Kereta Api Trans Sulawesi Diuji Coba 2020 Mendatang

kereta api Trans Sulawesi
Kereta ukur dan kereta inspeksi milik Kementerian Perhubungan di jalur kereta api Trans Sulawesi | foto: Ditjen Perkeretaapian

(18/10) – Kereta api Trans Sulawesi lintas Makassar-Parepare segmen pertama antara Barru-Palanro akan diuji coba tahun 2020 mendatang. Sementara itu pada tahun 2021 diharapkan seluruh jalur Makassar-Parepare dapat diujicoba. Hal ini diutarakan oleh Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah, seperti dilansir dari Sulsel Ekspres, Rabu (16/10) yang lalu.

Nurdin juga akan mengajak kepala daerah yang dilalui jalur kereta api untuk meninjau lokasi secara bersama dan melakukan rapat. Seperti Walikota Makassar, Bupati Maros, Bupati Pangkep dan Walikota Parepare. “Kita berjalan melihat kondisi ini sama-sama dan kita akan rapat di Parepare, saya juga akan koordinasikan, nanti ini semua kita tugasi ini untuk melancarkan hingga ini selesai,” kata Nurdin. Nurdin juga menyampaikan bahwa pembebasan lahan untuk jalur kereta api telah 90% selesai.

Pembangunan jalur kereta api Trans Sulawesi tahap I dan II saat ini telah mencapai 90%. Jalur kereta api sepanjang 47 km antara Barru-Palanro sudah hampir rampung. Selanjutnya pembangunan akan dilanjutkan untuk jalur kereta sepanjang 64 km di Kabupaten Pangkep-Maros. Untuk tahap I dan II, dana yang digelontorkan oleh pemerintah sebesar Rp 2,3 triliun. Sedangkan untuk tahap III, dana yang akan digelontorkan pemerintah sebesar Rp 2,9 triliun. Pembangunan tahap III akan dimulai tahun 2019 mendatang. Pembangunan akan diprioritaskan pada segmen Pangkep-Maros. Meski demikian, jalur menuju Parepare akan tetap dikerjakan meskipun medannya lebih berat.

Bila sudah terealisasi, nantinya kereta api Trans Sulawesi akan memiliki kecepatan maksimal 200 km/jam. Dengan kecepatan tinggi tersebut, tentunya waktu tempuh antara satu kota dengan kota lain akan terpangkas. Sementara itu, pemerintah juga telah meneken Memorandum of Understanding dengan Semen Tonasa dan Semen Bosowa untuk angkutan logistik ke Pelabuhan Garongkong. (RED/MPF)

Muhammad Pascal Fajrin

A kid from yesterday, today

Tinggalkan komentar...

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

×
%d blogger menyukai ini: