[OPINI] Perlukah Railfans Mengenakan Rompi Saat Hunting Kereta?

Railfans rompi
Dua orang railfans di Amerika Serikat sedang memotret KA, satu orang mengenakan rompi, dan satu lagi tidak | Foto: Railfan & Railroad Magazine

Dunia railfans Indonesia kembali dihadapkan dengan diskusi hangat. Pasalnya sejak kejadian viral beberapa oknum railfans atau penggemar kereta hunting dalam posisi terlalu dekat dengan rel, ajakan untuk safety hunting atau berburu secara aman kembali menguat.

Salah satu ajakan ini datang dari Komunitas Edan Sepur Indonesia. Selain menjaga jarak aman yang menjadi prinsip utama dalam safety hunting, dalam ajakan tersebut juga memuat saran untuk mengenakan rompi saat hunting. Ajakan ini tentu saja mendapat reaksi beragam dari kalangan penggemar KA, termasuk Tim REDaksi sendiri.

Tim REDaksi sendiri dalam menanggapi isu ini memiliki opini terhadap kedua sisi, baik perlu ataupun tidak perlunya mengenakan rompi saat hunting. Berikut opini yang Tim REDaksi kumpulkan.

Tidak Perlu, Karena:

Berpotensi dikira Petugas

Menurut salah satu anggota Tim REDaksi, penggunaan rompi saat hunting KA berpotensi menimbulkan pertanyaan bagi petugas yang tidak mengetahui anjuran ini ataupun masyarakat umum. Hal ini disebabkan penggunaan rompi ini sendiri identik digunakan petugas yang memang beraktivitas di pinggir rel, seperti misal petugas dari Track and Bridge (JJ-Jalan dan Jembatan).

Selain itu, dari pencarian Tim REDaksi, suara yang serupa pernah diutarakan oleh railfans asal Amerika di Trains.com. Menurutnya rompi sebaiknya tidak dikenakan karena masyarakat umum dapat mengira orang tersebut adalah petugas yang sedang berada di jalur KA.

Hal yang serupa juga dikatakan oleh perwakilan Railway Preservation Society of Ireland. Menurut mereka mengenakan rompi dapat membuat penggemar dan petugas sulit dibedakan.

Rompi sendiri umumnya cenderung untuk acara formal

Railfans rompi kunjungan
Para railfans mengenakan rompi saat kunjungan di area Balai Yasa Manggarai, 2017 | Foto: RED/Ikko Haidar Farozy

Selain itu, dari pengalaman Tim REDaksi penggunaan rompi cenderung untuk acara yang “formal”, dalam arti telah terkoordinasi dengan pihak operator KA itu sendiri. Contoh dari acara seperti ini adalah acara kunjungan Depo/Balai Yasa ataupun sosialisasi keselamatan.

Menurut pengalaman salah satu rekan Tim REDaksi yang tinggal di Jerman, penggunaan rompi di lingkungan operator KA Deutsche Bahn (DB) persis seperti di lingkungan Grup KAI. Yaitu hanya pada saat acara tur formal, terutama saat memasuki area yang normalnya terbatas.

Pada saat hunting, penggemar KA atau bahkan fotografer dari DB tidak mengenakan rompi. Fotografer DB pada umumnya hanya mengenakan jaket dengan logo DB atau malah baju bebas.

Perlu, Karena:

Masih dapat dibedakan dari petugas

Rompi petugas KAI
Contoh rompi yang umum digunakan petugas KAI dan seragam Track and Bridge dengan reflektornya | Foto: RED/Ikko Haidar Farozy

Meski demikian, dari hasil diskusi Tim REDaksi, ada juga anggota Tim REDaksi yang justru berpendapat sebaliknya. Menurutnya model rompi yang digunakan petugas dapat dibedakan dari rompi yang dijual bebas di pasaran. Rompi yang tersedia di pasaran modelnya juga cukup beragam, dan tidak memiliki atribut.

Rompi keselamatan di pasaran
Beragam tipe rompi keselamatan di pasaran | Foto: Tangkapan layar dari hasil pencarian “Rompi safety” di Google

Berdasarkan pengamatan anggota Tim REDaksi tersebut, petugas Track and Bridge umumnya mengenakan rompi berwarna biru tua-oranye terang dan memiliki atribut KAI, atau mengenakan baju seragam oranye dengan reflektor. Sementara petugas keamanan atau PKD umumnya mengenakan rompi berwarna hijau muda dengan atribut terkait.

Selain itu, pengalaman dari salah satu anggota Tim REDaksi juga pernah disangka petugas oleh masyarakat hanya karena memotret KA. Padahal saat itu ia sedang melakukan aktivitas hunting dengan baju bebas.

Meningkatkan visibilitas, terutama saat malam hari

Hunting malam hari
Aktivitas hunting KA di malam hari | Foto: Adib Huwaidi

Berburu di tengah lintas pada malam hari meski memang jarang, tetapi terkadang dilakukan oleh penggemar KA. Menurut salah seorang anggota Tim REDaksi mengenakan rompi memiliki manfaat di saat malam hari. Hal ini disebabkan karena sebuah rompi memiliki reflektor yang dapat memantulkan cahaya terang seperti dari lampu lokomotif.

Dengan keberadaan reflektor, menurut Tim REDaksi posisi penggemar KA yang sedang memotret dapat terlihat lebih jelas. Sehingga dapat meningkatkan visibilitas dan keamanan pada saat malam hari.

Tetap disarankan oleh KAI

Selain itu, pada saat bincang santai di media sosial pekan lalu, pihak KAI sendiri tetap menyarankan apabila penggemar KA ingin mengenakan rompi pada saat hunting. Menurut mereka, tidak masalah apabila rompi dikenakan sebagai inisiatif untuk meningkatkan keselamatan hunting.

Namun mereka juga menambahkan satu hal yang perlu diingat. Yaitu mengenakan rompi sendiri hanya menjadi nilai tambah dan bukan penjamin keselamatan. Hal ini disebabkan pengambilan posisi yang menjaga jarak aman dari rel tetap lebih utama untuk mencegah kemungkinan tertabrak KA/terhempas angin KA.

Railfans menjaga jarak aman
Menjaga jarak aman tetaplah menjadi prioritas utama dalam berburu KA. Foto sebelum pandemi. | Foto: RED/Saddam Hasan Fauzan

Selain itu, Tim REDaksi berpendapat para penggemar KA juga hendaknya saling mengingatkan secara baik apabila melihat ada penggemar KA lain sedang hunting di posisi yang mungkin kurang aman. Dengan mengingatkan secara baik dan terus menerus, harapannya budaya keselamatan dan ketertiban saat hunting akan menjadi sebuah kebiasaan.

Untuk saat ini pun memang pemakaian rompi hanyalah sebatas ajakan dan bukan keharusan. Dan pada akhirnya keputusan final pun kembali pada para pembaca. Namun semoga opini dari Tim REDaksi kali ini bisa memberi pertimbangan perlu atau tidaknya mengenakan rompi saat hunting. Dan jangan lupa, safety first! (Tim REDaksi)

—————–

Terima kasih sudah mempercayakan kami sebagai referensi berita perkeretaapian Anda. Dengan misi sebagai media perkeretaapian yang independen dan faktual, RE Digest hingga saat ini beroperasi dengan biaya pribadi dari masing-masing Tim REDaksi.

Oleh karena itu, kami meminta sedikit bantuan: hanya dengan Rp 5000 tiap bulannya, Anda sudah membantu kami untuk tetap beroperasi dan menjadi lebih baik. Sampaikan dukungan dan donasi Anda melalui link Trakteer kami di bawah ini.

donasi Trakteer

4 komentar pada “[OPINI] Perlukah Railfans Mengenakan Rompi Saat Hunting Kereta?

  • Rabu, 7 Juli 2021 pada GMT+0700 15:52
    Permalink

    Semoga komunitas railfans tidak direndahkan lagi martabatnya seperti oleh orang banyak seperti pencinta otomotif & banyak diminati setelah pandemi ini min

    Balas
  • Rabu, 7 Juli 2021 pada GMT+0700 15:53
    Permalink

    Semoga komunitas railfans tidak direndahkan lagi martabatnya oleh orang banyak seperti pencinta otomotif & banyak diminati setelah pandemi ini min (fix)

    Balas
  • Rabu, 7 Juli 2021 pada GMT+0700 16:00
    Permalink

    Semoga Saja railfans tidak pernah dikatakan norak & orang lain tahu kalau railfans itu mirip hobi pencinta transportasi lain seperti pencinta pesawat dan pencinta mobil tetapi hobi yang difokusi adalah kereta api. Dan ingat railfans itu bukan hobi narkoba, hobi mabuk, hobi kecanduan, hobi tidak kreatif dan sebagainya

    Balas
  • Rabu, 7 Juli 2021 pada GMT+0700 17:09
    Permalink

    Dan aku yakin kalau railfans itu tidak akan menghabiskan waktu & umur dan tidak akan mendapatkan nilai jelek (untuk railfans yang statusnya masih sekolah belum kuliah) asalkan kewajiban seperti belajar (untuk RF yang statusnya masih sekolah) diselesaikan dulu min

    Balas

Tinggalkan komentar...

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

×
%d blogger menyukai ini: