Pecinta Kereta Lakukan Cuci Lokomotif di Dipo Lokomotif Jatinegara

cuci lokomotif
Pin dan stiker ucapan terima kasih kepada Dipo Lokomotif Jatinegara yang dibuat oleh Indonesian Railway Preservation Society | foto: Yogatama Prasetyo

(3/11) – Sejumlah pecinta kereta api dari berbagai komunitas maupun independen lakukan bakti sarana cuci lokomotif di Dipo Lokomotif Jatinegara, Minggu (3/11) pagi. Kegiatan bakti sarana ini dikoordinir oleh Indonesian Railway Preservation Society (IRPS) dalam menyambut masa purna Dipo Lokomotif Jatinegara milik Kereta Api Indonesia (KAI). Dipo ini rencananya akan dipindah ke Dipo Sarana Cipinang milik Kementerian Perhubungan.

Kegiatan yang dilakukan dalam bakti sarana cuci lokomotif ini adalah mencuci lokomotif milik KAI serta temu sapa antar sesama pecinta dan pegiat kereta api. Kegiatan yang diikuti oleh sekitar 60 orang dari berbagai kalangan ini dimulai sejak pukul 9 pagi. Kegiatan ini diawali dengan registrasi ulang peserta untuk mendapatkan pin dan stiker dari IRPS.

cuci lokomotif
Dari kiri ke kanan lokomotif CC2039803 milik Jatinegara, CC2061337 milik Sidotopo, dan CC2017721 milik Cirebon (kabarnya akan pindah ke Bandung) sebagai lokomotif yang dicuci dalam acara bakti sarana di Dipo Lokomotif Jatinegara | foto: Iham Fahwa Zhilly

Acara kemudian dibuka dengan sambutan dari perwakilan IRPS, Ahmad Syauqi. Kemudian, acara dilanjutkan dengan pengarahan dari Kepala Dipo Traksi Jatinegara, Antang. Usai sambutan dan arahan, dari 60 peserta yang hadir, peserta dibagi menjadi 3 kelompok yang bertugas mencuci lokomotif. Setiap kelompok diberi jatah mencuci satu lokomotif. Lokomotif yang dicuci pada kegiatan kali ini yakni CC2017721 milik Dipo Cirebon yang kabarnya akan dipindah ke Dipo Bandung, CC2039803 milik Dipo Jatinegara, dan CC2061337 milik Dipo Sidotopo.

Mencuci lokomotif CC2061337, bagian pertama | foto: Iham Fahwa Zhilly
Mencuci lokomotif CC2061337 bagian kedua. Beberapa wanita pecinta atau pegiat kereta api juga turut andil dalam acara bakti sarana ini | foto: Iham Fahwa Zhilly

Acara diakhiri dengan sesi makan siang bersama serta foto bersama di meja putar Dipo Lokomotif Jatinegara. Acara bakti sarana cuci lokomotif ini merupakan yang terakhir yang dilaksanakan di Dipo Lokomotif Jatinegara. Menurut IRPS, Dipo Lokomotif Jatinegara akan pindah ke Dipo Sarana Cipinang paling cepat Desember 2019.

Dipindah

Dipo Sarana Cipinang: Lokomotif CC3001203 yang sedang menunggu perbaikan diparkir di salah satu sudut Dipo Sarana Cipinang. Selain lokomotif ini, saat ini terdapat kereta ukur jalan rel dan LAA “Galunggung”, beberapa mesin yang dapat beroperasi di jalan rel, dan beberapa gerbong pengangkut batu balas yang diparkir di jalur-jalur dipo. Semua sarana perkeretaapian yang diparkir tersebut merupakan milik Kementerian Perhubungan.

Dipo Lokomotif Jatinegara merupakan dipo lokomotif peninggalan zaman Belanda. Bersama dipo-dipo milik KAI lainnya, dipo ini masih digunakan sebagai dipo lokomotif utama di wilayah Daop 1 Jakarta hingga saat ini. Di dekat dipo ini juga terdapat gardu traksi untuk listrik aliran atas (LAA) kereta rel listrik (KRL). Sementara itu Dipo Sarana Cipinang merupakan dipo terpadu untuk lokomotif, kereta, dan kereta berpenggerak sendiri. Dipo ini dibangun oleh Kementerian Perhubungan mulai tahun 2016 di bekas lahan Stasiun Barang Cipinang milik KAI yang sudah dibongkar sejak bertahun-tahun lalu, dan kemudian dijadikan pos blok hingga switchover jalur dwiganda Jatinegara-Cakung beberapa waktu lalu. Pembangunan dipo sarana Cipinang ini merupakan bagian dari pembangunan jalur dwiganda Manggarai-Cikarang.

Foto bersama di meja putar Dipo Lokomotif Jatinegara | foto: dok. IRPS

Dipo Sarana Cipinang awalnya direncanakan siap beroperasi pada Oktober 2019, namun diundur hingga awal tahun 2020. Dipo Sarana Cipinang akan menggantikan Dipo Lokomotif Jatinegara yang akan ditutup karena imbas proyek jalur dwiganda. Sebagian trase jalur dwiganda nantinya akan memakan sebagian lahan Dipo Lokomotif Jatinegara. (RED/MPF)

loading...

Muhammad Pascal Fajrin

A kid from yesterday, today

Tinggalkan komentar...

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

×
%d blogger menyukai ini: