Selamat Berdinas Armada Transjakarta Zhongtong Operator Perum PPD!

Bus Transjakarta Zhongtong operator PPD bersanding dengan Hino RK8 operator PPD

[11/10] Sebuah penantian yang amat lama di kalangan penggemar bus Transjakarta akhirnya berakhir sudah. Pasalnya, bus Zhongtong operator Perum PPD yang telah dinanti-nantikan akhirnya berdinas juga, yang disambut dengan antusiasme tinggi dari para penggemarnya. Sejatinya armada Transjakarta dengan jenis lengkap Zhongtong LCK6180GC ini adalah armada yang telah tiba di Indonesia sejak akhir 2016 lalu dengan jumlah total 59 unit. Namun dikarenakan masalah administrasi, armada ini baru dapat berdinas Oktober tahun ini.

Pada debut kedinasannya, armada ini mulai berdinas di Koridor 1, 3, 5, 10, dan 7C. Dengan total armada yang dikeluarkan pada saat debutnya adalah sekitar 21 unit. Akan tetapi, belum semuanya yang dapat dilacak di aplikasi Trafi sehingga cukup “seru” untuk diburu. Untuk nomor lambung, armada Zhongtong ini meneruskan penomoran bus PPD sebelumnya, dengan memulai dari PPD-0705 hingga PPD-0763. Tim REDaksi pada kali ini berkesempatan menjajal armada jenis ini di Koridor 5 dan Koridor 1, dan juga bertemu di Koridor 7C.

Perbedaan dengan Zhongtong pendahulu

existingzhongtong
Bus Zhongtong LCK6180GC bukanlah barang baru di Transjakarta. Sebelumnya PT Transjakarta dan Perum DAMRI juga telah lebih dulu mengoperasikan armada jenis ini | Foto: Fotografi Bus Ibukota

Sebelum Perum PPD, sudah ada PT Transjakarta dan Perum DAMRI yang telah mengoperasikan bus Zhongtong, dengan Perum DAMRI menjadi operator yang pertama. Dengan perbedaan tahun yang jauh, tentu saja terdapat perbedaan kentara yang dimiliki antara armada Zhongtong yang terdahulu, dengan yang terbaru.

Dari segi interiornya sendiri ada perbedaan dengan bus Zhongtong yang dioperasikan oleh PT Transjakarta maupun Perum DAMRI. Pada armada Zhongtong operator PT Transjakarta dan Perum DAMRI, kursi yang digunakan adalah kursi bucket seat plastik. Sedang pada armada bus Zhongtong yang dioperasikan Perum PPD, kursi yang digunakan memang masih kursi plastik, tetapi telah dilengkapi lapisan busa tipis dengan logo Transjakarta.

Corak interior Zhongtong operator Perum PPD juga dominan kuning di tiang pegangan dan biru di lantai, sedangkan corak interior Zhongtong operator PT Transjakarta dan Perum DAMRI dominan tidak dicat di tiang pegangan, dan abu-abu di lantai. Selain itu, pada langit-langitnya dilengkapi TV yang meski demikian belum dinyalakan saat pertama berdinas.

Bangku belakang armada Zhongtong operator Perum PPD

Sedangkan untuk susunan bangku bus Zhongtong yang dioperasikan oleh PT Transjakarta dan Perum DAMRI ditempatkan seluruhnya menghadap samping. Sedangkan pada bus  Zhongtong yang dioperasikan oleh Perum PPD, susunan bangkunya hibrid. Di mana bangku bagian belakang menghadap samping, sedang bangku bagian ruang khusus wanita menghadap depan. Akan tetapi, berdasarkan informasi yang Tim REDaksi peroleh, beberapa unit seperti PPD-0743 dan PPD-0730 justru bangku bagian ruang khusus wanitanya menyamping.

Tampak interior di bagian persambungan…
zhongtonginterior2
…Dan di bagian ruang khusus wanita Zhongtong operator Perum PPD. Pada armada PPD-0726, kursi di bagian ini menyamping.

Tampilan pada eksterior juga berbeda. Berbeda dengan armada Zhongtong operator PT Transjakarta dan Perum DAMRI yang diwarnai dengan livery oranye-merah, bus Zhongtong PPD diwarnai dengan livery warna biru yang mirip dengan livery armada Transjakarta keluaran 2017 ke atas. Meski demikian, warna biru yang digunakan lebih muda dibandingkan dengan livery armada Transjakarta keluaran 2017 ke atas.

Penampilan eksterior armada Transjakarta Zhongtong operator PPD.

Selain pada livery, juga terdapat perbedaan pada spionnya. Armada Zhongtong operator PT Transjakarta dan Perum DAMRI mempunyai spion tanduk di sebelah kiri atas dan spion kecil di sebelah kanan bawah. Sedangkan pada armada Zhongtong operator Perum PPD, spionnya keduanya berada di kanan atas, meski ukurannya juga lebih kecil dari spion tanduk di sebelah kiri.

Untuk nomor lambung, armada Zhongtong operator Perum PPD mempunyai kombinasi yang menarik. Nomor lambung di interior justru berukuran sangat besar. Sedang nomor lambung di eksterior ukurannya malah kecil seperti nomor lambung interior Transjakarta pada umumnya.

Nomor lambung interior yang ukurannya amat besar
Nomor lambung eksterior yang malah berukuran kecil. Menariknya, stiker yang digunakan model yang umum digunakan di nomor lambung interior

Selain itu, pintu pengemudi juga menggunakan pintu swing ke dalam seperti pada armada Transjakarta keluaran 2017 ke atas dan armada Scania gandeng Transjakarta keluaran 2015-2016. Bukan lagi pintu model geser ke luar seperti pada armada Zhongtong operator PT Transjakarta dan Perum DAMRI.

Akan tetapi, perbedaan-perbedaan tersebut tidak berlaku untuk salah satu armada Zhongtong operator Perum PPD. Armada dengan nomor lambung PPD-0763 (Saat ini masih belum berdinas) mempunyai ciri interior dan eksterior yang sama dengan armada Zhongtong operator PT Transjakarta dan Perum DAMRI. Satu-satunya pembeda adalah pada livery yang mengikuti livery armada Zhongtong operator PPD.

Armada Transjakarta PPD-0763 saat belum diberi nomor lambung

Dengan berdinasnya armada Zhongtong operator Perum PPD ini, maka berakhirlah sudah jalan panjang yang telah ditempuh selama ini. Semoga armada ini semakin bertambah jumlahnya, dan bisa membuktikan dirinya kalau mereka tetap handal! (RED/IHF)

loading...

Tinggalkan komentar...

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

×
%d blogger menyukai ini: