Kereta Istimewa Jalani Uji Coba Setelah Perawatan Akhir, Kini Jadi Hijau

kereta istimewa perawatan akhir
Kereta Istimewa setelah menjalani uji coba | Foto: Muhammad Hikmal Akbar

REDigest.web.id, 10/3 – Kereta Istimewa telah menjalani perawatan akhir di Balai Yasa Yogyakarta. Rangkaian kereta inspeksi dan wisata yang terdiri dari dua unit KRD ini menjalani uji coba dengan rute Yogyakarta-Kutoarjo (PP) hari ini (10/3).

Kereta Istimewa yang memiliki nomor SI 3 80 01 dan SI 3 82 04 ini mengalami perubahan warna setelah menjalani perawatan akhir. Sebelumnya, kereta ini menggunakan warna putih dan biru dengan motif berombak pada bagian samping kereta. Kini, warnanya berubah menjadi hijau dengan garis-garis berwarna putih.

Terdapat inspirasi dari kereta cepat seri CR400AF milik KCIC serta KRDE pengumpan kereta cepat eks Holec milik KAI pada skema warna baru Kereta Istimewa. Ini terlihat dari perbedaan warna hijau pada bagian muka kereta, seperti perbedaan warna merah pada CR400AF dan KRDE pengumpan. Pada CR400AF milik KCIC, perbedaan warna ini terinspirasi dari motif kulit hewan komodo.

Selain perubahan warna, lampu tambahan Kereta Istimewa juga berganti model. Kini, kereta tersebut menggunakan lampu bus Jetbus 3 produksi karoseri Adiputro. Perubahan lampu ini mengikuti rangkaian kedua KRDE pengumpan kereta cepat yang juga menggunakan lampu yang sama.

Selayang pandang Kereta Istimewa sebelum perawatan akhir

Skema warna lama Kereta Istimewa | Foto: RED/Muhammad Pascal Fajrin

Kereta Istimewa awalnya adalah dua dari delapan unit KRD modifikasi Balai Yasa Manggarai untuk layanan bandara Kualanamu. Namun KAI mengalihkan penggunaan KRD ini untuk layanan KA Sri Wedari Yogyakarta-Solo (PP). KAI kemudian mengalihkan kembali penggunaan KRD ini untuk layanan KA Kedungsepur Semarang-Ngrombo (PP).

Dua unit KRD ini kemudian menjalani modifikasi di Balai Yasa Yogyakarta sebagai Kereta Inspeksi 2. Kereta Inspeksi 2 pada saat itu juga menggunakan warna hijau sebagai skemanya. Kemudian, KRD ini berubah menjadi Kereta Istimewa, yang umum dapat menyewa (charter) untuk rute apapun.

Menurut catatan Tim REDaksi, Kereta Istimewa pertama kali melayani umum pada bulan November 2019. Kala itu, rombongan pecinta kereta api dari Jepang menyewa kereta ini untuk perjalanan dari Stasiun Tanjung Priok ke Stasiun Cirebon. (RED/MPF)

—————–

Terima kasih sudah mempercayakan kami sebagai referensi berita perkeretaapian Anda. Dengan misi sebagai media perkeretaapian yang independen dan faktual, RE Digest hingga saat ini beroperasi dengan biaya pribadi dari masing-masing Tim REDaksi.

Oleh karena itu, kami meminta sedikit bantuan: hanya dengan Rp 5000 tiap bulannya, Anda sudah membantu kami untuk tetap beroperasi dan menjadi lebih baik. Sampaikan dukungan dan donasi Anda melalui link Trakteer kami di bawah ini.

donasi Trakteer

Muhammad Pascal Fajrin

A kid from yesterday, today

Tinggalkan komentar...

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

×
%d blogger menyukai ini: