Korea Selatan Akan Hentikan Operasional Lokomotif Diesel dan KRD Pada 2029

Ilustrasi KA penumpang Korail
Ilustrasi KA penumpang Korail yang ditarik lokomotif diesel Korail Class 7300 (EMD GT-26) |Foto:  Saegunghwa1001 , Wikimedia Commons, CC-BY-SA

[23/1] Pemerintah Korea Selatan berencana akan mempurnatugaskan seluruh armada lokomotif diesel dan KRD dari layanan KA penumpang yang beroperasi di negaranya pada tahun 2029 mendatang. Seperti dilansir dari Railjournal, rencana tersebut diumumkan oleh Presiden Korea Selatan Moon Jae In.

Rencana penghentian operasional lokomotif diesel dan KRD dari KA penumpang ini diyakini dapat mengurangi emisi gas buang hingga 30% di sektor perkeretaapian. Sebagai gantinya, kereta cepat EMU-250 atau yang juga dikenal sebagai KTX-Ieum akan dibuat oleh Hyundai Rottem. Kereta cepat ini  berbasis pada purwarupa HEMU-430X, kereta dengan kecepatan maksimal 430 Km/jam yang dikembangkan Hyundai Rotem pada 2012.

Lima rangkaian 6 kereta pertama EMU-250 mulai dioperasikan di koridor Seoul-Gyeoungju Jungang pada 5 Januari 2021 lalu. Selain itu, Korail bersana Korea Rail Network Administration telah melakukan elektrifikasi Jalur Jungang seksi Wonju hingga Jecheon. Selain itu elektrifikasi juga dilakukan di Jalur Donghae di pesisir timur dan Jalur Gyeongjeong antara Gwangyang dan Jinju yang rencananya rampung pada 2022.

KTX-Ieum EMU-250 Korail
Armada KTX-Ieum yang juga dikenal sebagai EMU-250 | Foto: Railjournal

Selain elektrifikasi, kereta rel hidrogen (KRH) juga menjadi salah satu opsi pengganti KRD dan lokomotif diesel. Korean Rail Research Institute (KRRI) bersama Hyundai bekerjasama untuk mengembangkan KRH. KRRI sendiri saat ini tengah mengembangkan sistem propulsi yang dapat beroperasi hingga 600 Km dengan kecepatan maksimum 110 Km/jam dalam sekali pengisian.

Rencananya KRH ini akan dioperasikan di jalur antara Gangneung dan Jejin dekat perbatasan Korea Utara. Selain itu Hyundai Rotem dan Pemerintah Kota Ulsan menandatangani nota kesepahaman untuk produksi massal dan uji coba kereta ringan tenaga hidrogen di area Pelabuhan Ulsan.

Hyundai Rotem juga membuka fasilitas ekstraksi hidrogen skala penuh di Kota Uiwang pada Desember 2020. Pihak perusahaan sendiri berharap dapat memproduksi sendiri komponen mesin hidrogen termasuk katalisnya pada Maret tahun depan. Pemerintah Korea Selatan sendiri berencana membuat negaranya sepenuhnya bebas emisi karbon pada 2050.(RED/BTS)

—————–

Terima kasih sudah mempercayakan kami sebagai referensi berita perkeretaapian Anda. Dengan misi sebagai media perkeretaapian yang independen dan faktual, RE Digest hingga saat ini beroperasi dengan biaya pribadi dari masing-masing Tim REDaksi.

Oleh karena itu, kami meminta sedikit bantuan: hanya dengan Rp 5000 tiap bulannya, Anda sudah membantu kami untuk tetap beroperasi dan menjadi lebih baik. Sampaikan dukungan dan donasi Anda melalui link Trakteer kami di bawah ini.

donasi Trakteer

Tinggalkan komentar...

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

×
%d blogger menyukai ini: