Ini Progres Terkini Pembangunan MRT Jakarta Fase Kedua

mrt jakarta fase
Ilustrasi: Rangkaian LBB6 memasuki Stasiun MRT Blok M

(30/6) – Pembangunan fase kedua MRT Jakarta telah dicanangkan pada 24 Maret 2019 yang lalu. Tiga bulan berlalu sejak pencanangan, proyek ini mulai menunjukkan progresnya. Fase kedua ini akan melanjutkan Jalur Utara-Selatan ke arah utara sepanjang 8.3 kilometer pada sub-fase 2A Bundaran Hotel Indonesia-Jakarta Kota dan 5.2 kilometer pada sub-fase 2B Jakarta Kota-Ancol Barat.

Pekerjaan pertama yang dilakukan adalah pembangunan gardu listrik penerima di kawasan Monumen Nasional (Monas) dengan nomor paket kontrak CP200. Gardu ini nantinya akan menerima listrik yang akan digunakan untuk operasional fase kedua. Pada saat ini, persiapan pembangunan gardu listrik sudah dimulai. Penebangan dan relokasi pohon di kawasan Monas sudah dilakukan untuk memberi ruang yang akan digunakan untuk mendirikan gardu listrik.

Papan bertuliskan pembangunan Fase II MRT Jakarta terpampang di sekitar proyek, Jumat (28/6) | foto: Detik

Selain CP200, ada enam paket kontrak lainnya yang akan dilelangkan oleh MRT Jakarta. Paket-paket kontrak tersebut adalah tiga paket pengeboran terowongan dan pembuatan stasiun bawah tanah yang akan mulai dilelang Juli mendatang dengan nomor CP201-203. Satu paket merupakan paket pembangunan dipo dan stasiun dengan nomor paket CP204 yang ditunda karena perubahan rute fase kedua sehingga dibagi ke dalam dua sub-fase. Satu paket berikutnya adalah paket pekerjaan mekanikal-elektrikal dan jalur kereta dengan nomor paket CP205. Terakhir, satu paket pengadaan armada kereta dengan nomor paket CP206. Jumlah awal rangkaian kereta pada fase kedua adalah enam rangkaian kereta. Jumlah ini nantinya dapat disesuaikan tergantung garis arah rute sub-fase 2B. CP205 dan CP206 baru akan dilelang pada Juli 2020 mendatang.

Fase kedua dibangun di bawah tanah

Rangkaian LBB11 di jalur bawah tanah. Foto ini diambil dari area penumpang di dalam stasiun | foto: Gilang Fadhli

Seperti yang dapat dilihat dari paket kontrak, seluruh sub-fase 2A sepanjang 8.3 kilometer ini akan berada di bawah tanah. Nantinya akan terdapat tujuh stasiun yang akan dibangun. Stasiun-stasiun tersebut adalah Sarinah, Monas, Harmoni, Sawah Besar, Mangga Besar, Glodok, dan Kota. Stasiun Sarinah merupakan stasiun transit dengan Jalur Timur-Barat di masa depan, di mana jalur yang akan membentang dari Balaraja menuju CIkarang sepanjang 87 kilometer ini ditargetkan mulai dibangun tahun 2020 mendatang dengan Inggris telah menawarkan dana untuk pembangunan jalur yang akan masuk ke fase ketiga tersebut. Sementara itu, terowongan dan peron pada Stasiun Harmoni, Sawah Besar, dan Mangga Besar rencananya akan dibuat bertumpuk dan lebih dalam dikarenakan keberadaan kanal Molenvliet yang merupakan kanal peninggalan Belanda.

Sub-fase 2B

Sementara itu, sub-fase 2B yang akan melanjutkan pembangunan dari Kota ke Ancol Barat masih dalam tahap studi kelayakan. Studi kelayakan tersebut ditargetkan selesai tahun ini. Diharapkan pembangunan sub-fase 2B ini dapat dilakukan paralel dengan sub-fase 2A. Versi terbaru dari garis arah rute sub-fase 2B pada studi kelayakan yang masih dilaksanakan tersebut adalah dari Stasiun Kota berbelok ke kanan ke Jalan Lada Dalam di sebelah gedung BNI, mengitari bangunan Stasiun Jakarta Kota milik KAI. Kemudian, jalur MRT akan berbelok ke kanan dan ke kiri membentuk tikungan S menuju Jalan Mangga Dua Raya menyeberangi jalur KAI di dekat Pasar Pagi Mangga Dua. Jalur MRT kemudian berbelok ke kiri di Jalan Gunung Sahari Raya dan terus mengarah ke utara menuju Pantai Marina Ancol, dan berbelok kiri lagi di tepi laut sebelum berbelok lagi ke kiri untuk memasuki kawasan dipo yang diproyeksikan akan dibangun di kawasan Asahi Mas.

Namun, dari keseluruhan sub-fase 2B ini belum diketahui bagian mana yang akan dibuat di bawah tanah (underground), melayang di atas tanah (elevated), dan di permukaan tanah (at grade). Selain itu, penentuan garis rute menuju Ancol Barat pun masih dapat mengalami revisi.

Pembangunan MRT Jakarta fase kedua ditargetkan selesai pada tahun 2024 mendatang. Fase-fase berikutnya akan dikerjakan secara paralel dengan fase kedua, sehingga jeda waktu antar pembukaan pengoperasian tiap fase tidak terlalu jauh. (RED/MPF)

Muhammad Pascal Fajrin

A kid from yesterday, today

Tinggalkan komentar...

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

×
%d blogger menyukai ini: