Bangunan Baru Stasiun Cakung Mulai Diujicoba

stasiun cakung
Bangunan baru Stasiun Cakung | foto: Ditjenka Kemenhub

(9/10) – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melalui Direktorat Jenderal Perkeretaapian (Ditjenka) telah menyelesaikan modernisasi Stasiun Cakung untuk meningkatkan kapasitas dan pelayanan penumpang. Modernisasi yang dilakukan adalah pembuatan bangunan baru Stasiun Cakung yang terletak di atas jalur kereta api dan peron stasiun. Bangunan ini mulai diujicobakan untuk pelayanan penumpang sejak hari ini, Selasa (9/10).

stasiun cakung
Lantai atas di bangunan baru Stasiun Cakung | foto: Ditjenka Kemenhub

Untuk kesiapan pelayanan, sebanyak sembilan unit gerbang tiket elektronik telah disiapkan oleh operator kereta komuter Jabodetabek, Kereta Commuter Indonesia (KCI). Selain gerbang tiket elektronik dan fasilitas transaksi tiket, tambahan petugas pelayanan dan pengamanan juga telah disiapkan.

Sementara itu, Kemenhub juga telah menyiapkan beberapa fasilitas pendukung, antara lain sejumlah lift dan eskalator di areal stasiun. Ada juga pos kesehatan, ruang informasi, toilet, toilet difabel, dan musala. Terdapat juga detektor asap dan alat pemadam api untuk pencegahan kebakaran. Untuk pemadu moda, terdapat area parkir motor dan halte TransJakarta yang nantinya akan menghubungkan Stasiun Cakung dengan Terminal Pulogebang.

Setelah Stasiun Cakung, empat stasiun lain di jalur biru yaitu Klender, Buaran, Klender Baru, dan Kranji juga akan segera berpindah ke bangunan baru. Saat ini, tiga dari empat stasiun tersebut sudah masuk ke tahap penyelesaian, sedangkan Stasiun Kranji masih dalam tahap konstruksi pertengahan. Stasiun Telaga Murni di antara Stasiun Cibitung dan Cikarang yang dibangun oleh Metland juga sudah memasuki tahap penyelesaian. Sementara itu, Stasiun Tambun masih dalam tahap konstruksi awal oleh Kemenhub.

stasiun cakung
Gerbang tiket elektronik di hall Stasiun Cakung | foto: Ditjenka Kemenhub

Pemerintah menargetkan proyek jalur dwiganda Manggarai-Bekasi rampung di tahun 2020 mendatang, dipercepat dari target sebelumnya yaitu tahun 2022. Sebelumnya, proyek jalur dwiganda bahkan sempat ditargetkan untuk selesai tahun 2019. Namun banyaknya hambatan di lapangan membuat pengerjaan jalur dwiganda banyak mengalami penundaan. Selain jalur dwiganda, Kemenhub juga tengah menyelesaikan jalur ganda Maja-Rangkasbitung yang ditargetkan selesai November 2018 mendatang. (RED/MPF)

Muhammad Pascal Fajrin

A kid from yesterday, today

Tinggalkan komentar...

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

×
%d blogger menyukai ini: