Proses Pembuatan Kereta Api PT INKA, Ini Alur Pembuatan Desainnya

Proses Assembly LRT Jabodebek. Foto Rizki Fajar Novanto (RED)
Proses Assembly LRT Jabodebek di PT INKA | Foto: RED/Rizki Fajar Novanto

REDigest.web.id, – Proses pembuatan kereta api di PT INKA memiliki alur yang perlu diikuti. Salah satu alur yang pertama dilalui adalah pembuatan desain kereta. Pembuatan desain kereta merupakan salah satu proses penting untuk membuat desain kereta yang aman, nyaman dan sesuai dengan permintaan dari pemesan.

Mengutip dari salah satu paparan PT INKA mengenai proses manufakturing kereta api di PT INKA, proses pembuatan desain kereta menempati urutan pertama setelah adanya kontrak. Selain itu, pembuatan konsep desain atau proposal desain diperlukan sebagai bagian dari pengenalan produk yang akan dibuat oleh PT INKA bagi pemesan.

Setelah desain dibuat, proses pembuatan kereta api dapat dilanjutkan menuju manufacturing drawing, pembuatan instruksi proses manufakturing, pembuatan instruksi kerja untuk pembuatan bagian-bagian kereta hingga menyatukannya serta pembuatan bill of material dan bill of quantity. Setelah proses ini dilalui, pembuatan kereta dan pengadaan material dan komponen kereta yang akan digunakan dapat dilangsungkan.

Alur Pembuatan Desain Kereta Api pada Proses Pembuatan Kereta Api di PT INKA

Alur Pembuatan Desain Kereta Api di PT INKA| Infografis oleh Tim REDaksi
Alur Pembuatan Desain Kereta Api di PT INKA | Infografis oleh Tim REDaksi

Menurut Mochammad Athur Akbar dalam paparannya berjudul “Design & Engineering Bogie Kereta Api”, proses pembuatan desain kereta api di PT INKA terdiri dari tiga tahapan. Proses desain tersebut yakni proposal atau konsep desain, basic design, dan pembuatan desain detail. Berikut ini adalah penjelasannya.

1. Proses Pembuatan Proposal (Konsep Desain) pada Pembuatan Kereta Api PT INKA

Alur pembuatan desain yang pertama akan dilalui sebelum pembuatan kereta api adalah pembuatan proposal atau konsep desain. Kebutuhan design requirement and objective (DR&O) didapat dari user dan regulasi untuk menentukan batasan dan arah desain. Dalam proses ini, PT INKA akan membuat deskripsi konsep produk beserta spesifikasi teknis dan drawing arrangement yang ditawarkan.

Dalam proses pembuatan proposal atau konsep desain, desain kereta yang ditawarkan oleh PT INKA akan diverifikasi dan diperbandingkan. Jika desain tidak sesuai dengan keinginan dari pemesan, PT INKA akan menggandeng konsultan atau universitas untuk pembuatan desain kereta.

Dalam proses ini, PT INKA juga akan memberikan estimasi harga yang ditawarkan jika desain terpilih. PT INKA juga akan memberikan jadwal tentative mengenai proses pembuatan kereta api hingga diserahkan ke pelanggan yang akan membelinya.

2. Proses Pembuatan Basic Design (Desain Dasar) pada Pembuatan Kereta Api PT INKA

Proses basic design atau pembuatan desain dasar merupakan langkah selanjutnya dalam alur pembuatan kereta api di PT INKA. Dalam proses ini, PT INKA akan melakukan kalkulasi performansi kereta mulai dari kekuatan struktur hingga performansi pengereman dan penggerak kereta api yang dibuat.

Dalam pembuatan desain dasar, PT INKA akan melakukan penggambaran skematik beberapa komponen kereta api seperti desain skematik sistem pengereman, sistem propulsi, hingga sistem auxiliary atau kelistrikan kereta api.

Selain itu, PT INKA akan melakukan pemilihan material dan komponen utama untuk memenuhi spesifikasi dan desain yang telah disetujui oleh pelanggan. Pemilihan material dan komponen utama tersebut nantinya akan disusun dan dipilih untuk menentukan arrangement eksterior dan interior pada desain kereta yang telah terpilih.

PT INKA akan melakukan studi ergonomis pada desain kereta yang telah dibuat agar mampu memproduksi sarana yang aman, nyaman dengan kualitas yang prima. Pada proses ini, PT INKA juga menyesuaikan keseluruhan desain sesuai dengan peraturan perundang-undangan hingga standar internasional yang berlaku.

Dalam proses ini, PT INKA akan melakukan design review untuk menuju langkah selanjutnya. Jika hasilnya tidak sesuai dengan ekspektasi, pelanggan akan memberikan design change request (DCR) kepada PT INKA. Jika hasilnya disetujui, proses akan dilanjutkan menuju pembuatan dokumen baseline. Pembuatan dokumen ini diperuntukkan untuk konstruksi atau memproduksi kereta api sesuai dengan desain yang telah disetujui. Jika pelanggan memiliki masukan desain kembali pada proses ini, pelanggan dapat memberikan design change request kembali kepada PT INKA. Jika pelanggan telah menyetujuinya, proses selanjutnya dapat dilaksanakan.

Menurut PT INKA, referensi input basic design atau desain dasar pada proses pembuatan kereta api antara lain:

  • Data informasi desain yang ada atau desain kereta sebelumnya
  • Informasi mengenai permasalah sebelumnya seperti design change request (DCR) ataupun komplain dari pelanggan.
  • Informasi spesifikasi produk
  • Informasi biaya target proyek atau anggaran yang disediakan oleh pelanggan
  • Ulasan desain paten (Hak Kekayaan Desain Industri)
  • Informasi penggunaan bahan, pengolahan dan pemrosesannya termasuk komponen
  • Informasi barang pesanan di muka seperti komponen utama kereta api
  • Informasi item-item jaminan kualitas dan informasi item-item inspeksi pengujian
  • Informasi peralatan pengujian dan peralatan manufaktur
  • Informasi spesifikasi dan biaya produk yang dibeli secara internasional
Digital Prototyping Desain Kereta Api PT INKA | Infografis oleh TIim REDaksi
Digital Prototyping Desain Kereta Api PT INKA | Infografis oleh Tim REDaksi

Pada proses ini, PT INKA juga akan melakukan digital prototyping. Proses ini dimulai dengan melakukan pembuatan arrangement drawing yakni menggambarkan layout kereta secara umum. Arrangement drawing yang telah dibuat kemudian dibuat prototipe digitalnya. Prototipe digital ini diperlukan untuk memastikan integrasi produk telah berjalan dengan baik.

Prototipe digital tersebut kemudian dianalisis dengan menggunakan finite element methode. Finite element methode adalah metode komputasi untuk melakukan prediksi bagaimana desain yang dibuat telah sesuai dengan kebutuhan. Finite element methode dapat digunakan untuk menganalisis permasalahan secara spesifik dalam dunia engineering. Permasalahan yang dapat dianalisis misalnya kekuatan struktur hingga korosi. Analisis ini diperlukan agar kereta yang dibuat telah memenuhi standar kualitas.

Selain analisis menggunakan finite element methode, PT INKA akan melakukan analisis CFD (Computational Fluid Dynamic) pada desain kereta api yang telah dibuat. CFD merupakan teknologi simulasi aliran fluida menggunakan komputer. CFD dapat memodelkan dan memprediksi performa aliran fluida dari berbagai macam aplikasi dan kebutuhan. CFD sangat penting dalam desain kereta api.

PT INKA menggunakan berbagai aplikasi perangkat lunak untuk menganalisis desain kereta yang akan dibuat. Aplikasi-aplikasi tersebut antara lain ANSYS Fluent untuk menganalisis dinamika fluida, aplikasi Pro/ENGINEER untuk menganalisis desain carbody kereta api, aplikasi Universal Mechanism untuk menganalisis dinamika desain kereta api hingga aplikasi DIALux untuk menganalisis intensitas cahaya.

Proses digital prototyping kemudian berlanjut menuju proses rendering. Dalam proses ini, PT INKA akan membangun gambar yang mendekati realistis sebuah model kereta api yang telah dibuat dan disetujui oleh pelanggan. Proses rendering dilakukan melalui program komputer seperti program Autodesk 3D Studio Max (3DS Max). Setelah dibuat rendernya, PT INKA akan melakukan prototyping dengan membuat model dengan printer tiga dimensi (3D printing) Pembuatan prototipe ini untuk memastikan bentuk kereta yang telah dibuat dan mendapatkan “feel” dari desain yang telah dibuat.

3. Proses Pembuatan Detail Design (Desain Detail) Sebagai Panduan Pengerjaan

Proses selanjutnya yang akan dilalui adalah pembuatan detail design (desain detail). Dalam proses ini, PT INKA akan membuat perencanaan operasi, flowchart, hingga rencana dan jadwal produksi kereta yang desainnya telah disetujui oleh pelanggan. Rincian dari detail desain yang akan dibuat adalah sebagai berikut:

  • Drawing detail
  • Manufacturing drawing
  • Daftar kebutuhan tes kereta api
  • Kalkulasi teknis seperti sistem pengkondisian udara (HVAC) dan ducting, struktur dinamik bogie, konsumsi udara tekan hingga konsumsi daya kereta api.
  • Pembuatan detail desain interface system hingga integrasinya seperti sistem pengereman dan propulsi, interlock door, bogie to body, komponen bogie, sistem kontrol kemudi masinis, hingga sistem keselamatan kereta otomatis (Automatic Train Protection).

Setelah proses ini, kereta api dapat memasuki proses manufakturing atau pembuatan kereta api. Proses ini akan mengacu secara penuh dan disiplin pada gambar kerja atau flowchart yang telah dibuat. Proses manufakturing terdiri dari proses fabrikasi atau pembuatan hingga proses finishing atau penyelesaian. Setelah kereta melalui proses ini, kereta yang dibuat oleh PT INKA dapat digunakan oleh pelanggan. (RED/rnovanto)

—————–

Terima kasih sudah mempercayakan kami sebagai referensi berita perkeretaapian Anda. Dengan misi sebagai media perkeretaapian yang independen dan faktual, RE Digest hingga saat ini beroperasi dengan biaya pribadi dari masing-masing Tim REDaksi.

Oleh karena itu, kami meminta sedikit bantuan: hanya dengan Rp 5000 tiap bulannya, Anda sudah membantu kami untuk tetap beroperasi dan menjadi lebih baik. Sampaikan dukungan dan donasi Anda melalui link Trakteer kami di bawah ini.

donasi Trakteer

Tinggalkan komentar...

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

×
%d blogger menyukai ini: