Aspal Jalan Dikeruk, Rel Tram Muncul di Glodok

Rel tram yang muncul di depan Halte Transjakarta Glodok

[11/10]. Kita yang sering berkendara pastinya sudah biasa menemukan proyek pengaspalan ulang jalan. Aspal jalan yang lama dikupas lalu diganti dengan yang baru. Tapi proyek pengaspalan ulang jalan di kawasan Glodok, Jakarta Barat bisa dibilang menggali “harta karun” secara tidak sengaja. Rel tram yang sudah puluhan tahun tertimbun muncul kembali saat aspal Jl. Hayam Wuruk, Glodok, Jakarta Barat dikeruk oleh Dinas Pekerjaan Umum DKI Jakarta beberapa hari yang lalu.

Pengerukan aspal Jl. Hayam Wuruk dilakukan dari depan Halte Transjakarta Glodok hingga depan Glodok City di jalur arah Kota Tua. Di beberapa titik jalan terlihat rel tram menyembul. Beberapa rel tram ada yang tersamar dengan jalan, tapi ada pula yang terlihat dengan jelas.

Jalur tram yang terlihat di dekat Glodok City

Kontan saja kemunculan jalur tram ini mengundang beberapa pecinta kereta api untuk datang dan mengabadikan keberadaan jalur tram ini. Meskipun sebenarnya hal tersebut sangatlah berbahaya mengingat lalu lintas di Jl. Hayam Wuruk sangatlah padat. Namun sayang rel-rel ini tidak akan melihat matahari dalam waktu lama. Pasalnya DInas Pekerjaan Umum DKI Jakarta akan segera mengaspal kembali ruas jalan yang dikeruk sehingga rel tram yang bersejarah ini akan kembali tertimbun aspal.

Jalur tram di Jakarta pertama kali beroperasi pada tahun 1869. Di awal pengoperasiannya, tram hanya berupa satu kereta yang ditarik kuda dari Old Batavia (Kota Tua) hingga Harmoni lewat Molenviet West (sekarang Jl. Hayam Wuruk). Pada tahun 1882, armada tram yang semula ditarik kuda digantikan oleh tram bertenaga lokomotif uap. Pada tahun 1899 tram listrik mulai beroperasi di Batavia. Setelah Indonesia merdeka, lebih tepatnya pada tahun 1962, tram resmi berhenti beroperasi di Jakarta.

Setelah tidak lagi beroperasi, jalur-jalur tram yang ada di jalan raya tidak dibongkar melainkan hanya ditimbun dengan aspal ataupun dengan beton. Meski hanya sebentar, namun kemunculan rel tram di Glodok ini seolah membangkitkan kenangan lama serta menjadi bukti keberadaan tram di Kota Jakarta pada masa lalu. Akankah kita bisa melihat tram kembali lalu lalang di Jakarta? Entahlah, hanya waktu yang bisa menjawab.

(RED/BTS)Iklan dari Mitra

—————–

Terima kasih sudah mempercayakan kami sebagai referensi berita perkeretaapian Anda. Dengan misi sebagai media perkeretaapian yang independen dan faktual, RE Digest hingga saat ini beroperasi dengan biaya pribadi dari masing-masing Tim REDaksi.

Oleh karena itu, kami meminta sedikit bantuan: hanya dengan Rp 5000 tiap bulannya, Anda sudah membantu kami untuk tetap beroperasi dan menjadi lebih baik. Sampaikan dukungan dan donasi Anda melalui link Trakteer kami di bawah ini.

donasi Trakteer

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

√ó