Berita KAIndonesiaKAIKereta Api

Belum Kembali Beroperasi, Inilah Alasan Penghadangan KA Datuk Belambangan

KA Datuk Belambangan yang mengalami penolakan pada hari pertama operasinya | Foto: Tomy Oska Putra

REDigest.web.id, 18/12 – KA Datuk Belambangan merupakan KA perintis yang baru beroperasi di wilayah Sumatra Utara dengan rute Tebing Tinggi-Lalang. KA ini usianya masih sangat muda, karena baru beroperasi sejak 2 Desember silam. Sayangnya, pada hari pertama beroperasi KA ini mengalami penghadangan oleh sejumlah warga di Stasiun Lalang.

Menurut video dari Tomy Oska Putra, penghadangan ini terjadi pada hari pertama beroperasinya, yakni 2 Desember. Pada saat itu, sekumpulan warga berkumpul hanya 100 meter sebelum sinyal masuk Stasiun Lalang. Para warga yang berdemo menuntut pelunasan tanah yang menjadi rel kereta api.

Tidak hanya itu, karena warga tetap kukuh untuk tidak memberi jalan kepada KA Datuk Belambangan, akhirnya KA ini berjalan mundur ke Tanjung Gading. Perjalanan mundur ini sendiri cukup jauh karena mencapai sekitar 12 km.

Penjelasan BTP Sumbagut

Pihak Balai Teknik Perkeretaapian Sumatra Bagian Utara (BTP Sumbagut) pun memberi penjelasan melalui kolom komentar. Menurut mereka, seluruh lahan yang menjadi jalur KA sudah melewati proses pembebasan lahan. Lahan yang para warga mintakan adalah pengadaan tanah untuk frontage road atau jalan kolektor.

Pengadaan tanah ini sendiri memang terbagi atas dua segmen dan sedang dalam tahap penyelesaian. Untuk segmen 1 sudah 70% yang dibayarkan, sedangkan segmen 2 telah berlangsung musyawarah. BPT Sumbagut telah menargetkan akan segera melakukan pembayaran.

BTP Sumbagut pun memberi kesimpulan tanah pada jalur KA Tebing Tinggi-Kuala Tanjung sudah terbebaskan sepenuhnya. Sedangkan tanah sebagai frontage road masih menunggu pembayaran. (RED/IHF)

Ikuti kami di WhatsApp dan Google News


Tinggalkan komentar...

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

×