KA Argo Jati Ganti Rangkaian

argo jati
Ilustrasi: KA Argo Jati melintas langsung di Stasiun Kedunggedeh

(29/10) – PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi (Daop) 3 Cirebon mulai hari ini mengganti rangkaian kereta api (KA) Argo Jati menjadi kereta stainless steel. Rangkaian baru KA Argo Jati ini diresmikan siang ini di Stasiun Cirebon dan akan langsung digunakan pada KA 17 Argo Jati relasi Cirebon-Gambir.

Rangkaian kereta stainless steel yang digunakan adalah rangkaian kereta eksekutif stainless steel ke-10, atau rangkaian kereta stainless steel ke-21 dari keseluruhan. Sebelumnya, rangkaian ini sempat dikabarkan akan digunakan untuk Bangunkarta relasi Jakarta-Surabaya Gubeng via Semarang-Solo Jebres bersama dengan rangkaian ke-19. Namun hal tersebut dibatalkan, dan rangkaian ke-19 sendiri yang sempat dikirim ke Dipo Kereta Sidotopo akhirnya dikirimkan ke Dipo Kereta Semarang Poncol dan selanjutnya digunakan untuk Argo Sindoro. Rangkaian ini memiliki nomor lambung kereta K1 0 18 123 sampai K1 0 18 132, M1 0 18 21, dan P 0 18 21.

argo jati
Infografis resmi penggantian rangkaian KA Argo Jati | KAI121 on Twitter

Sejarah Argo Jati

KA Argo Jati adalah penerus dari KA Cirebon Ekspres Utama dengan kelas eksekutif yang diluncurkan pada tanggal 12 April 2007. Pada awalnya, KA Argo Jati menggunakan kereta eksekutif buatan PT INKA tahun 1995 yang sempat digunakan pada KA Argo Gede. Kemudian pada tahun 2010, rangkaian KA Argo Jati diganti dengan kereta eksekutif baru buatan PT INKA. Kereta ini dikenal sebagai “kereta eksekutif pesawat” dengan kaca berukuran kecil seperti pada pesawat. Kereta eksekutif dengan model seperti ini awalnya diluncurkan pada tahun 2008 dengan merehab beberapa kereta eksekutif lama. Kemudian, kereta-kereta tersebut digunakan pada KA Sembrani dan Turangga. Kemudian, tahun 2009 KAI memesan kereta sejenis ke PT INKA untuk digunakan pada KA Gajayana.

Argo Jati kembali mengalami penggantian rangkaian pada tahun 2015. Argo Jati pada saat itu menggunakan kereta eksekutif hasil rehab kereta bisnis produksi Balai Yasa Manggarai dengan kapasitas 48 tempat duduk. Sementara itu, kereta eksekutif produksi 2010 eks Argo Jati dialihkan ke Purwokerto untuk digunakan pada KA Purwojaya. Namun, hal ini tidak berlangsung lama. Awal 2017, kereta eksekutif KA Gajayana diganti dengan kereta eksekutif new image produksi PT INKA tahun 2016-2017. Di mana kereta eksekutif produksi 2009 milik KA Gajayana kemudian dialihkan untuk KA Purwojaya, dan kereta eksekutif produksi 2010 dikembalikan untuk KA Argo Jati. KA Purwojaya sendiri telah berganti rangkaian menggunakan rangkaian stainless steel ke-8 pada 28 September 2018 yang lalu.

Menurut informasi yang beredar, rangkaian kereta eksekutif produksi 2010 eks Argo Jati rencananya akan digunakan untuk KA Ranggajati relasi Cirebon-Jember. Namun, hal ini belum dapat dipastikan dikarenakan Argo Jati sendiri baru saja berganti rangkaian. (RED/MPF)

loading...

Muhammad Pascal Fajrin

A kid from yesterday, today

Tinggalkan komentar...

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

×
%d blogger menyukai ini: