Ditembak Senapan Angin, Kaca KRL Lin Rangkasbitung Tertembus Peluru

KRL senapan angin
BUD2, rangkaian KRL seri 203 yang menjadi korban tembakan senapan angin pada Rabu (30/3) malam | Foto: RED/Ikko Haidar Farozy

REDigest.web.id, 31/3 – Memasuki akhir Maret, terdengar kabar mengejutkan dari jagad KRL Jabodetabek. Pasalnya sebuah KRL Lin Rangkasbitung tertembak senapan angin pada Rabu (30/3) kemarin malam.

Melansir dari rilis pers KAI Commuter, KRL yang menjadi korban tembakan senapan angin adalah KA 2138 relasi Tanah Abang-Rangkasbitung. KAI Commuter saat ini berkoordinasi dengan kepolisian untuk menangkap pelaku penembakan tersebut. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun ada satu pengguna KRL yang terkena di lengan berdasarkan kiriman yang viral di Instagram NET2NETNEWS

KAI Commuter sendiri menyebut tindakan ini sebagai vandalisme dan mengecam kejadian ini. Mereka mengingatkan tindakan ini membahayakan umum sesuai KUHP Bab VII Pasal 194 ayat 1 dengan ancaman hukuman hingga 15 tahun. Mereka juga mengutip Pasal 180 UU Nomor 23 Tahun 2007 yang juga mengatur vandalisme terhadap kereta api.

Melansir dari Okezone, Polda Metro Jaya juga membenarkan insiden penembakan ini menggunakan senapan angin. Saat ini proyektil tersebut sedang dalam identifikasi dalam Puslabfor. Pihaknya juga saat ini sedang mencari siapa pelaku penembakan tersebut beserta motifnya. (RED/IHF)

—————–

Terima kasih sudah mempercayakan kami sebagai referensi berita perkeretaapian Anda. Dengan misi sebagai media perkeretaapian yang independen dan faktual, RE Digest hingga saat ini beroperasi dengan biaya pribadi dari masing-masing Tim REDaksi.

Oleh karena itu, kami meminta sedikit bantuan: hanya dengan Rp 5000 tiap bulannya, Anda sudah membantu kami untuk tetap beroperasi dan menjadi lebih baik. Sampaikan dukungan dan donasi Anda melalui link Trakteer kami di bawah ini.

donasi Trakteer

Tinggalkan komentar...

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

×
%d blogger menyukai ini: