Tampilkan Tujuan Akhir Yang Berbeda, KeYo M36 Dikirim ke Jakarta

KLB penarikan KeYo M36 yang ditarik oleh EF64-1031 saat keluar dari dipo Keiyo | Foto: Twitter @awa_sakura
(11/9) – Jumat (24/8) lalu, East Japan Railway Company (JR East) mengirimkan rangkaian kelima dari kelompok KRL seri 205 yang beroperasi di jalur Musashino dari dipo Keiyo ke stasiun Niitsu untuk kemudian diangkut ke pelabuhan Niigata menggunakan truk trailer, yang dimana pengirimannya bertujuan untuk memenuhi kebutuhan armada KRL milik PT. Kereta Commuter Indonesia (KCI). Adapun rangkaian yang kali ini diangkut yaitu KeYo M36 (205-103F), yang dimana pada rangkaian ini tersimpan banyak catatan sejarah yang saling berkaitan dengan rangkaian-rangkaian 205 lain yang terlebih dulu dikirim ke Indonesia.
Formasi pengiriman KeYo M36 ke Niitsu
Display penampil tujuan sisi KuHa 205 yang diubah menjadi “Marine Dream For Bukit Duri” serta plat nomor rangkaian yang berbeda | Foto: Twitter @awa_sakura
Seolah meneruskan tradisi dari rangkaian pertama, papan penunjuk tujuan dan plat nomor rangkaian diubah sesaat sebelum dikirimkan ke Niigata. Namun, rangkaian M36 ini ternyata menjadi sebuah kejutan, di mana jika empat rangkaian sebelumnya menampilkan Jakarta sebagai tujuan, M36 menampilkan “Marine Dream For Bukit Duri” sebagai layanan dan tujuan kereta, dimana untuk nama stasiun tujuannya sendiri diubah menjadi dipo Bukit Duri (BUD) atas ide dari seorang pegawai KCI setelah pegawai tersebut bernegosiasi dengan cukup alot dengan pegawai JR East di dipo Keiyo. Selain itu desain untuk kertas penampil stasiun tujuan yang dipergunakan pada saat
pengiriman dilakukan menggunakan desain display 205 muka
non-Marchen milik Keiyo Line (yang mengakhiri operasinya pada periode 2011 pasca digantikan oleh E233-5000). Ini dikarenakan KeYo M36 sebelum menjalani modifikasi sebagai 205-5000 dulunya dikenal sebagai KeYo 21 (grup 205-0) dan beroperasi sebagai rangkaian 10 kereta.
Selain itu, plat nomor rangkaian yang ditampilkan juga berbeda dengan keempat rangkaian sebelumnya, dimana plat nomor yang digunakan untuk pengiriman rangkaian ini adalah plat berwarna kuning lemon dengan angka berwarna hitam. Dikarenakan rangkaian ini dulunya adalah rangkaian 10 kereta untuk Keiyo Line, maka pihak dipo Keiyo memutuskan untuk membuat plat khusus yang meniru plat nomor rangkaian pada 205 non-Marchen milik Keiyo Line, sebagai penanda bahwa rangkaian tersebut pernah beroperasi di Keiyo Line, sebelum kemudian berpindah ke Musashino Line sebagai 205-5000.
Rangkaian ini awalnya beroperasi di Nambu Line dengan nomor rangkaian yaitu NaHa 7 yang berbeda dengan NaHa 7 yang saat ini beroperasi di KCI, dimana NaHa 7 yang saat ini beroperasi dulunya menggunakan nomor rangkaian NaHa 6, dengan tanggal produksinya yaitu 20 Oktober 1989. Namun dikarenakan adanya kekurangan rangkaian di Chuo-Sobu Line, JR East memindahkan rangkaian ini ke dipo Mitaka (MiTsu) untuk beroperasi jalur tersebut sebagai MiTsu 14 pada Februari 1993, dengan menambahkan 2 unit motor car dan 2 unit trailer car dari rangkaian 205-136F yang pada saat itu menjadi URa 5 untuk membuatnya menjadi rangkaian 10 kereta (sekaligus mengganti stripingnya dari warna Nambu Line menjadi warna Chuo-Sobu Line). URa 5 sendiri kemudian pindah ke jalur Yokohama sebagai KuRa H26 dengan formasi 8 kereta dan mendapatkan dua kereta trailer baru (SaHa 205-232 dan SaHa 204-126). Formasi 205-103F saat beroperasi sebagai NaHa 7 dan setelah berubah MiTsu 14 yaitu:

Formasi KeYo M36 ketika pertama kali beroperasi sebagai NaHa 7 (Oktober 1989 – Februari 1993)
Formasi KeYo M36 ketika beroperasi sebagai MiTsu 14 (Februari 1993 –
pertengahan tahun 2000). Garis batas tabel yang ditebalkan adalah
penanda kereta tengah tambahan yang disisipkan untuk membuat
rangkaiannya menjadi 10 kereta

Namun MiTsu 14 beroperasi di Chuo-Sobu Line dalam periode yang terhitung singkat (sekitar 7 tahun saja), karena rangkaian ini kemudian tersingkir dari Chuo-Sobu Line saat diperkenalkannya seri E231-0 di jalur tersebut pada periode tahun 2000 hingga 2002. Pasca dipensiunkan dari Chuo-Sobu Line, rangkaian ini kemudian dipindahkan ke dipo Keiyo (KeYo) untuk beroperasi di Keiyo Line sebagai pengisi kekurangan armada akibat penggantian seri 103 di jalur yang sama dengan rangkaian yang lebih baru (pada saat itu seri 103 milik KeYo digantikan oleh seri 201 eks Chuo-Sobu Line).

Formasi KeYo M36 saat beroperasi sebagai KeYo 21

Di sini kemudian ada hal menarik yang patut diperhatikan, dimana MiTsu 14 mendapat nomor rangkaian baru (pasca pemindahan ke KeYo) yaitu KeYo 21, sedangkan rangkaian asli Keiyo Line (muka Marchen dan memiliki maxspeed sebesar 110km/h) memiliki nomor KeYo 1 sampai 12. Hal ini disebabkan rangkaian pindahan dari jalur lain yang dialokasikan di KeYo adalah rangkaian yang desain teknisnya masih menggunakan desain asli buatan era JNR, dengan maxspeed hanya sebesar 100km/h saja. Adapun perbedaan dari plat nomor yang dipergunakan oleh rangkaian muka Marchen (KeYo 1 – 12) dengan plat nomor milik rangkaian muka asli (KeYo 21 – 27) yaitu terdapat di gambar berikut:

Perbedaan desain plat nomor rangkaian asli Keiyo Line (kiri) dengan rangkaian pindahan dari jalur lain (kanan)

Pada rangkaian asli Keiyo Line, plat nomor yang digunakan memiliki warna dasar merah dengan tulisan angka berwarna putih, sedangkan rangkaian pindahan jalur lain (yang tidak didesain untuk memiliki maxspeed 110km/h) menggunakan plat nomor berwarna dasar kuning lemon dengan tulisan berwarna hitam. Dari sini petugas dimudahkan untuk dapat membedakan grup rangkaian (berdasarkan spek teknisnya) hanya dengan melihat plat nomornya saja.

Namun seperti halnya ketika masih bernama MiTsu 14, dinasan KeYo 21 di Keiyo Line tidak berlangsung lama, karena pada 21 Januari 2007 terjadi sebuah insiden yang mengubah nasibnya KeYo 21: HaE 24 (yang saat ini beroperasi di KCI sebagai BUD143) terlibat kecelakaan di sebuah perlintasan di Kawagoe Line, yang menyebabkan 2 unit motor car (MoHa 204-388 dan MoHa 205-386) mengalami rusak berat akibat terkena kobaran api dari mobil yang terbakar akibat menabrak HaE 24 di perlintasan tersebut. Alhasil KeYo 21 kemudian dikirim ke dipo Kawagoe pada 28 Maret 2007 untuk mendonorkan 1 pasang motor carnya (MoHa 204-277 dan 205-277) ke HaE 24 sebagai pengganti dari 2 unit motor car yang dirucat akibat kerusakan berat pasca kecelakaan tersebut, dengan posisinya di Keiyo Line digantikan oleh seri 201 bernomor rangkaian KeYo 74 yang merupakan rangkaian eks Chuo Rapid Line dengan nomor rangkaian semula yaitu ToTa T30. Pasca mendonorkan MoHa 204-277 dan 205-277, KeYo 21 kemudian diparkir di area dipo Higashi-Omiya selama satu setengah tahun (29 Maret 2007 – 18 September 2008), sebelum kemudian dikembalikan ke dipo Keiyo sebagai rangkaian 8 kereta. Perubahannya yaitu terdapat di gambar berikut:

Formasi KeYo 21 (atas) pasca dipindahkannya MoHa 204-277 dan 205-277 ke HaE 24 yang kini menjadi BUD143 (bawah)

Lalu kemudian rangkaian ini dikirimkan ke Nagano General Rolling Stock Center pada 22 September 2008 untuk menjalani modifikasi pemindahan rangkaian ke Musashino Line sebagai 205-5000 (dengan proses yang dilakukan sama seperti halnya yang dilakukan pada KeYo M24, M15 dan M3 yang telah lebih dulu beroperasi di KCI), yang kemudian pada 27 Desember 2008 rangkaian ini keluar dari bengkel tersebut sebelum resmi mendapat nomor rangkaian baru yaitu KeYo M36. Formasi rangkaian ini pasca bertransformasi menjadi KeYo M36 yaitu:

Formasi KeYo 21 setelah dimodifikasi menjadi KeYo M36

Rangkaian ini kemudian dioperasikan di Musashino Line sebagai rangkaian terakhir dari grup 205-5000 yang dimodifikasi oleh JR East dari 205-0, dikarenakan setelahnya tidak ada lagi modifikasi rangkaian secara besar-besaran yang dilakukan untuk mengisi armada Musashino Line (meskipun kemudian rangkaian KeYo M51 dan M52 yang merupakan hasil penggabungan dari NaHa 5, 6 dan 9 dimasukkan ke Musashino Line sebagai rangkaian tambahan, namun pada dasarnya M51 dan M52 tidak menjalani modifikasi besar-besaran seperti halnya grup 205-5000). Adapun rangkaian ini kemudian mendapat modifikasi penggantian display penampil tujuan menjadi tipe LED tiga warna seperti halnya yang terdapat di 205 milik Saikyo Line (yang dimana display penampil tujuan yang diganti yaitu sisi depan dan samping). Namun selain itu tidak ada kejadian berarti yang menimpa rangkaian ini, hingga akhirnya rangkaian ini resmi dipensiunkan dari dinas pada minggu ketiga bulan Agustus 2018, sebelum kemudian ditarik ke Niitsu untuk persiapan dari perjalanan jauh
menuju Jakarta. Ketika berita ini diturunkan, KeYo M13 (205-8F) yang merupakan rangkaian produksi batch awal telah resmi ditarik dari dinasan reguler pada tanggal 11 September 2018 untuk selanjutnya dikirim ke Jakarta sebagai rangkaian keenam dari pengiriman 205 eks Musashino Line yang dibeli oleh KCI. Penasaran dengan rangkaian-rangkaian selanjutnya yang akan datang ke sini? Mari kita tunggu kelanjutannya…

RE-Digest | Arya Dwi Pramudita

Arya Dwi Pramudita

Hanya seorang manusia biasa yang terjebak dalam dunia perkeretaapian. Itu saja.

Satu tanggapan untuk “Tampilkan Tujuan Akhir Yang Berbeda, KeYo M36 Dikirim ke Jakarta

Tinggalkan komentar...

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

×
%d blogger menyukai ini: