Palmerah Memanas (Lagi), Perjalanan KRL Lintas Kulon Hanya Sampai Kebayoran

Polisi yang berjaga di PJL 43 Kompas pasca bentrokan antara polisi dan massa

[30/9]. Stasiun Palmerah kembali memanas. Sore tadi bentrokan antara polisi dan pelajar kembali pecah di perlintasan PJL 43 Kompas dan PJL 41 Pejompongan. Bentrokan pecah sekitar pukul setengah 5 sore. Massa mulai melempari polisi dengan batu dan botol air mineral. Beberapa juga terlihat mencoba menduduki jalur rel. Bentrokan antar keduanya pun tak bisa dihindari.

Petugas gabungan dari Daop 1 Jakarta, KCI, dan Marinir diturunkan untuk menjaga stasiun supaya massa tidak memasuki area stasiun.

Semula KRL dapat melintas di lokasi dengan kecepatan 20 km/jam, namun karena situasi yang semakin tidak kondusif lalu lintas kereta api dari Kebayoran hingga Tanah Abang ditutup pada pukul 16:55. Perjalanan Commuter Line Lintas Kulon dipotong hanya sampai Stasiun Kebayoran.

Sedangkan di Tanah Abang, perjalanan KRL tujuan Parung Panjang dan Rangkasbitung tidak dapat diberangkatkan karena lintas ditutup. Akibatnya penumpukan penumpang terjadi di Stasiun Tanah Abang.

Penumpang tujuan Serpong, Parung Panjang, Maja, hingga Rangkasbitung yang tertahan di Stasiun Tanah Abang | picture by: Izul Al Ahmad

Perjalanan KRL pertama yang dipotong perjalanannya adalah KA 2029 Commuter Line Parung Panjang – Tanah Abang yang dipotong menjadi Parung Panjang – Kebayoran. Di tempat yang terpisah di petak antara Kebayoran dan Pondok Ranji terjadi aksi penimpukan jendela KRL pada perjalanan KA 2016 Commuter Line Tanah Abang – Serpong.

Dua jendela KRL di sisi kanan dan kiri kereta 1 pecah setelah ditimpuk batu oleh orang yang tak dikenal. Akibatnya seorang penumpang mengalami luka akibat terkena serpihan kaca dan dibawa ke pos kesehatan Stasiun Sudimara untuk mendapatkan pertolongan pertama.

Transjakarta bahkan jauh lebih dahulu menutup perjalanan busnya yang beroperasi di seputar Gedung DPR/MPR dan Palmerah. Transjakarta menghentikan, mengalihkan, dan memotong sejumlah relasi bus yang beroperasi di sekitar Gedung DPR/MPR dan Palmerah sejak pagi hari.

Bus yang dihentikan operasionalnya di antaranya adalah 1B Stasiun Palmerah – Tosari, 1F Stasiun Palmerah – Bundaran Senayan, 9E Kebayoran Lama – Grogol, 3F Kalideres – GBK, 8C Tanah Abang – Kebayoran Lama, 9K Kampung Rambutan – Grogol, 5A Kampung Melayu – Grogol, 9D Pasar Minggu – Tanah Abang, dan 9C Pinang Ranti – Bundaran Senayan.

Bus yang rutenya dialihkan di antaranya adalah 10H Blok M – Tanjung Priok, 13C Puri Beta – Tosari, 9 Pinang Ranti – Pluit, dan 9B Pinang Ranti – Kota. Bus yang rute dipotong di antaranya adalah T11 Poris Plawad – Bundaran Senayan, B11 Sumarecon Bekasi – Tosari, S41 Pondok Cabe – Tanah Abang, B21 Bekasi Timur – Grogol, dan 6M Stasiun Manggarai – Blok M.

Tak hanya yang melintas di sekitar Gedung DPR/MPR dan Palmerah, pengalihan juga dilakukan pada relasi bus yang melintas di Patung Arjuna Wiwaha atau Patung Kuda seperti Koridor 1 Blok M – Kota, GR1 Bundaran Senayan – Harmoni, 1A PIK – Balaikota, 6H Lebak Bulus – Senen, DA4 MRT Dukuh Atas – Kota, 1P Bundaran Senayan – Senen, 5A Grogol – Kampung Melayu, 7F Harmoni – Kampung Rambutan, 2 Harmoni – Pulogadung, dan 12B Senen – Pluit.

Perjalanan MRT Jakarta yang di dua demonstrasi sebelumnya lancar-lancar saja kini tidak aman lagi. MRT Jakarta menutup operasional Stasiun Bendungan Hilir setelah kerusuhan meluas hingga ke depan Polda Metro Jaya. Sebelumnya hanya tiga pintu saja yang ditutup sebelum akhirnya stasiun dihentikan operasionalnya pada pukul 10:43 karena situasi yang semakin tak kondusif. Sedangkan untuk perjalanan KA Bandara Soekarno Hatta tetap beroperasi normal seperti biasanya.

(RED/BTS)

loading...

Tinggalkan komentar...

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

×
%d blogger menyukai ini: