Pecinta Kereta Api Jepang Kumpulkan Dana Untuk Selamatkan Lokomotif DD51 di Thailand

Komunitas pecinta kereta api Nagasaki saat berfoto bersama lokomotif DD51 1137 eks Hokutosei di Thailand | KYODO / Japan Times

[25/8]. Apa yang dilakukan pecinta kereta api dari Jepang ini mungkin bisa diikuti oleh pecinta kereta api di Indonesia. Sekelompok pecinta kereta api asal Nagasaki melakukan pengumpulan dana untuk menyelamatkan dua unit lokomotif DD51 yang berada di Thailand.

Komunitas pecinta kereta api asal Nagasaki yang bernama Nagasaki Kisha Kurabu membuka pengumpulan dana dengan target dana yang dikumpulkan sebanyak JPY 1,5 juta pada 11 Agustus lalu. Pengumpulan dana akan dilakukan sampai 31 Oktober mendatang.

Penyumbang dapat menyumbang dana mulai dari JPY 5000 hingga JPY 100.000 dan berkesempatan untuk menempatkan namanya di dalam lokomotif dan berfoto bersama lokomotif DD51 di Nong Pladuk Junction, barat daya Thailand. Kedua lokomotif DD51 yang berada di Thailand ini pertama kali dibuat pada 1975.

Keduanya terakhir kali beroperasi menarik kereta Limited Express Hokutosei sebelum perjalanannya dihentikan pada 2015 lalu. Setelah Hokutosei berhenti beroperasi, keduanya dibeli oleh perusahaan kontraktor Thailand A.S. Associated Engineering Co. pada tahun 2018 untuk membantu pembangunan jalur ganda.

Teknisi Thailand sempat kesulitan untuk menghidupkan lokomotif karena sebagian besar instruksinya ditulis dalam Bahasa Jepang. Sampai akhirnya teknisi Thailand meminta bantuan teknisi dari Myanmar yang juga mengoperasikan lokomotif bekas Jepang.

Namun sayangnya teknisi Jepang melihat operator di Thailand seringkali menyalakan dan mengoperasikan lokomotif secara tidak benar sehingga beresiko akan merusak lokomotif. Nantinya dana yang terkumpul akan digunakan untuk mengirimkan suku cadang dan teknisi dari Jepang untuk memperbaiki dan menyelamatkan kedua lokomotif legendaris ini.

Perwakilan Komunitas Nagasaki KIsha Kurabu Motoyuki Yoshimura berharap kedua lokomotif DD51 eks Hokutosei ini bisa menjadi simbol persahabatan antara Thailand dan Jepang.

(RED/BTS)

Japan Times

loading...

Tinggalkan komentar...

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

×
%d blogger menyukai ini: