Pecinta Kereta Api dan Teknisi Hidupkan Kembali Lokomotif Buatan Jepang di Thailand

Lokomotif DD51-1142 dan DD51-1137 di Thailand yang berhasil dihidupkan pecinta kereta api dari dana hasil crowdfunding
Lokomotif DD51-1142 dan DD51-1137 di Thailand yang berhasil dihidupkan pecinta kereta api dari dana hasil crowdfunding | Foto: 2nd train

REDigest.web.id, 23/01. Sekelompok pecinta kereta api dan teknisi berhasil menghidupkan kembali dua unit lokomotif DD51 di Thailand. Seperti dikutip dari NHK, lokomotif dengan nomor DD51-1142 dan DD51-1137 dibeli oleh perusahaan konstruksi jalur kereta api Thailand pada 2018. Keduanya ditempatkan di Provinsi Ratchaburi yang berada di tengah wilayah Negeri Gajah Putih tersebut.

Sayangnya buku panduan yang dibawa bersama lokomotif ini tidak memberikan informasi mendetail tentang teknis lokomotif. Hingga akhirnya kedua lokomotif ini rusak dan tidak dapat dioperasikan lagi. Hingga 3 orang pecinta kereta api dan seorang teknisi melakukan penggalangan dana untuk memperbaiki lokomotif dan memberikan pelatihan perawatan kepada teknisi lokal.

Tujuannya agar para teknisi lokal dapat melakukan perawatan serta memastikan kedua lokomotif ini dapat beroperasi dengan baik.

Seperti dikutip dari Bangkok Post, pada 2019 lalu komunitas pecinta kereta api Nagasaki Kisha Kurabu juga melakukan penggalangan dana untuk memperbaiki kedua lokomotif ini. Dari penggalangan dana ini, terkumpul dana sebesar 1,5 juta Yen atau sekitar Rp195 juta (kurs Oktober 2019). Donatur juga dapat memajang foto mereka di dalam lokomotif hingga berfoto bersama kedua lokomotif ini di Thailand.

DD51-1142 dan DD51-1137 bisa dibilang memiliki tempat tersendiri di hati para pecinta kereta api di Jepang. Lokomotif buatan tahun 1975 ini pertama kali dioperasikan oleh JNR sebelum akhirnya menjadi aset milik JR Hokkaido. Keduanya bertugas untuk menarik rangkaian Hokutosei dari Hakodate hingga Sapporo sebelum akhirnya berhenti beroperasi pada 2015.

Pada 2018, kedua lokomotif ini dibeli oleh perusahaan konstruksi asal Thailand AS Associated Engineering Co untuk keperluan pembangunan jalur ganda setelah rencana pengiriman kedua lokomotif ini ke Myanmar gagal.(RED/BTS)

—————–

Terima kasih sudah mempercayakan kami sebagai referensi berita perkeretaapian Anda. Dengan misi sebagai media perkeretaapian yang independen dan faktual, RE Digest hingga saat ini beroperasi dengan biaya pribadi dari masing-masing Tim REDaksi.

Oleh karena itu, kami meminta sedikit bantuan: hanya dengan Rp 5000 tiap bulannya, Anda sudah membantu kami untuk tetap beroperasi dan menjadi lebih baik. Sampaikan dukungan dan donasi Anda melalui link Trakteer kami di bawah ini.

donasi Trakteer

Tinggalkan komentar...

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

×
%d blogger menyukai ini: