Berita KAIndonesiaKereta Api

Kereta Ukur Baru KAI untuk Jawa, Ini Nasib Kereta Ukur yang Lama

nasib kereta ukur lama
Kereta ukur EM120 nomor 7190 saat tiba di Balai Yasa Cirebon Prujakan | Foto: Raihan Rizqia

REDigest.web.id, 2/7Kereta ukur baru milik KAI telah tiba di Balai Yasa Cirebon Prujakan. Kereta ukur canggih untuk pengukuran jalan rel dan LAA ini merupakan buatan Plasser & Theurer di Austria dengan tipe EM120. Tipe ini sama dengan kereta ukur lama yang berkedudukan di Bandung. Lewat media sosialnya, KAI membocorkan nasib kereta ukur lama miliknya setelah kedatangan kereta ukur baru ini.

Melalui akun Twitter resminya, KAI menjelaskan bahwa kereta ukur EM120 baru bernomor 7190 ini nantinya akan berkedudukan di Bandung. Saat ini, Depo Bandung merupakan kedudukan dari kereta ukur EM120 lama yang sudah beroperasi sejak 1995. Namun, nasib akan membuat kereta ukur 7190 tidak bersanding dengan kereta ukur SU 3 95 01 yang lama di Bandung.

Kereta ukur SU 3 95 01 rencananya akan berpindah pulau ke Sumatra dan nantinya akan berkedudukan di Depo Prabumulih, Sumatra Selatan. Kereta ukur ini akan berpindah tugas untuk pengukuran di wilayah Sumatra bagian selatan (Sumbagsel).

Saat ini, Depo Prabumulih juga sudah memiliki kereta ukur HKPW bernomor U-76501. Kereta ukur U-76501 pun tak akan luput dari rotasi ini. U-76501 akan berpindah ke bagian utara Sumatra ke Depo Tebingtinggi di Sumatra Utara. Kereta ukur ini akan berpindah tugas untuk pengukuran di wilayah Sumatra Utara.

Si “Peti Mati Berjalan” kereta ukur EM120 nomor SU 3 95 01 yang saat ini masih berkedudukan di Bandung, Jawa Barat akan segera pindah ke Prabumulih, Sumatra Selatan pascakedatangan kereta ukur EM120 nomor 7190 | Foto: RED/Muhammad Pascal Fajrin

Kereta ukur EM120 nomor 7190 merupakan kereta ukur canggih dengan beberapa fitur unggulan. Di antaranya pengukuran jalan rel dengan menggunakan laser, dapat mengukur keausan rel, melakukan pengukuran terhadap jaringan listrik aliran atas, GPS untuk koordinat lokasi, dan memiliki kamera video monitoring. (RED/MPF)

Ikuti kami di WhatsApp dan Google News


Tinggalkan komentar...

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

×