Jalur-jalur KA di Jawa Barat Ini Akan Dihidupkan Kembali

Jembatan Cikacepit di lintas non aktif Banjar-Cijulang, merupakan jembatan KA terpanjang di Indonesia yang diapit dua terowongan yaitu Hendrik dan Juliana

(17/9) – Pemerintah Provinsi Jawa Barat beserta PT Kereta Api Indonesia (KAI) berencana menghidupkan kembali sejumlah jalur kereta api (KA) non aktif di Jabar. Rencana ini dibahas pada pertemuan antara direksi KAI dengan Gubernur Jabar, Ridwan Kamil, di Bandung pada Kamis (13/9) lalu.

Pertemuan tersebut menghasilkan kesepakatan berupa pengaktifan kembali empat jalur KA non aktif. Empat jalur tersebut yakni Banjar-Pangandaran, Cibatu-Garut-Cikajang, Bandung-Ciwidey, dan Rancaekek-Tanjung Sari. “Yang dalam kesepakatan sementara ada empat jalur, Jakarta-Bandung-Pangandaran jadi nanti piknik ke Pangandaran cukup naik kereta tidak usah delapan jam muter-muter. Kemudian, reaktivasi Bandung-Ciwidey. Nah, ini ada rekayasa sosial karena jalurnya sudah banyak dihuni oleh mereka-mereka. Kemudian ada jalur ke Garut dan ada aktivasi ke Tanjungsari Sumedang lewat Jatinangor sehingga nanti mahasiswa bisa bolak-balik Bandung ke Sumedang,” tutur Emil seperti dilansir dari Kompas.

Pemprov Jabar akan segera melakukan nota kesepahaman demi mewujudkan proyek ini. Setelah nota kesepahaman ditandatangani, Pemprov Jabar akan memetakan tanah yang akan dijadikan jalur KA serta mencari dana untuk konstruksi jalur dan stasiun.

Salah satu jembatan di jalur non aktif menuju Ciwidey

 

Eksotis

Empat jalur KA non aktif di Jabar ini dikenal sebagai jalur eksotis dengan keunikan tersendiri. Jalur Banjar-Cijulang sepanjang 82 km yang ditutup tahun 1982 ini merupakan jalur dengan jumlah terowongan terbanyak sebanyak empat terowongan. Empat terowongan tersebut yaitu Batulawang, Hendrik, Juliana, dan Wilhelmina. Dari empat terowongan tersebut, Wilhelmina adalah terowongan KA terpanjang di jalur ini, sekaligus terpanjang di Indonesia dengan panjang 1116,10 meter. Selain itu, terdapat juga jembatan Cikacepit yang diapit terowongan Hendrik dan Juliana yang merupakan jembatan kereta api terpanjang di Indonesia dengan panjang yang hampir sama dengan terowongan Wilhelmina.

Sementara itu, jalur Cibatu-Garut-Cikajang merupakan jalur mendaki di mana jalur kereta api akan terus menanjak. Akhir pendakian jalur ini adalah Stasiun Cikajang, dengan ketinggian 1246 meter yang merupakan stasiun kereta api tertinggi di Indonesia. Sementara jalur Rancaekek-Tanjungsari yang melewati belakang kampus Universitas Padjajaran (Unpad) di Jatinangor dikenal karena terdapat jembatan Cincin. Jembatan ini terbuat dari beton dan bukan rangka baja sebagaimana jembatan KA buatan Belanda pada umumnya.

RED | MPSCLFJRN

loading...

Muhammad Pascal Fajrin

A kid from yesterday, today

Tinggalkan komentar...

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

×
%d blogger menyukai ini: