JR West dan Mitsui Ambil Alih Layanan KA Sub Urban Rio de Janeiro

Rangkaian KRL sub urban SuperVia yang dibuat oleh CNR | Wikimedia

[24/8]. Perusahaan konsorsium hasil patungan dua perusahaan Jepang, Mitsui dan JR West, resmi mengambilalih layanan kereta sub urban Rio de Janeiro, SuperVia. Pengambilalihan dilakukan melalui skema pembelian saham mayoritas SuperVia senilai JPY 20 miliar atau sekitar Rp 4 triliun.

Melalui perusahaan konsorsiumnya, Gumi, JR West dan Mitsui menguasai kurang lebih 88% saham SuperVia. Sebelumnya Mitsui sudah membeli 27% saham induk perusahaan SuperVia, Odebrecht Mobilidad pada 2018. Pembelian SuperVia dilakukan melalui skema kredit bersama bank lokal.

Pihak Mitsui sendiri mengatakan ini adalah kali pertama bagi konsorsium Jepang mengambilalih operasional kereta api nasional sebuah negara. Mitsui sendiri mengajak JR West karena pengalamannya mengoperasikan dan memanajemen perusahaan kereta api serta membantu Mitsui untuk mengembangkan bisnis.

SuperVia sendiri mengoperasikan 5 jalur dengan total panjang mencapai 213 kilometer. SuperVia saat ini mengalami kerugian akibat menurunnya jumlah penumpang. Sejak tahun 2000an, jumlah penumpang SuperVia per harinya hanya sekitar 600.000 penumpang dari sebelumnya yang mencapai 1 juta penumpang sebagai dampak dari buruknya manajemen perusahaan, sarana, dan prasarana kereta.

JR West sendiri memperkirakan akan menghabiskan JPY 3 miliar lagi untuk revitalisasi sarana dan prasarana kereta api. SuperVia sendiri mengoperasikan 5 jalur KA sub urban di sekitar Rio de Janeiro dengan panjang total 213 kilometer di mana 164 kilometer sudah dielektrifikasi.

Sarana yang digunakan sendiri adalah KRL dan KRD dengan lebar sepur 1600 milimeter. Termasuk sarana KRL yang disuplai oleh CRRC dan Alstom

(RED/BTS)

Metro Report

loading...

Tinggalkan komentar...

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

×
%d blogger menyukai ini: