Pria di Chile Bangun Museum Kereta Api “Pribadi” di Halaman Belakang Rumahnya

Kolektor rangkaian kereta Jose Jagal dan koleksi keretanya di halaman belakang rumahnya di Santiago, Chile | NBC

[10/12]. Museum kereta api, keberadaan bangunan tak bisa dilepaskan dari sejarah perkeretaapian sebuah negara. Di kebanyakan negara, museum kereta api biasanya dikelola oleh perusahaan kereta api, yayasan, organisasi, atau komunitas pecinta kereta api. Lain halnya dengan yang ada di Chile. Seorang pria membangun museum kereta api pribadi di halaman belakang rumahnya.

Inilah Jose Jagal, kolektor rangkaian kereta api asal Santiago, Chile. Ilmuwan berusia 68 tahun ini membangun jalur dengan panjang total 300 meter di halaman belakang rumahnya lengkap dengan jaringan wesel dan persinyalan untuk menyimpan koleksi rangkaian keretanya. Jadi bisa dibilang ini adalah museum kereta api pribadi miliknya. Dia mengubah halaman belakangnya menjadi seperti sebuah stasiun kereta.

Salah satu kereta penumpang koleksi Jose | NBC

Semua koleksi ia beli sendiri menggunakan uang pribadinya. Sebanyak 2 unit lokomotif dan total 12 unit kereta penumpang, kabus, bahkan gerbong barang terparkir di halaman belakangnya. Tak hanya itu, di dalam rumahnya juga tersimpan sejumlah koleksi lainnya seperti seragam, semboyan, lentera, jam, hingga miniatur.  Semua ini ia lakukan karena kecintaannya pada kereta api serta keinginannya untuk menyelamatkan rangkaian kereta di Chile.

Pada tahun 1980an di masa kepemimpinan diktator militer Augusto Pinochet hampir seluruh jalur kereta api di Chile ditutup. Ditutupnya jalur membuat banyak armada kereta api mangkrak bahkan dicuri besi dan kayunya untuk dijual dan dijadikan kayu bakar. Saat ini kebanyakan warga Chile lebih memilih bepergian menggunakan mobil ataupun bus.

Kondisi rangkaian koleksinya bisa dibilang sangat terawat. Saluran air, saluran pembuangan, hingga kelistrikan masih dapat berfungsi dengan baik. Jose sendiri berencana untuk menambah koleksi rangkaian keretanya hanya saja dia kekurangan lahan untuk menyimpannya. Selain itu, Jose juga tidak tahu akan dikemanakan koleksinya jika ia sudah tiada. Pasalnya anak-anak Jose tidak memiliki kecintaan pada kereta api seperti ayahnya.

(RED/BTS)

NBC

Tinggalkan komentar...

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

×
%d blogger menyukai ini: