Kirow Multi Tasker KRC 800N, Railway Crane Tercanggih di Pulau Jawa

Telescopic Railway Crane Kirow KRC800 N di Sinyal Masuk Stasiun Waruduwur
Kirow Multitasker KRC800 N di Sinyal Masuk Stasiun Waruduwur

Kirow Multi Tasker KRC800N merupakan sarana kereta crane teleskopik milik Direktorat Jenderal Perkeretaapian. Sarana ini merupakan sarana milik negara yang digunakan sebagai sarana penolong apabila terjadi kecelakaan kereta api maupun pemindahan rintang jalan kereta api. Kereta ini berjumlah dua set dengan tambahan NNW dan NNKW sebagai sarana pengangkut perlengkapan crane dan petugas crane. Kereta crane KRC800N dan perlengkapannya berada di dua tempat yakni di Solo dan Bandung dengan rincian sebagai berikut :

  1. Dipo Crane Solo : SC 3 05 01 (Kirow Multi Tasker KRC800N), NNKW 30 10 01 (gerbong datar untuk menyimpan perlengkapan berat crane) dan NNW 085 01 (sarana penumpang untuk menyimpan perlengkapan petugas dan mengangkut petugas ke lapangan).
  2. Dipo Lokomotif Bandung : SC 3 05 02 (Kirow Multi Tasker KRC800N), NNKW 30 10 02 (gerbong datar untuk menyimpan perlengkapan berat crane), dan NNW 085 02 (sarana penumpang untuk menyimpan perlengkapan petugas dan mengangkut petugas ke lapangan).
Gerbong NNKW dan Kereta NNW Sebagai Pelengkap Kirow Multitasker KRC 800N | Sumber: Muhammad Alif Asta Jaya
Gerbong NNKW dan Kereta NNW Sebagai Pelengkap Kirow Multi Tasker KRC 800N | Foto: Muhammad Alif Asta Jaya
Pabrik Kirow Leipzig AG (Kirow Ardelt GmbH) di Jerman | Sumber : Kirow
Pabrik Kirow Leipzig AG (Kirow Ardelt GmbH) di Jerman | Foto : Kirow

Telescopic Railway Crane Kirow Multi Tasker KRC800N merupakan sarana yang dibuat oleh Kirow Leipzig AG (sekarang Kirow Ardelt GmbH) yang bertempat di Leipzig, Jerman. Kereta ini memiliki panjang 13000 mm, lebar sekitar 2750 mm dan tinggi 3700 mm. Kereta crane ini memiliki gauge 1067 mm ditunjukkan oleh huruf N setelah angka tipe yang menunjukkan kereta tersebut didesain untuk narrow gauge. Berat total kereta crane ini adalah 110 ton pada saat membawa beban sedangkan saat tidak membawa beban berat kereta ini adalah 90 ton dengan axle load sebesar 140 kN atau 14,726 Ton. Kereta ini dilengkapi dengan alat perangkai (coupler) tipe AAR No. 10.

Gambar Teknis Kirow KRC 800N │ Sumber : PT KAI
Gambar Teknis Kirow Multi Tasker KRC 800N │ Sumber : PT KAI

Struktur kereta ini dibagi menjadi dua yakni superstructure dan undercarriage. Superstructure terdiri dari bagian kabin, slewing telescopic boom, telescopic counter weight, mesin diesel, elektrikal kereta, pompa hidrolik, dan peralatan derricking. Undercarriage terdiri dari bogie, propping base, coupler, dan lain-lain. Namun, pada kereta crane ini antara superstructure dan undercarriage tidak terdapat automatic superelevation compensation system yang berfungsi sebagai penyeimbang atau mendatarkan posisi superstructure sehingga kereta ini tetap bisa beroperasi pada tikungan tanpa adanya permasalahan sehingga sangat berpaku pada kekuatan propping base. Selain itu, terdapat one slewing ring untuk superstructure melakukan slewing (putaran) hingga 360°.

 

 Diagram Skematik Superelevation Compensation│ Sumber : Kirow
Diagram Skematik Superelevation Compensation │Foto : Kirow
Bogie Kirow Railway Crane | Sumber : Rhomberg Sersa Rail Holding GmbH
Bogie Kirow Railway Crane | Foto : Rhomberg Sersa Rail Holding GmbH

Kereta ini memiliki delapan gandar yang dibagi dalam empat buah bogie susunan roda [(1A-1A)]-[(A1-A1)]. Roda dengan kode “1” adalah roda idle atau roda tak berpenggerak sedangkan roda dengan kode “A” adalah roda yang dilengkapi dengan travelling gear atau roda berpenggerak yang terhubung dengan transmisi hidrostatik. Radius lengkung minimum kereta ini adalah 80 meter. Setiap bogie dilengkapi dengan spring blocking cylinders yang membatasi beban pada leaf spring agar tidak patah. Selain itu, kereta ini dilengkapi dengan dua sistem pengereman. Sistem pengereman yang pertama adalah sistem pneumatic dari Knoor Bremse dengan tipe KE-GP-mZ (D)-4 x 10” dan sistem pengereman yang kedua adalah disk brakes untuk setiap roda.

Spring Blocking Cylinders dan Disk Brakes pada Bogie Kereta Crane Kirow | Sumber : Kirow
Spring Blocking Cylinders dan Disk Brakes pada Bogie Kereta Crane Kirow | Foto : Kirow
Kiri : Instalasi Mesin dan Peralatan Lainnya pada Bagian Superstructure di Pabrik Kirow | Sumber : Robbert Gommlich
Kiri : Instalasi Mesin dan Peralatan Lainnya pada Bagian Superstructure di Pabrik Kirow | Foto : Robbert Gommlich
Penutup Instalasi Hidrolik Mekanikal yang Terbuka pada Kirow KRC800N | Sumber : Muhammad Alif Asta Jaya
Penutup Instalasi Komponen Crane yang Terbuka pada Kirow Multi Tasker KRC800N | Foto : Muhammad Alif Asta Jaya

Kereta ini dilengkapi oleh mesin diesel tipe Cummins QSB 5.9-C 240 dengan enam silinder dengan output sebesar 175 kW/1800 rpm yang terpasang di sisi samping kiri kereta. Kereta ini menggunakan pompa hidrolik untuk menggerakkan boom dan peralatan mekanik lainnya. Kecepatan maksimum kereta crane saat bergerak sendiri ketika membawa beban maupun tidak membawa beban adalah 30 km/j sedangkan pada saat dibawa dengan menggunakan lokomotif kecepatan maksimum adalah 100 km/j. Kereta ini juga dilengkapi generator 28V 80A untuk pasokan listriknya.

Proses pengoperasian khusus untuk crane oleh anggota regu crane di lokasi terdiri dari beberapa tahapan yakni :

    1. Pembuatan tatakan atau pondasi stapling crane
    2. Mempersiapkan crane seperti penyetelan counterweight, propping base, dll.
    3. Pemasangan sling pada objek yang diangkat.
    4. Proses pengangkatan dan pemindahan sesuai komando.

Area proses penanggulangan kecelakaan kereta api oleh crane harus dalam kondisi steril. Area tersebut harus disterilisasi menggunakan garis pembatas dan dijaga oleh aparat keamanan yang berwenang dan tidak boleh masuk area tanpa izin dari koordinator. Sehingga regu crane dapat berkonsentrasi penuh, serta kelancaran, keselamatan dan keamanan selama proses penanggulangan bisa terjamin.

Lifting capacities pada crane harus memperhatikan variabel utama agar maksimal dalam mengangkat/memindah dan aman dalam proses yaitu :

  1. Tumpuan dan jarak antar propping base
  2. Sudut slewing (putaran)
  3. Radius Outreach Beyond Buffer/Coupler (jangkauan melampaui buffer/coupler)
Propping Base pada Kereta Crane Kirow | Sumber : Kirow
Propping Base pada Kereta Crane Kirow | Foto : Kirow

Propping base adalah alat penyangga pada kereta crane dan digunakan sebagai penahan beban. Propping base berfungsi menyangga crane agar stabil pada saat operasional dan menyesuaikan berat crane pada saat mengangkat atau memindahkan suatu beban tertentu. Kirow Multi Tasker memiliki empat propping base.  Propping base terpasang pada struktur undercarriage. Fasilitas propping pada Kirow Multi Tasker KRC800N dibagi menjadi tiga base bukaan dengan perumusan yaitu lebar propping base kanan dan kiri x jarak propping base depan dan belakang yaitu :

  • Base 1 : 3,0 m x 10,6 m
  • Base 2 : 4,5 m x 10,0 m
  • Base 3 : 5,9 m x 8,3 m

Meskipun membutuhkan propping base, kereta ini dapat mengangkut beban tanpa butuh dukungan propping base (free on wheels). Jika beban maksimum yang dapat diangkat dengan dukungan propping base adalah 100 ton, maka beban maksimum yang dapat diangkat ketika crane pada posisi free on wheels adalah 78 ton.

Telescopic Counterweight (belakang) dan Telescopic Boom (memanjang ke atas) pada Kirow KRC800N
Telescopic Counterweight (memanjang ke arah belakang) dan Telescopic Boom (memanjang ke arah atas) pada Kirow KRC800N

Fitur penting lainnya dalam crane ini adalah telescopic counterweight (pemberat) dan telescopic boom. Telescopic counterweight merupakan pemberat yang terdapat di belakang crane dan penopang pemberatnya menyatu dengan superstructure. Lengan counterweight dapat diperpanjang. Radius panjangnya mulai dari 5,0 meter hingga 10,0 meter. Beban yang diinginkan sebagai pemberat dapat diatur dengan beban maksimum yakni 40 ton yang terdiri dari dua pemberat dengan berat 20 ton. Pemberat dapat dilepas dan disimpan pada gerbong NNKW. Selain untuk pemberat, counterweight juga digunakan sebagai pengganti propping base yang berfungsi sebagai penyetabil saat mengangkut beban pada tempat dengan radius kecil seperti di bawah instalasi listrik aliran atas, tempat yang hanya mengaplikasikan satu propping base saja atau pada posisi free on wheels.

Telescopic boom pada kereta ini dapat dipanjangkan hingga 19 meter dan diangkat hingga ketinggian 18 meter. Setiap melakukan perpanjangan dan pertinggian telescopic boom, kapasitas angkut beban akan berbeda. Telescopic boom dapat bekerja pada posisi horizontal dengan memperpanjang atau memperpendek telescopic boom hingga titik yang diinginkan atau dikenal sebagai outreach beyond buffer/coupler. Ini dilakukan apabila kereta sedang melakukan operasional dengan radius kerja yang kecil seperti di bawah instalasi listrik aliran atas, terowongan, dll.

Penjelasan Tentang Lifting Capacities pada Crane Kumbokarno yang Menjadi Patokan Operasional Crane Kirow | Sumber : PT KAI
Penjelasan Tentang Lifting Capacities pada Crane Kumbokarno yang Menjadi Patokan Operasional Crane Kirow | Foto : PT KAI
Grafik Kapasitas Kerja dan Daya Angkat Kirow Multi Tasker KRC800N | Sumber: Kirow
Grafik Kapasitas Kerja dan Daya Angkat Kirow Multi Tasker KRC800N | Foto: Kirow

Sudut slewing, radius dan outreach beyond buffer/coupler (perpanjangan telescopic boom) merupakan kesatuan yang tak dapat terpisahkan dalam perumusan pengangkatan beban. Ketika kereta crane ini ingin memutar atau slewing dengan membawa beban, telescopic counterweight (pemberat) harus disesuaikan sudut dan panjangnya dengan telescopic boom (alat derek) serta kekuatan propping base (jika menggunakannya) . Radius pekerjaan juga harus dihitung dengan cermat agar kereta tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Untuk itu, kereta ini telah dilengkapi dengan Electronic Load Moment Limitation System. Sistem ini dapat memberhentikan kerja crane secara otomatis apabila crane telah menyentuh kondisi overload. Namun, radius maksimum sudut slewing, tinggi telescopic boom, dan counterweight dapat diatur oleh pengemudi lewat sistem kontrol elektronik yang telah terintegrasi.

Sistem Kontrol Kirow KRC800N pada Kabin Pengemudi │ Sumber : PT KAI
Sistem Kontrol Kirow KRC800N pada Kabin Pengemudi │ Foto : PT KAI
Gambaran Umum Kirow Multi Tasker KRC800 | Sumber: Kirow
Gambaran Umum Kirow Multi Tasker KRC800 | Foto: Kirow

Dengan fitur-fitur yang canggih, waktu persiapan lebih cepat yakni minimal 30 menit dan kapasitas angkut beban hingga 100 ton (untuk mengangkat lokomotif harus menggunakan dua crane) menjadikan Kirow KRC800N milik Direktorat Jenderal Perkeretaapian sangat handal dan dapat digunakan selain untuk evakuasi kecelakaan kereta api. Kereta ini dapat digunakan untuk melakukan penggantian wesel rel kereta api, melakukan penggantian konstruksi jembatan, track laying, dll.

Kirow Multi Tasker KRC1000 Membawa Struktur Jembatan Untuk Memodel Ulang Jalur Shinkansen di Stasiun Shinagawa | Sumber: りものニュース
Kirow Multi Tasker Milik JR Central Membawa Struktur Jembatan Untuk Memodel Ulang Jalur Shinkansen di Stasiun Shinagawa | Foto: りものニュース

Sumber :
Brosur Kirow Leipzig AG

Brosur Kirow Kraunion GmbH

Brosur Kirow Multi Tasker

PT KAI

Direktorat Jenderal Perkeretaapian

(RED/rnovanto)

Tinggalkan komentar...

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

×
%d blogger menyukai ini: