KAI Tawarkan Kereta Bekas ke Kamboja dan Afrika

krl seri 6000
KRL seri 6000 rangkaian 6101F saat baru selesai diturunkan di Stasiun Pasoso, 2016

[19/11]. Setelah sebelumnya mengirimkan sarana kereta baru, Indonesia (dalam hal ini: KAI-red) berencana untuk menjual sarana kereta bekas ke luar negeri. Kabar mengenai rencana tersebut, Dirut KAI Edi Sukmoro membenarkan kabar tersebut.

Edi mengatakan saat ini pihaknya tengah menjajaki penjualan sarana kereta bekas ke beberapa negara seperti Kamboja dan negara-negara di Afrika. Dipilihnya negara tersebut karena KAI dan sejumlah BUMN lainnya seperti WIKA, Adhi Karya, dan INKA sedang menggarap proyek di sana.

Sebanyak 672 sarana kereta yang berusia di atas 30 tahun seperti kereta penumpang, kereta makan, kereta pembangkit, dan kereta bagasi ditawarkan untuk dijual. Meski bekas, Edi mengatakan sarana yang akan dijual diperbaiki dahulu sebelum dikirim.

Perbaikan dan modifikasi akan dilakukan pada sarana yang akan dijual supaya bisa dioperasikan di negara tujuan. Misalnya Kamboja yang memiliki lebar sepur 1000 mm berbeda dari Indonesia yang memiliki lebar sepur 1067 mm. Penjualan sarana bekas ke luar negeri dilakukan KAI untuk memperbaharui sarana kereta yang dimilikinya.

Nantinya uang yang didapat dari penjualan sarana bekas akan digunakan untuk pembelian kereta dan gerbong baru, peremajaan penumpang lama, pembaharuan lokomotif dan KRD, dan lain sebagainya.

(RED/BTS)

Kumparan

loading...

Tinggalkan komentar...

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

×
%d blogger menyukai ini: