Eurostar Terancam Bangkrut Akibat Pandemi COVID-19

eurostar
Ilustrasi Eurostar | Foto: The Independent

[22/1] Perusahaan operator kereta cepat asal Inggris, Eurostar, kini terancam bangkrut akibat pandemi COVID-19. Seperti dilansir dari Connexion France, pembatasan perjalanan yang diberlakukan di Inggris dan Perancis selama masa pandemi membuat perjalanan sejumlah moda transportasi termasuk kereta api dikurangi.

Sebagai contoh pada masa sebelum pandemi paling tidak ada dua perjalanan Eurostar dalam satu jam saat jam sibuk. Di masa pandemi ini, hanya ada dua perjalanan Eurostar dari London ke Paris dan Brussel dan sebaliknya dalam sehari.

Jumlah penumpang pun terjun bebas akibat pembatasan ini. Di bulan November 2020, dilaporkan terjadi penurunan jumlah penumpang hingga 95 persen sejak Maret 2020. Pembatasan ini tentunya juga mempengaruhi keuangan perusahaan.

Bahkan saat ini Eurostar tengah mengharapkan bantuan keuangan dari Pemerintah Kerajaan Britania Raya untuk menyelamatkan perusahaan agar tidak bangkrut. Dalam pernyataannya, pihak Eurostar mengatakan situasi keuangan mereka sangat serius sehingga tanpa bantuan pemerintah kemungkinan mereka tidak akan dapat bertahan.

Guna penekan pemerintah, 25 orang petinggi perusahaan dan akademisi menandatangani surat yang ditujukan kepada Kanselir Britania Raya Rishi Sunak untuk memberikan bantuan pendanaan kepada Eurostar.

Pemerintah Inggris saat ini tengah memberikan bantuan kepada maskapai penerbangan dan operator kereta api. Sayangnya, ada masalah dalam pemberian bantuan kepada Eurostar. Kepala SNCF Voyagers Christopher Fanichet mengatakan ada ketidaksepahaman soal Eurostar antara Pemerintah Perancis dan Pemerintah Inggris.

Pemerintah Perancis beranggapan Eurostar adalah perusahaan Inggris, sedangkan Pemerintah Inggris menganggap Eurostar adalah perusahaan Perancis. Perlu diketahui Pemerintah Inggris sendiri sudah menjual kepemilikan saham Eurostar kepada sejumlah perusahaan swasta asal Inggris dan Kanada pada 2015.

Perusahaan swasta tersebut di antaranya adalah Patina Rail (40%), Caisse de dépôt et placement du Québec (30%) dan Hermes Infrastructures (10%). Sementara SNCF masih memegang 55% saham Eurostar, dan Belgian National Rail Services memegang 5% saham.(RED/BTS)

—————–

Terima kasih sudah mempercayakan kami sebagai referensi berita perkeretaapian Anda. Dengan misi sebagai media perkeretaapian yang independen dan faktual, RE Digest hingga saat ini beroperasi dengan biaya pribadi dari masing-masing Tim REDaksi.

Oleh karena itu, kami meminta sedikit bantuan: hanya dengan Rp 5000 tiap bulannya, Anda sudah membantu kami untuk tetap beroperasi dan menjadi lebih baik. Sampaikan dukungan dan donasi Anda melalui link Trakteer kami di bawah ini.

donasi Trakteer

Tinggalkan komentar...

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

×
%d blogger menyukai ini: