Jalur Pintas Cipatat-Cilame Akan Dibangun, Begini Bentuknya

jalur pintas cipatat cilame
Ilustrasi Daop 2 Bandung

(27/8) – Pemerintah akan mengaktifkan kembali jalur kereta api Bogor-Bandung. Saat ini, jalur KA ini sudah aktif hingga Stasiun Ciranjang. Selain itu, pemerintah bersama dengan Kereta Api Indonesia (KAI) juga tengah mereaktivasi ruas Ciranjang-Cipatat sepanjang 15 kilometer. Ruas terakhir, Cipatat-Padalarang, merupakan ruas yang berat dengan gradien 38 permil dengan tanah labil. Untuk mengatasinya, pemerintah akan membangun jalur pintas Cipatat-Cilame.

“Kemudian dalam rangka tembus Bandung, dari Cipatat akan kita buat shortcut dari Cipatat sampai Cilame. Cilame stasiun yang dilewati Argo Parahyangan sekarang. Kenapa nggak sampai Padalarang ke jalur eksisting, karena dari Cipatat sampai Padalarang kalau lewat jalur eksisting terlalu curam,” kata Kepala Balai Teknis Perkeretaapian Wilayah Jawa Bagian Barat, Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Achyar Pasaribu, Senin (26/8) seperti dilansir dari DetikFinance.

Rencananya, jalur pintas ini akan terdiri dari sebuah jembatan dengan taksiran panjang 10 kilometer. Bila jembatan ini terbangun sesuai rencana, maka jembatan ini akan menjadi jembatan kereta api terpanjang di Indonesia.

Ilustrasi jembatan kereta api

Achyar menuturkan, untuk membangun jembatan, studi kelayakan dilakukan pada tahun ini. Lalu, dilanjutkan pembuatan desain tahun 2020 dan pembebasan lahan di 2021. Soal lahan, Achyar menyebut hanya lahan kosong. Selanjutnya, konstruksi dimulai pada 2022. Jika tepat waktu, tahun 2023 atau 2024 jalur kereta dari Bogor ke Bandung bisa tersambung.

Bila jalur pintas Cipatat-Cilame ini terbangun, maka kereta penumpang dengan panjang rangkaian normal (6-10 kereta) dapat beroperasi di ruas Bogor-Padalarang.

Jalur kereta api Bogor-Padalarang merupakan salah satu jalur kereta api tertua di Indonesia. Jalur ini dibangun oleh perusahaan kereta api nasional Hindia Belanda, Staatsspoorwegen, pada tahun 1879 hingga 1884 dan merupakan bagian dari lintas Bogor-Yogyakarta. Jalur ini meneruskan pembangunan dari lintas Jakarta-Bogor yang dibangun oleh Nederlandsch-Indische Spoorweg Maatschappij pada Oktober 1869 hingga Januari 1873, yang diambil alih oleh Staatsspoorwegen pada November 1913.

Jalur ini terkenal dengan tanahnya yang labil sehingga sering terjadi longsoran. Di jalur ini juga terdapat satu buah terowongan yang merupakan terowongan kereta api tertua di Indonesia, yaitu terowongan Lampegan dengan panjang 686 meter. (RED/MPF)

loading...

Muhammad Pascal Fajrin

A kid from yesterday, today

Tinggalkan komentar...

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

×
%d blogger menyukai ini: