Berita KAInternasionalKereta ApiRED Citizen Journalism

Tokyo Metro Batalkan Perjalanan Tambahan saat Tahun Baru

Ilustrasi: KRL Tokyo Metro seri 15000 | Foto: Maeda Akihiko, Wikimedia Commons, CC-BY-SA

REDigest.web.id, 30/12 – Saat tahun baru umumnya banyak negara melakukan perayaan dengan melakukan hitung mundur dan disertai dengan pesta kembang api. Salah satu negara yang melakukan ini adalah Jepang, dan Shibuya merupakan salah satu titik populer untuk melakukan perayaan tersebut. Dengan ramainya pengunjung yang memadati perayaan tersebut, tentu perlu ada penambahan jam perjalanan kereta untuk mengakomodasi para pengunjung untuk pulang ke tempat asalnya.

Namun angka penyebaran Covid-19 yang kembali tinggi menyebabkan perayaan tahun baru di Shibuya kembali ditiadakan. Ini merupakan kali ketiga perayaan di Shibuya dibatalkan, dan pembatalan ini merupakan permintaan Pemerintah Metropolitan Tokyo sebagai upaya memutus penyebaran Covid-19. Bersamaan dengan itu, Tokyo Metro juga membatalkan seluruh perjalanan tambahan saat malam tahun baru.

Melalui pengumuman di website mereka, dikatakan bahwa Semua jalur akan beroperasi sesuai jadwal Sabtu/Hari Libur selama lima hari antara 30 Desember 2022 dan 3 Januari 2023, dan tidak ada layanan kereta tambahan setelah kereta terakhir pada Malam Tahun Baru. Oleh karena itu semua layanan Tokyo Metro akan berakhir pada jam normal. Di mana layanan beroperasi hingga pukul 1 malam dan baru akan kembali beroperasi pukul 5 pagi. (REDCitizen Journalism/Adib Ramadani)


Terima kasih sudah mempercayakan kami sebagai referensi berita perkeretaapian Anda. Dengan misi sebagai media perkeretaapian yang independen dan faktual, RE Digest hingga saat ini beroperasi dengan biaya pribadi dari masing-masing Tim REDaksi.

Donasi yang Anda berikan sangat membantu kami untuk terus beroperasi dan meningkatkan kualitas informasi yang kami sajikan. Sampaikan dukungan dan donasi Anda melalui link Trakteer di bawah ini

donasi Trakteer

Tinggalkan komentar...

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

×