Terlalu Lama “Digantung”, Beginilah Kondisi Jalur KA di Sekitar Garut

Rumput yang tumbuh sangat tinggi di badan jalan rel arah Garut di perlintasan Jalan Guntur (JPL17) | Foto: Ahmad Kosasih

REDigest.web.id, 20/11 – Kabar reaktivasi jalur Cibatu-Garut merupakan salah satu kabar yang sangat dinantikan bagi para masyarakat, tidak terkecuali para pecinta kereta api. Jalur yang telah mati sejak 1983 ini telah menjadi bagian rencana reaktivasi jalur-jalur KA di Jawa Barat pada 2018, dan mulai dikerjakan sejak 2019. Proses reaktivasi ini juga unik karena diinisasi langsung oleh pihak PT KAI sendiri.

Pada 2020, jalur ini sendiri sudah seluruhnya tersambung hingga Stasiun Garut. Sejumlah sarana kereta dari lokomotif, kereta inspeksi, hingga rangkaian kereta api juga telah ikut uji coba di stasiun ini. Namun pandemi COVID-19 membuat rencana pengoperasian jalur reaktivasi ini tertunda ke tahun 2021.

Pada 2021, kini bangunan baru Stasiun Garut telah selesai pembangunannya. Uji coba dengan rangkaian KA pun juga kembali dilakukan. Bahkan Bupati Garut awalnya telah mencanangkan jalur ini beroperasi pada Juni lalu. Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) juga telah mengumumkan jalur reaktivasi ini akan beroperasi “dalam waktu dekat”. Sedangkan pihak PT KAI mengumumkan jalur ini akan beroperasi pada Oktober 2021.

Tiada Kepastian, Rumput pun Tumbuh

Rumput jalur reaktivasi Cibatu-Garut
Rumput yang sudah tumbuh tinggi di pinggir jalur KA Cibatu-Garut | Foto: Ahmad Kosasih

Namun sayangnya meski pengumuman-pengumuman ini sempat ramai di media sosial, pada akhirnya tidak ada lagi kelanjutan dari rencana-rencana ini. Kabar rekativasi jalur KA Garut pun seakan “digantung’. Dan pada Rabu (17/11) kemarin, kabar yang bisa dibilang cukup mengejutkan tiba.

Berdasarkan kiriman salah seorang pecinta kereta api, Ahmad Kosasih, tampak rumput di perlintasan Jalan Guntur sudah mulai tumbuh tinggi. Di sisi arah Wanaraja dan Cibatu, tampak rumput tumbuh di pinggir-pinggir rel. Bahkan di sisi arah Garut, kondisinya lebih memilukan. Seperti yang tampak di foto pembuka artikel, rumput-rumput tampak tumbuh tinggi sampai tengah badan jalan rel.

Suara Para Warganet

Keadaan ini pun membuat warganet bertanya-tanya, bagaimana kepastian nasib reaktivasi jalur Cibatu-Garut. Salah seorang warganet pun bertanya mengapa proyek yang langsung dikerjakan PT KAI meski progresnya cepat, tetapi perizinannya sangat lama.

Komunitas Garut Railfans pun menyuarakan kekhawatiran yang sama. Mereka khawatir jika terlalu lama terbengkalai, akan ada prasarana yang rusak sebelum peresmian nantinya. Mereka juga menyayangkan karena pemberitaan di media dahulu terkait reaktivasi sudah sangat kuat, namun kembali tenggelam.

Pihak PT KAI sendiri telah menjawab kekhawatiran ini, menurut mereka perawatan prasarana selalu dilakukan meski jalur ini belum beroperasi dengan KA reguler. Sedangkan pihak DJKA hingga saat ini belum menjawab meski telah ada sejumlah warganet yang menyebutkan mereka di jagat Twitter. (RED/IHF)

—————–

Terima kasih sudah mempercayakan kami sebagai referensi berita perkeretaapian Anda. Dengan misi sebagai media perkeretaapian yang independen dan faktual, RE Digest hingga saat ini beroperasi dengan biaya pribadi dari masing-masing Tim REDaksi.

Oleh karena itu, kami meminta sedikit bantuan: hanya dengan Rp 5000 tiap bulannya, Anda sudah membantu kami untuk tetap beroperasi dan menjadi lebih baik. Sampaikan dukungan dan donasi Anda melalui link Trakteer kami di bawah ini.

donasi Trakteer

Tinggalkan komentar...

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

×
%d blogger menyukai ini: