KA Perintis Cut Meutia Akan Berhenti Beroperasi Sementara

 

[18/10]. Setelah hampir 2 tahun beroperasi, KA Perintis Cut Meutia yang beroperasi di Aceh akan berhenti beroperasi untuk sementara. Rencananya KA Perintis Cut Meutia akan berhenti beroperasi selama 6 hari. Sebanyak 8 perjalanan KA Cut Meutia baik dari Krueng Mane, Krueng Geukeuh, maupun Bungkah akan berhenti beroperasi untuk sementara. Penghentian operasional ini dilakukan karena rangkaian KRDI yang melayani KA Perintis Cut Meutia menjalani perawatan sehingga terpaksa operasionalnya harus dihentikan untuk sementara waktu.

Seperti yang kita ketahui KA Cut Meutia hanya dilayani oleh 1 set KRDI dengan lebar sepur 1435 mm. Karena tidak ada rangkaian pengganti, maka operasional KA Cut Meutia otomatis berhenti. Perjalanan KA Perintis Cut Meutia akan berhenti mulai tanggal 24 Oktober hingga 30 Oktober 2018. Setelah perawatan rangkaian selesai, KA Cut Meutia akan kembali beroperasi dengan normal di rute Krueng Mane – Krueng Geukeuh – Bungkah.

KA perintis Aceh sendiri pertama kali beroperasi pada 1 Desember 2013. Namun sayangnya di awal pengoperasiannya, kereta hanya beroperasi selama setahun saja. Pada Juli 2014 kereta perintis Aceh berhenti beroperasi. Lalu kereta perintis Aceh kembali beroperasi pada 3 November 2016 dan diberi nama KA Cut Meutia. Ada 8 perjalanan KA Cut Meutia dalam sehari. Harga tiket dipatok Rp 1.000 untuk sekali jalan.

(RED/BTS)

Iklan dari Mitra

—————–

Terima kasih sudah mempercayakan kami sebagai referensi berita perkeretaapian Anda. Dengan misi sebagai media perkeretaapian yang independen dan faktual, RE Digest hingga saat ini beroperasi dengan biaya pribadi dari masing-masing Tim REDaksi.

Oleh karena itu, kami meminta sedikit bantuan: hanya dengan Rp 5000 tiap bulannya, Anda sudah membantu kami untuk tetap beroperasi dan menjadi lebih baik. Sampaikan dukungan dan donasi Anda melalui link Trakteer kami di bawah ini.

donasi Trakteer

Tinggalkan komentar...

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

×
%d blogger menyukai ini: