Rusia Tawarkan Kereta Api untuk Transportasi di IKN

rusia transportasi ikn
Ilustrasi: Kereta cepat Sapsan milik Russian Railways | Foto: Neu Zwei/Wikimedia Commons/fotki.yandex.ru (CC-BY-SA)

REDigest.web.id, 2/7 – Presiden Rusia Vladimir Putin menyatakan minatnya untuk terlibat dalam pembangunan Ibu Kota Negara (IKN). Dalam pertemuannya dengan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo di Moskow, Rusia, Putin menawarkan pembangunan sektor perkeretaapian untuk transportasi di IKN.

Pertemuan di Kremlin berlangsung secara bisnis dan substantif, Kamis (30/6) lalu. Putin mengatakan lewat rilis pers bahwa perusahaan perkeretaapian nasional Rusia, Russian Railways (RZD) dapat terlibat dalam mengimplementasikan inisiatif skala besar Indonesia untuk memindahkan ibu kota negara ke Kalimantan lewat pembangunan sistem perkeretaapian sebagai transportasi di IKN.

Russian Railways sendiri merupakan perusahaan yang berdiri pada tahun 2003. Perusahaan yang berbasis di Moskow ini berdiri setelah terbitnya dekrit untuk memisahkan pemeliharaan dan pengoperasian perkeretaapian dari Kementerian Perkeretaapian Rusia.

Kementerian Perkeretaapian Rusia mengoperasian perkeretaapian di Rusia sejak runtuhnya Uni Soviet pada tahun 1991. Rusia mewarisi 17 dari 32 wilayah operasi Soviet National Railways. Di tahun 2003, pemerintah membagi Kementerian Perkeretaapian menjadi Badan Transportasi Kereta Api Federal (FRTA) dan Russian Railways.

Ilustrasi: Kereta barang Russian Railways | Foto: Fæ/Wikimedia Commons (domain publik)

Selain mengoperasikan kereta api, Russian Railways juga bertanggungjawab mengelola infrastruktur perkeretaapian dan memberikan akses infrastruktur kepada operator lainnya. Russian Railways memiliki 63 anak perusahaan dalam berbagai bidang.

Russian Railways juga mengoperasikan kereta api cepat yang bernama Sapsan sejak 2009. Sapsan melayani rute Moskow ke Sankt-Peterburg dan sebaliknya. Russian Railways juga pernah memiliki klub sepak bola FC Lokomotiv Moscow, dan masih menjadi sponsor utama klub tersebut hingga kini.

Sebelumnya, Russian Railways pernah menjadi investor dalam pembangunan jaringan kereta api di Kalimantan lewat PT Kereta Api Borneo. Namun, perusahaan tersebut kemudian mengundurkan diri sebagai investor dan secara efektif membatalkan proyek tersebut. (RED/MPF)

—————–

Terima kasih sudah mempercayakan kami sebagai referensi berita perkeretaapian Anda. Dengan misi sebagai media perkeretaapian yang independen dan faktual, RE Digest hingga saat ini beroperasi dengan biaya pribadi dari masing-masing Tim REDaksi.

Oleh karena itu, kami meminta sedikit bantuan: hanya dengan Rp 5000 tiap bulannya, Anda sudah membantu kami untuk tetap beroperasi dan menjadi lebih baik. Sampaikan dukungan dan donasi Anda melalui link Trakteer kami di bawah ini.

donasi Trakteer

Muhammad Pascal Fajrin

A kid from yesterday, today

Tinggalkan komentar...

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

×
%d blogger menyukai ini: