Pemprov NTT Berencana Bangun Jalur KA Antar Negara

Pos perbatasan Indonesia-Timor Leste di Atambua, Belu, NTT | Lamhot Aritonang / Detik Travel

[10/12]. Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) berencana untuk membangun jalur kereta api antar negara yang menghubungkan Indonesia dan Timor Leste. Rencana tersebut disampaikan oleh Gubernur NTT Viktor Laiskodat dalam wawancara dengan Kompas.com pada Selasa (10/12).

Viktor mengatakan saat ini proyek jalur KA antar negara ini sedang dalam tahap studi kelayakan yang dilakukan oleh Kementerian Pertahanan bersama Kementerian Perhubungan. Nantinya jalur KA antar negara ini akan menghubungkan ibukota Provinsi NTT, Kupang, dengan ibukota negara Timor Leste, Dili sejauh 400 kilometer.

Viktor berpendapat hubungan bilateral dengan Timor Leste akan jadi lebih baik dengan kereta api. Dirinya juga berpendapat walaupun Timor Leste adalah negara yang kecil namun tetap harus memiliki jalur kereta api.

Untuk pembangunannya sendiri Viktor mengatakan akan melibatkan kedua belah negara. Sedangkan untuk anggarannya sendiri, Viktor masih belum bisa memastikan berapa besarannya.

Viktor berharap dengan hadirnya jalur kereta api yang menghubungkan Pulau Timor itu dapat memperlancar arus barang dan penumpang antar kedua negara. Jika benar terwujud, maka jalur Kupang – Dili akan menjadi jalur kereta api internasional pertama yang dimiliki Indonesia.

(RED/BTS)

—————–

Terima kasih sudah mempercayakan kami sebagai referensi berita perkeretaapian Anda. Dengan misi sebagai media perkeretaapian yang independen dan faktual, RE Digest hingga saat ini beroperasi dengan biaya pribadi dari masing-masing Tim REDaksi.

Oleh karena itu, kami meminta sedikit bantuan: hanya dengan Rp 5000 tiap bulannya, Anda sudah membantu kami untuk tetap beroperasi dan menjadi lebih baik. Sampaikan dukungan dan donasi Anda melalui link Trakteer kami di bawah ini.

donasi Trakteer

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

×