KCI Ubah Jadwal KRL Cikarang dan Maja, Jalur Bogor Makin Nestapa dan Kekurangan KRL SF10

Ilustrasi KRL Commuter Line yang formasinya dipotong menjadi SF8 dari aslinya SF10

(6/12) – Setelah gelombang protes dari pengguna KRL Commuter Line sejak Senin (2/12) lalu, Kereta Commuter Indonesia (KCI) akhirnya mengubah jadwal KRL pada beberapa lintas pelayanan KRL mulai Kamis (5/12). Revisi jadwal perjalanan ini sebagai bentuk tindak lanjut dari keluhan penumpang akan jadwal yang tidak bersahabat.

Jalur pertama yang jadwalnya diubah yaitu jalur Bekasi-Cikarang. Pada jalur yang sebelumnya menambah banyak perjalanan via Pasar Senen ini, keberangkatan pagi ke Jakarta Kota via Manggarai akhirnya ditambah. Ini dikarenakan sebelumnya terdapat dua keberangkatan via Pasar Senen berturut-turut sementara mayoritas penumpang mengarah ke Manggarai.

Selain itu, jadwal KRL terakhir tujuan Cikarang juga dibuat lebih malam. KRL tujuan Cikarang terakhir kini dilayani oleh KA 1450 pemberangkatan Jakarta Kota pukul 21:24 dan tiba di Bekasi pukul 22:32. KA 1450 kemudian berganti nomor menjadi KA 1502 yang berangkat dari Bekasi pukul 22:58 dan tiba di Cikarang pukul 23:26.

KCI juga menambah jumlah rangkaian KRL SF12 dan SF10 untuk jalur Cikarang. Sebelumnya jalur ini dilayani 6 KRL SF12, 4 KRL SF10, dan 5 KRL SF8. Kini jalur Cikarang dilayani 7 KRL SF12, 6 KRL SF10, dan 2 KRL SF8.

Perubahan jadwal juga terjadi di jalur Rangkasbitung. Kini KRL terakhir tujuan Maja juga dibuat lebih malam dari sebelumnya. KRL tujuan Maja terakhir dilayani oleh KLB 10346 yang berangkat dari Tanah Abang pukul 22:50 dan tiba di Maja pukul 00:12.

Rangkaian panjang berkurang, semakin nestapa untuk jalur Bogor

KRL seri 6000 SF10 rangkaian 6108F sebagai KA 1767-1768 Bogor-Jatinegara di hari pertama GAPEKA 2019

Selain itu, perubahan jadwal juga dilakukan di jalur Bogor. Namun perubahan jadwal hanya sebatas pemindahan stabling siang rangkaian yang digunakan pada KA 1604-1165 dan KA 1082-1811. Pemindahan stabling ini dilakukan untuk mengakomodir perawatan rangkaian KRL dan pertukaran rangkaian KRL antara jalur Bogor-Cikarang-Rangkasbitung.

Sayangnya, jumlah rangkaian panjang di jalur Bogor justru berkurang alih-alih bertambah. Hal ini diakibatkan penambahan rangkaian SF10 dan SF12 di jalur Cikarang, sehingga KRL-KRL SF8 yang tergantikan itu dialihkan ke jalur Bogor.

Sebelumnya jalur Bogor dilayani 17 KRL SF12, 11 KRL SF10, dan 17 KRL SF8. Namun setelah perubahan jadwal, jalur Bogor dilayani 17 KRL SF12, 9 KRL SF10, dan 19 KRL SF8. Hal ini tak ubahnya pada saat awal pemberlakuan GAPEKA 2017 yang lalu. Saat itu, jalur Bogor memiliki 13 KRL SF12, 7 KRL SF10, dan 21 KRL SF8.

Perjalanan KRL Bogor-Jatinegara yang sempat diprogramkan menggunakan KRL SF10 pada 1 Desember 2019 lalu. Kini perjalanan ini menggunakan KRL SF8.

Pengurangan jumlah KRL SF10 ini berimbas pada beberapa perjalanan yang merupakan breakthrough karena pertama kali dilakukan pada GAPEKA 2019. Jika sebelumnya terdapat sejumlah perjalanan KRL relasi Bogor-Jatinegara yang menggunakan KRL SF10, kini perjalanan tersebut berubah menggunakan KRL SF8. Sementara di jalur Cikarang, perjalanan via Pasar Senen yang menggunakan KRL SF10 justru tetap ada dan bahkan bertambah.

Padahal, masalah yang dihadapi kedua relasi (Bogor/Depok-Jatinegara dan Cikarang/Bekasi-Jakarta Kota via Pasar Senen) itu sama, yaitu peron Stasiun Kemayoran yang tidak cukup menampung KRL SF10. Meskipun demikian, pengguna KRL sudah mengerti dan bergeser ke kereta yang mendapat peron pada saat akan turun maupun naik di Stasiun Kemayoran.

Selain itu, tidak ada perubahan berarti pada headway KRL. Di peak hour pagi, masih terdapat celah antara dua KRL sejauh 23 menit akibat pembatalan perjalanan KA 1537 dan 1617, yang sejak awal pemberlakuan GAPEKA 2019 memang tidak pernah dijalankan. Sehingga penumpang KRL semakin menumpuk di stasiun-stasiun lintas Bogor akibat waktu tunggu yang terlalu renggang dan semakin banyak KRL SF8.

Daftar rangkaian KRL SF12 dan SF10 yang mengalami pemotongan formasi rangkaian, per Jumat (6/12)

Tidak diketahui apa pertimbangan KCI dalam membuat jadwal KRL jalur Bogor di mana KRL yang bersiang di dipo lebih banyak sehingga headway KRL menjadi lebih renggang bahkan pada peak hour. Namun, penggunaan lebih banyak KRL SF8 di jalur Bogor diakibatkan oleh pemotongan stamformasi rangkaian KRL SF12 dan SF10 menjadi SF8 yang masih terus dilakukan dan jumlahnya semakin bertambah. Selain itu, KCI juga masih belum mengoperasikan KRL SF12 di jalur Rangkasbitung.

Sayangnya, belum ada informasi jelas kapan rangkaian-rangkaian KRL SF12 dan SF10 yang dipotong menjadi SF8 tersebut akan dinormalisasi. Padahal, percepatan normalisasi akan dapat menolong penumpukan penumpang yang terjadi akibat headway yang renggang. (RED)

Tinggalkan komentar...

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

×
%d blogger menyukai ini: