Kereta Api Korea Selatan (Kembali) Seberangi DMZ Menuju Korea Utara

Rangkaian KA dari Korea Selatan yang memuat teknisi perkeretaapian melintasi DMZ menuju Korea Utara | Foto: Getty Images via BBC

[30/11] Proses perdamaian antara Korea Selatan dan Korea Utara tampak terus melaju mulus. Kali ini setelah lebih dari satu dekade, akhirnya kereta api dari Korea Selatan kembali menyeberangi perbatasan Korea Selatan dan Korea Utara, yang lebih dikenal dengan sebutan Zona Demiliterisasi (DMZ).

Berdasarkan yang dilansir dari BBC, di atas kereta ini adalah para teknisi perkeretaapian dari Korea Selatan. Mereka melakukan kunjungan ini untuk mensurvei cara meningkatkan kualitas jaringan rel Korea Utara. Kunjungan ini dimungkinkan setelah hubungan antara kedua Korea ini membaik. Perbaikan hubungan ini terjadi setelah berlangsungnya pertemuan historis antara kedua Korea April lalu.

Sebelumnya, jalur KA yang menghubungkan Korea Selatan dan Korea Utara dibuka pada November 2007 setelah sempat 58 tahun ditutup. Namun berdasarkan yang dilansir dari High Beam, jalur ini ditutup oleh Korea Utara pada Desember 2008 lalu dikarenakan alasan politis.

Dalam pertemuan historis tersebut, pemimpin Korea Utara Kim Jong-Un meminta tolong Korea Selatan untuk memperbaiki keadaan perkeretaapian mereka. Banyak infrastruktur perkeretaapian Korea Utara yang masih berasal dari abad ke-20. Akibatnya, perlu overhaul menyeluruh jika perkeretaapian kedua Korea ini ingin disambungkan kembali.

Para teknisi perkeretaapian dari Korea Selatan ini berangkat dari Stasiun Dorasan menuju Korea Utara pada Jumat pagi untuk menyeberangi DMZ. Setibanya di Stasiun Panmun di Korea Utara, masinis dari Korea Utara mengambilalih kendali kereta untuk melanjutkan perjalanan ke utara.

Para teknisi ini akan tinggal di atas rangkaian selama 18 hari ke depan, menginspeksi 1200 km jalur kereta api di Korea Utara. Akan tetapi, untuk saat ini mereka baru bisa menginspeksi, tapi tidak bisa melakukan pekerjaan. Hal ini disebabkan Korea Selatan harus mendapat dispensasi dari PBB. Dispensasi ini diperlukan karena sanksi yang berlaku saat ini terhadap Korea Utara melarang Korea Selatan membawa bahan bakar dan perlengkapan tertentu ke Korea Utara.

Cho Myoung-Gyon, Menteri Unifikasi mengatakan proyek ini ditujukan untuk mengatasi pemisahan dan membuka masa depan baru Semenanjung Korea. Selain itu ia menerangkan dengan satu sistem perkeretaapian yang tersambung, Korea Selatan dan Utara akan makmur bersama. Tidak hanya itu, ia juga yakin perkeretaapian ini juga akan membawa kemakmuran ke Asia Timur dan Dunia.

Selain itu, Presiden Korea Selatan Moon Jae-In juga sangat mendukung proyek perkeretaapian ini. Namun negosiasi dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump harus terus dilakukan. Negosiasi ini perlu untuk meringankan sanksi yang berlaku terhadap Korea Utara, demi berlangsungnya proyek ini. (RED/IHF)

Referensi

BBC

High Beam

Tinggalkan komentar...

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

×
%d blogger menyukai ini: