Bike to Work Kritik Langkah KAI Commuter yang Tutup Parkir Sepeda

Ilustrasi: Parkir sepeda di Stasiun Pasar Senen | Foto: Afzal, Detik.com

REDigest.web.id, 16/9 – Sepeda terkadang menjadi moda pilihan bagi beberapa pengguna KRL untuk menjadi moda penyambung dari dan ke stasiun. KAI Commuter sendiri memang telah lama mengakomodasi pesepeda untuk membawa sepeda lipat ke dalam KRL. Meski demikian, pengguna yang tidak memiliki sepeda lipat membutuhkan tempat parkir sepeda, dan sebetulnya KAI Commuter telah menyediakan fasilitas ini sejak Maret 2021 silam.

Sayangnya, pada Kamis (15/9) kemarin yang ironisnya merupakan ulang tahun PT Kereta Commuter Indonesia (nama badan hukum KAI Commuter), justru KAI Commuter menutup fasilitas ini. Melansir dari Kompas, Kepala Humas PT KAI Daop 1 Jakarta, Eva Chairunisa mengatakan tempat parkir sepeda sedang mendapat revitalisasi. Ia menyampaikan perbaikan ini untuk membuat tempat parkir sepeda jadi lebih baik dan aman untuk menghindari risiko pencurian. Ia juga mengonfirmasi penutupan parkiran sepeda ini berlaku untuk seluruh stasiun di wilayah Jakarta.

Sayangnya, KAI Commuter juga mengakui kalau memang belum ada alternatif penitipan sepeda. Eva mengatakan belum ada pengalihan terkait dengan fasilitas penitipan sepeda di stasiun.

Bike to Work: “Sungguh Tidak Masuk Akal”

Komunitas pegiat sepeda, Bike To Work yang terkenal sebagai B2W Indonesia ini pun mengkritik langkah KAI Commuter. Melansir dari akun Instagramnya, B2W menyebutkan langkah ini sungguh tidak etis. Menurut mereka KAI Commuter alih-alih mengevaluasi, malah menjawab para pesepeda dengan menutup parkir sepeda.

Melansir dari Tempo, Ketua Umum B2W Indonesia Fahmi Saimim menyebut langkah yang KAI Commuter lakukan tidak masuk akal. Menurutnya sepeda bisa dikombinasikan dengan KRL untuk solusi kemacetan, polusi/emisi, dan kecelakaan. Ia juga membandingkan KAI Commuter dengan MRT Jakarta, di mana MRT Jakarta menurutnya telah melayani pesepeda secara baik. Bahkan di luar jam sibuk, sepeda nonlipat pun bisa masuk.

Sebelumnya B2W Indonesia menyerukan gerakan audit serempak pada tanggal 14 hingga 24 September. Hal ini karena banyaknya kasus kehilangan sepeda di parkiran stasiun KRL. Salah satu cerita yang viral adalah kejadian hilangnya sepeda di Stasiun Bekasi. Dalam kejadian itu, korban diminta untuk melapor ke polisi, tetapi laporannya justru dipersulit polisi. (RED/IHF)

—————–

Terima kasih sudah mempercayakan kami sebagai referensi berita perkeretaapian Anda. Dengan misi sebagai media perkeretaapian yang independen dan faktual, RE Digest hingga saat ini beroperasi dengan biaya pribadi dari masing-masing Tim REDaksi.

Oleh karena itu, kami meminta sedikit bantuan: hanya dengan Rp 5000 tiap bulannya, Anda sudah membantu kami untuk tetap beroperasi dan menjadi lebih baik. Sampaikan dukungan dan donasi Anda melalui link Trakteer kami di bawah ini.

donasi Trakteer

Tinggalkan komentar...

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

×
%d blogger menyukai ini: