Prototipe Shinkansen Seri N700S “Supreme” Jalani Ujicoba

Rangkaian Shinkansen N700S saat di Bengkel Hamamtsu | Foto: Dr.Yellow, Wikimedia Commons

[31/10] Kabar gembira kali ini tiba dari dunia perkeretaapian Jepang. Pasalnya, prototipe Shinkansen Seri N700S “Supreme” akhirnya menjalani ujicoba publik juga.

Dilansir dari Mainichi, ujicoba lintas ini dilakukan pada tanggal 30 Oktober kemarin. Ujcoba lintas ini dilakukan di lintas Tokaido Shinkansen antara Tokyo hingga Toyohashi. Berdasarkan keterangan pihak Central Japan Railway Company (JR Central), Shinkansen Seri N700S ini didesain agar lebih nyaman dibanding Shinkansen Seri N700A yang telah berdinas dari 2013 lalu.

Kursi Green Car di Rangkaian Seri N700S. Selain dilengkapi colokan listrik di armrest, kursi ini juga dilengkapi dengan lampu baca | Foto: Mainichi

Selain lebih nyaman, setiap kursi Shinkansen Seri N700S ini juga dilengkapi dengan colokan listrik, ditambah dengan layanan Wi-Fi gratis. Selain itu, juga terdapat lebih banyak kamera CCTV di dalam setiap kereta. Jumlah kamera ini ditingkatkan dari dua unit per kereta menjadi enam unit per kereta.

Peningkatan pada fasilitas tidak berhenti sampai sini. Selain kursi dan peningkatan jumlah CCTV, juga terdapat peningkatan di fasilitas sistem informasi, di mana layar sistem informasi ini dibuat lebih besar dari Shinkansen sebelumnya. Sementara itu, juga terdapat fasilitas untuk difabel di kereta nomor 11 berupa dua ruang kursi roda.

Display interior yang berukuran lebih besar dibanding Shinkansen sebelumnya | Foto: Mainichi

Sementara itu, di sisi kelengkapan teknis, kereta Shinkansen generasi baru ini juga diberi beberapa peningkatan. Seperti misalkan sistem ATC dan pengereman yang lebih baik untuk pengereman saat gempa. Selain itu, Shinkansen Seri N700S menjadi KA Cepat pertama yang mempunyai baterai cadangan berjenis Lithium-Ion. Baterai ini berfungsi untuk menggerakkan rangkaian dalam keadaan darurat seperti pada saat terhenti di terowongan ataupun jembatan.

Pada saat ujicoba Juni lalu, rangkaian ini berhasil mencapai rekor kecepatan 360 km/jam. Meskipun demikian, pada saat operasi yang rencananya Juli 2020 nanti, kecepatan maksimumnya masih ditarget 285 km/jam. (RED/IHF)

—————–

Terima kasih sudah mempercayakan kami sebagai referensi berita perkeretaapian Anda. Dengan misi sebagai media perkeretaapian yang independen dan faktual, RE Digest hingga saat ini beroperasi dengan biaya pribadi dari masing-masing Tim REDaksi.

Oleh karena itu, kami meminta sedikit bantuan: hanya dengan Rp 5000 tiap bulannya, Anda sudah membantu kami untuk tetap beroperasi dan menjadi lebih baik. Sampaikan dukungan dan donasi Anda melalui link Trakteer kami di bawah ini.

donasi Trakteer

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

×