Pecinta Kereta Api di Saitama Beli Lokomotif Langsir dan Dipajang di Halaman Rumahnya

Halaman rumah Yoichi Dobashi yang disulap menjadi diorama perlintasan kereta api lengkap dengan 1 unit lokomotif langsir | Japanese Train

[1/2]. Cara pecinta kereta api mengekspresikan kecintaannya kepada kereta api memang tidak ada habisnya. Dari mulai yang paling murah seperti ngelintas atau joyride hingga yang paling “sultan” seperti mengoleksi diorama atau bahkan kereta aslinya.

Inilah yang dilakukan oleh seorang pecinta kereta api Yoichi Dobashi. Ia membeli 1 unit lokomotif langsir eks JR Freight dan memajangnya di halaman rumahnya di Saitama, Jepang. Yoichi sendiri merupakan seorang pecinta kereta api “spesialis” jalur mati.

Tak hanya lokomotif, ia juga membangun jalur rel kecil di halaman rumahnya serta membeli satu set palang perlintasan dan persinyalan elektrik. Lokomotif langsir yang ia beli dibuat oleh pabrikan Kyosan Kogyo pada 1976 dengan berat kosong sebesar 10 ton.

Yoichi Dobashi saat berfoto bersama lokomotif langsir yang dipajang di halaman rumahnya | Japanese Trains

Lokomotif tersebut diproduksi sebanyak 15 unit untuk Japan National Railway yang kemudian dialihkan kepemilikiannya kepada JR Freight setelah swastanisasi. Sebelum dibeli oleh Yoichi, lokomotif ini sebelumnya bertugas di Dipo JR Freight Hokuriku.

Hmm barangkali buat kalian pecinta kereta api berdompet sultan ingin mencoba mengikuti jejak Yoichi Dobashi?

(RED/BTS)

Japanese Trains

—————–

Terima kasih sudah mempercayakan kami sebagai referensi berita perkeretaapian Anda. Dengan misi sebagai media perkeretaapian yang independen dan faktual, RE Digest hingga saat ini beroperasi dengan biaya pribadi dari masing-masing Tim REDaksi.

Oleh karena itu, kami meminta sedikit bantuan: hanya dengan Rp 5000 tiap bulannya, Anda sudah membantu kami untuk tetap beroperasi dan menjadi lebih baik. Sampaikan dukungan dan donasi Anda melalui link Trakteer kami di bawah ini.

donasi Trakteer

Tinggalkan komentar...

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

×
%d blogger menyukai ini: