Jakarta PSBB Total, Beginilah Rekayasa Operasional Angkutan Umum di Jakarta

mrt jakarta diperpanjang ke tangsel
Ilustrasi: Rangkaian MRT Jakarta saat stabling di Dipo Lebak Bulus | foto: Nurachman Hafizh

[14/9] Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kembali menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Total di seluruh wilayah DKI Jakarta. Pembatasan operasional pada layanan angkutan umum pun diberlakukan kembali. Lantas bagaimana kah pembatasan yang dilakukan oleh sejumlah operator?

Untuk MRT Jakarta seperti dilansir dari rilis resminya jam operasionalnya lebih panjang ketimbang ketika PSBB transisi yakni dari pukul 05.00 WIB hingga pukul 22.00 WIB. 13 stasiun MRT Jakarta tetap beroperasi seperti biasanya, tidak ada penutupan seperti pada PSBB total sebelumnya.

Akan tetapi, pada 17-20 September jadwal operasional akan dikurangi menjadi 05.00-20.00. Dan pada 21-27 September akan dikurangi lebih lanjut menjadi 05.00-19.00.

Sedangkan headway pada 14-16 September sama seperti biasanya yakni 5 menit saat jam sibuk dan 10 menit saat jam kosong. Namun pada 17-27 September, headway MRT Jajarta menjadi 10 menit sekali. Pembatasan jumlah penumpang sebanyak 50% dari kapasitas serta aturan physical distancing masih berlaku selama PSBB total.

Sementara untuk LRT Jakarta akan dilakukan perubahan jam operasional secara bertahap. Pada awal PSBB dari tanggal 14 hingga 16 September, jam operasional LRT Jakarta mulai dari pukul 05.30 WIB sampai 21.00 WIB dengan headway 10 menit sekali.

Pada periode selanjutnya yakni mulai tanggal 17 hingga 20 September, jam operasional dikurangi menjadi dari pukul 05.30 hingga pukul 20.00 dengan headway lebih lama yakni 20 menit sekali. Dan dari tanggal 21 September hingga PSBB berakhir jam operasional dikurangi lagi hingga hanya pukul 19.00 dengan headway 20 menit sekali.

Sementara untuk TransJakarta, seperti dilansir dari siaran persnya tidak ada penghentian operasional untuk layanan Non BRT dalam kota, layanan Non BRT perbatasan, layanan Royaltrans Premium, layanan integrasi rusun, serta Mikrotrans dari Senin (14/9) hingga Rabu (16/9).

Tidak dilakukannya rekayasa operasional pada layanan TransJakarta dikarenakan pihak TransJakarta sendiri masih berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan DKI Jakarta guna menyesuaikan rekayasa operasional.

Meski demikian, layanan bus wisata dihentikan untuk sementara waktu menyusul ditutupnya tempat-tempat wisata di Jakarta. Pihak TransJakarta sendiri mengatakan akan melakukan pembaruan informasi jika dilakukan rekayasa operasional. (RED/BTS)

Tinggalkan komentar...

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

×
%d blogger menyukai ini: