Fasilitas Kereta Metro Santiago Rusak Parah Akibat Demo Menentang Kenaikan Harga Tiket

Seorang polisi yang berjaga di stasiun kereta bawah tanah yang dibakar dalam aksi unjuk rasa menentang kenaikan harga tiket kereta bawah tanah | News 18

[23/10]. Keputusan Pemerintah Chile menaikan tarif kereta bawah tanah sebesar 4 persen menyulut demonstrasi besar-besaran yang berakhir ricuh selama seminggu terakhir di ibukota Santiago. Kenaikan tarif ini dianggap memberatkan oleh sebagian besar masyarakat Santiago yang sehari-harinya menggunakan kereta bawah tanah sebagai moda transportasinya.

Demonstrasi berlangsung sejak Jumat kemarin setelah Presiden Sebastian Piñera mengumumkan kenaikan harga tiket kereta bawah tanah sebesar 30 Peso atau sekitar Rp 500 dari yang sebelumnya 800 Peso atau sekitar Rp 15.500 menjadi 830 Peso atau sekitar Rp 16.000 . Para pelajar kemudian turun ke jalan menentang kenaikan harga ini. Bentrokan antara massa dan aparat keamanan tak dapat dihindari.

Massa yang rusuh kemudian merusak dan membakar sejumlah fasilitas umum seperti bus, stasiun, hingga rangkaian kereta.

Pemerintah Chile bahkan sempat menetapkan status darurat nasional di Kota Santiago dan Provinsi Chacabuco akibat kerusuhan ini. Pemerintah Chile kemudian membatalkan kenaikan harga tiket kereta bawah tanah pada hari Minggu kemarin. Akibat kerusuhan ini layanan kereta bawah tanah di Chile dihentikan total untuk pertama kalinya pada 19 dan 20 Oktober lalu.

Lintas 1 yang merupakan lintas tersibuk di Santiago operasionalnya dibuka hanya sebagian pada Senin akibat dibakarnya Stasiun San Pablo dan rangkaian kereta yang stabling di stasiun. Sedangkan layanan kereta di lintas lainnya ditutup hingga Selasa.

Sebanyak 21 stasiun dibakar dalam kerusuhan ini di mana 9 stasiun terbakar sepenuhnya dan 13 lainnya terbakar sebagian, 41 stasiun mengalami kerusakan berat, dan 17 stasiun mengalami kerusakan ringan.

Berdasarkan laporan resmi dari Pemerintah Chile, sebanyak 156 polisi dan 11 warga terluka dalam kerusuhan ini serta sebanyak 300 orang ditahan. Sejumlah ahli berpendapat demonstrasi ini merupakan puncak gunung es dari masalah kemiskinan dan kesenjangan ekonomi yang terjadi di Chile saat ini.

(RED/BTS)

Railjournal | Tele Sur | News 18

Tinggalkan komentar...

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

×
%d blogger menyukai ini: