Rangkaian Shinkansen Yamabiko Anjlok di Miyagi

Shinkansen Yamabiko anjlok
Rangkaian Yamabiko yang anjlok di Miyagi akibat gempa | Foto: Mainichi

REDigest.web.id, 17/3 – Rangkaian Shinkansen Yamabiko KA 223 anjlok di dekat Stasiun Shiroishizao di Jalur Tohoku Shinkansen, Miyagi pada Rabu (16/3) kemarin. Sebanyak 16 dari 20 kereta anjlok. Beberapa di antaranya bahkan ada yang hampir terguling.

Sebanyak 100 orang penumpang yang terjebak di dalam kereta kemudian dievakuasi oleh regu penyelamat pada Kamis dini hari waktu setempat. Penumpang kemudian diangkut menggunakan bus menuju stasiun terdekat. Beruntung tidak ada penumpang yang terluka dalam peristiwa ini.

Anjlokan yang terjadi dalam kecepatan tinggi menyebabkan salah satu tiang penyangga listrik aliran atas rubuh. Beruntung tiang tidak sampai menimpa kereta. Rangkaian Shinkansen Yamabiko KA 223 anjlok usai gempa bumi mengguncang wilayah Miyagi pada Rabu malam.

Seperti dikutip dari Japantimes, gempa dengan magnitudo 7,4 skala richter yang berpusat di 60 kilometer lepas pantai Perfektur Miyagi mengguncang wilayah timur laut Jepang pada Rabu malam. Otoritas setempat sempat mengeluarkan peringatan tsunami dengan ketinggian 1 meter.

Peringatan kemudian dicabut pada Kamis pagi waktu setempat setelah diketahui hanya tsunami kecil yang terjadi. Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida mengatakan kepada parlemen akibat gempa ini sebanyak 4 orang tewas dan 97 orang luka-luka.

Ini merupakan anjlokan Shinkansen pertama di JR East yang terjadi dalam kurun waktu 18 tahun terakhir. Anjlokan di wilayah perusahaan ini terakhir kali terjadi pada tahun 2004 di petak antara Stasiun Urasa dan Stasiun Nagaoka di Jalur Joetsu Shinkansen. Anjlokan terjadi akibat gempa dengan magnitudo 7,3 skala richter yang mengguncang wilayah Chuetsu.

Anjlokan Shinkansen sendiri juga pernah terjadi juga pada 14 April 2016 di Stasiun Kumamoto. Saat itu akibat gempa besar di Kumamoto dengan magnitudo 7,0 sebuah Shinkansen seri 800 anjlok. Rangkaian Shinkansen ini baru bisa terangkat mulai 18 April 2016 oleh JR Kyushu.

Shinkansen sendiri sebenarnya memiliki sistem peringatan dini untuk mengatasi gempa bumi dengan memanfaatkan gelombang awal gempa atau P-wave yang tidak dapat ditangkap oleh manusia. Sensor yang menangkap P-wave, kemudian mengirimkan perintah kepada gardu listrik untuk mematikan listrik aliran atas. Nantinya ATS akan menghentikan kereta secara otomatis saat tidak ada sumber listrik yang masuk. (RED/BTS)

—————–

Terima kasih sudah mempercayakan kami sebagai referensi berita perkeretaapian Anda. Dengan misi sebagai media perkeretaapian yang independen dan faktual, RE Digest hingga saat ini beroperasi dengan biaya pribadi dari masing-masing Tim REDaksi.

Oleh karena itu, kami meminta sedikit bantuan: hanya dengan Rp 5000 tiap bulannya, Anda sudah membantu kami untuk tetap beroperasi dan menjadi lebih baik. Sampaikan dukungan dan donasi Anda melalui link Trakteer kami di bawah ini.

donasi Trakteer

One thought on “Rangkaian Shinkansen Yamabiko Anjlok di Miyagi

  • Minggu, 8 Mei 2022 pada GMT+0700 22:26
    Permalink

    serem juga yak kalo naik kereta kecepatan tinggi gini tiba-tiba ada gempa besar, walau ada teknologi tinggi tetap aja masih bisa anjlok

    Balas

Tinggalkan komentar...

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

×
%d blogger menyukai ini: