Gak Jadi Gratis, Tiket KRL Basoetta Diskon 70 Persen Saat Ujicoba

Salah satu rangkaian KRL Bandara Soekarno-Hatta di Stasiun Manggarai, Oktober 2017

(23/11) – Mungkin anda akan sedikit kecewa membaca tulisan ini. Pasalnya, KRL Bandara Soekarno-Hatta tidak jadi digratiskan pada saat ujicoba operasional mendatang, seperti yang telah diwartakan oleh RED dan media-media lainnya. Meskipun calon pengguna jasa harus mengeluarkan uang dari kantongnya, namun pengguna jasa tidak perlu membayar penuh pada saat ujicoba operasional KRL Bandara.

Dilansir dari akun Twitter resmi Railink, rencananya penumpang akan dikenakan tarif diskon 70 persen dari bea tiket normal, yaitu sebesar 30 ribu rupiah. Sementara itu, tarif normalnya akan dipatok sebesar 100 ribu rupiah yang akan diberlakukan mulai tanggal 1 Januari 2018 mendatang, pada saat KRL Bandara sudah beroperasi normal.
Pada Kamis (23/11) yang lalu, Menteri Perhubungan RI, Budi Karya Sumadi beserta pejabat-pejabat perkeretaapian terkait telah menginspeksi jalur KA Bandara Soekarno-Hatta menggunakan kereta inspeksi Wijayakusuma, di mana pada inspeksi sebelumnya Wijayakusuma hanya bisa masuk sampai dengan beberapa meter dari percabangan rel KA di Stasiun Batuceper.
Rencananya, KRL Bandara akan melayani 80 perjalanan pulang pergi dari Stasiun Manggarai menuju Stasiun Bandara Soekarno-Hatta, dan melewati Stasiun Sudirman Baru (BNI City), Stasiun Duri, serta Stasiun Batuceper. Penyelesaian pembangunan terus digenjot demi mengejar target ujicoba operasional pada tanggal 1 Desember mendatang.
RED | MPSCLFJRN

—————–

Terima kasih sudah mempercayakan kami sebagai referensi berita perkeretaapian Anda. Dengan misi sebagai media perkeretaapian yang independen dan faktual, RE Digest hingga saat ini beroperasi dengan biaya pribadi dari masing-masing Tim REDaksi.

Oleh karena itu, kami meminta sedikit bantuan: hanya dengan Rp 5000 tiap bulannya, Anda sudah membantu kami untuk tetap beroperasi dan menjadi lebih baik. Sampaikan dukungan dan donasi Anda melalui link Trakteer kami di bawah ini.

donasi Trakteer

Muhammad Pascal Fajrin

A kid from yesterday, today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

×