perkeretaapian modern Indonesia dengan membawa kenangan masa lalu meskipun hanya seumur jagung. Akankah kita bisa melihat mereka kembali beroperasi? Entahlah. Kita lihat saja nanti.

RE Digest | Bayu Tri Sulistyo

Ikuti kami di WhatsApp dan Google News


Tinggalkan komentar...

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

×