Subsidi MRT, LRT, dan TransJakarta Diusulkan Dipotong sebesar 50%

Ilustrasi kereta MRT
Ilustrasi kereta MRT

[10/5] Merebaknya wabah COVID-19 memberikan dampak yang besar bagi seluruh sektor di Indonesia. Tak terkecuali sektor transportasi perkotaan. Akibat anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) di DKI Jakarta diprediksi dipangkas dari Rp 87.95 triliun menjadi 47,18 triliun atau sebesar 53,65% maka subsidi MRT, LRT, dan TransJakarta ikut diusulkan dipotong sebesar 50%.

Seperti dilansir dari Kontan, usulan pemotongan subsidi ini dibahas pada rapat penyesuaian APBD DKI 2020. Rincian dari rencana pemotongan ini adalah subsidi MRT berkurang dari Rp 825 miliar menjadi hanya Rp 412,5 miliar. Selanjutnya untuk subsidi transjakarta dari Rp 3,29 triliun menjadi Rp 1,97 triliun. Subsidi LRT juga turun dari Rp 439,62 miliar menjadi Rp 219,81 miliar. Selain itu, subsidi pangan rencananya juga ikut dipotong 50%, sedang subsidi septic tank rencananya akan dinolkan.

Dengan rencana pemotongan ini, total belanja subsidi yang semula ditetapkan dalam APBD 2020 Rp 5,57 triliun diusulkan berkurang menjadi hanya Rp 3,17 triliun. Atau dengan kata lain, terjadi rasionalisasi sebesar Rp 2,4 triliun. (RED/IHF)

Tinggalkan komentar...

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

×
%d blogger menyukai ini: