Stasiun Doai, Stasiun Terdalam di Jepang

Tangga di peron stasiun Doai | Foto: Zekkei Japan

Merasa lelah mendaki tangga underpass stasiun? Atau lelah berjalan di jembatan transit halte Bendungan Hilir ke halte Semanggi? Tenang saja, itu tidak seberapa. Stasiun Doai yang terletak di pedalaman Minakami, prefektur Gunma, Jepang memiliki 486 anak tangga yang harus dilalui untuk mencapai salah satu peronnya. Stasiun ini berada di jalur Joetsu yang menghubungkan Takasaki dengan Niigata. Diperlukan waktu setidaknya 2 setengah jam untuk menjangkau stasiun ini dari pusat kota Tokyo. Hanya kereta lokal jurusan Takasaki – Nagaoka dan sebaliknya yang berhenti di stasiun Doai ini. Uniknya, peron jalur arah Takasaki dan peron jalur arah Niigata di stasiun Doai terpisah jauh. Peron arah Takasaki berada di permukaan tanah, sementara peron arah Niigata berada di dalam terowongan Shin-Shimizu dengan kedalaman 70 meter dari permukaan tanah. Satu-satunya cara menjangkau peron jalur arah Niigata ini adalah dengan melalui 486 anak tangga.

Peron jalur arah Niigata di stasiun Doai | Foto: Densha de Japan

Nihon no Mogura-eki (Stasiun Terbaik di Jepang untuk Tikus Mondok)

Saking dalamnya peron arah Niigata di stasiun Doai ini, stasiun ini mendapat julukan “Nihon no Mogura-eki” alias stasiun terbaik di Jepang untuk tikus mondok. Bagaimana tidak, penumpang membutuhkan waktu sekitar 10 menit hanya untuk keluar dari peron arah Niigata sampai ke hall utama stasiun. Tahap pertama adalah yang paling melelahkan, yaitu mendaki sebanyak 462 anak tangga dari peron hingga ke hall kecil. Di hall kecil ini, anda bisa melihat sebuah pintu dengan beberapa kalimat “sarkas” yang ditulis oleh JR East. Kalimatnya berbunyi: “Selamat! Anda telah berhasil melalui 462 anak tangga. Jarak dari sini sampai ke hall utama masih 143 meter lagi, dengan tambahan 24 anak tangga lagi. Semangat!” Tahap selanjutnya, setelah mendaki anak tangga ke 474, anda akan melalui sebuah lorong panjang yang membentang di atas sungai yang indah. Tahap terakhir, anda diharuskan mendaki 12 anak tangga lagi sampai akhirnya tiba di hall utama stasiun Doai.

Pintu dengan kalimat “sarkas” resmi dari JR East | Foto: Densha de Japan

Keunikan stasiun Doai sudah diangkat beberapa kali dalam serial hiburan populer. Novel, drama NHK, dan film Climber’s High karya Hideo Yokoyama menampilkan 462 tangga pendakian dari peron arah Niigata. Serial anime railfans Tetsuko no Tabi bahkan membahas stasiun ini secara keseluruhan pada episode 3. Selain itu, anime Yama no Susume 2 juga menampilkan stasiun Doai pada episode 21.

Stasiun yang Cocok untuk Berwisata

Jembatan menuju peron stasiun Doai, dengan latar pemandangan indah di sekitarnya | Foto: Densha de Japan

Stasiun yang dibuka pada 19 Desember 1936 ini tidak memiliki staf sama sekali. Penjualan tiket dilayani menggunakan vending machine, dan pemeriksaan tiket menggunakan gate otomatis. Tidak heran jika stasiun ini nampak kusam dan gelap, meskipun kebersihannya relatif terjaga. Setiap harinya, hanya sekitar 20 penumpang saja yang menggunakan jasa kereta api di stasiun Doai. Kebanyakan dari penumpang yang turun dan naik kereta api di sini adalah para pendaki gunung. Stasiun ini memang cukup populer bagi wisatawan, karena lokasinya yang dekat dengan gunung Tanigawa dan Mountain Museum. Rasa lelah setelah mendaki 486 anak tangga selama 10 menit pun terbayarkan setelah anda keluar dari stasiun ini. Pemandangan yang begitu indah siap memanjakan setiap pengunjung yang datang. Bagi wisatawan yang hendak menuju lajur pendakian Tanigawa-dake, dapat memanfaatkan jasa bus yang berhenti di halte depan stasiun Doai.

Baca juga: 10 Anggapan Salah Orang Indonesia terhadap Perkeretaapian Jepang

(RED/TGP) 

 

TB Gemilang Pratama

Railway Enthusiast | Bus Enthusiast | Enterpreneur | Free Thinker with Responsibility |

Satu tanggapan untuk “Stasiun Doai, Stasiun Terdalam di Jepang

Tinggalkan komentar...

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

×
%d blogger menyukai ini: