Marchen Datang Lagi, Lima KRL Seri 205 Datang di Jakarta

marchen datang lagi
KRL seri 205 rangkaian eks KeYo M63 di Stasiun Tanjung Priok | foto: Abdu Rahman

(8/11) – Lima rangkaian KRL seri 205 dari jalur Musashino datang lagi di tanah air. Kelima rangkaian ini telah menempuh perjalanan laut sejak bulan Oktober yang lalu. Rangkaian KRL yang diangkut oleh kapal MV Happy Star berbendera Belanda ini tiba di Pelabuhan Tanjung Priok pada Rabu (6/11) malam.

Kelima rangkaian tersebut terdiri dari tiga rangkaian VVVF yaitu eks KeYo M18, M28, dan M30. Sementara itu, dua rangkaian lainnya merupakan rangkaian field excitation resistor control yaitu eks KeYo M62 dan M63 yang berwajah cerita peri alias Marchen. Cukup lamanya perjalanan laut yang ditempuh dikarenakan kapal Happy Star sempat mampir di Cina, Singapura, dan di Belawan, Sumatera Utara. Sebagai informasi, di Pelabuhan Belawan terdapat jalur kereta api yang berada di wilayah Kereta Api Indonesia (KAI) Divisi Regional 1 Sumatera Utara.

Daftar rangkaian KRL seri 205 yang tiba di Jakarta pada Rabu (6/11) malam. Terdapat dua rangkaian Marchen pada pengiriman kali ini, sama seperti pengiriman sebelumnya.

Rangkaian eks KeYo M63 menjadi rangkaian pertama yang diturunkan dari kapal. M63 telah dikirimkan ke Depok pada Rabu (6/11) malam menghadap Kamis (7/11) dini hari. Sementara itu rangkaian eks KeYo M62 menjadi rangkaian kedua yang diturunkan dari kapal. Ketiga rangkaian VVVF diturunkan setelah rangkaian kontrol resistor selesai diturunkan.

Rangkaian eks KeYo M62 dan KeYo M28 di Stasiun Tanjung Priok

Rangkaian eks KeYo M30 menjadi rangkaian kedua yang dikirim dari Stasiun Tanjung Priok menuju Depok. Saat berita ini diturunkan, rangkaian eks KeYo M30 baru saja tiba di Stasiun Depok. Pengiriman dari Tanjung Priok membutuhkan waktu 2 jam perjalanan dengan rute Tanjung Priok-Pasar Senen-Kampung Bandan-Tanah Abang-Depok.

KRD penolong “Pikachu” menggantikan tugas “Djoko Tingkir” yang pada saat ini tidak dapat digunakan untuk keperluan apapun | foto: Pandu Aji Prakoso

Berbeda dengan pengiriman sebelumnya yang selalu menggunakan KRD penolong “Djoko Tingkir” milik Dipo Bukit Duri, pada pengiriman kali ini KRD penolong yang digunakan adalah KRD penolong modifikasi Balai Yasa Yogyakarta tahun 2017-2018 milik Dipo Tanah Abang. KRD penolong ini dikenal oleh pecinta kereta lokal maupun Jepangdengan julukan “Pikachu”. KRD penolong pindahan dari Dipo Sidotopo dengan nomor SN 3 82 02 (K2 3 82 07) – SN 3 78 01 (K2 3 78 02) ini digunakan dikarenakan KRD “Djoko Tingkir” saat ini sedang tidak dapat digunakan. KRD “Djoko Tingkir” sedang disiapkan untuk program perawatan akhir lengkap.

Rencananya, pagi ini akan ada satu rangkaian lain yang dikirim menuju Balai Yasa Manggarai. Sisa dua rangkaian lainnya mungkin akan dikirim dari Tanjung Priok pada Jumat (8/11) dini hari dan Sabtu (9/11) pagi.

Setelah dikirim, kelima rangkaian akan disiapkan untuk serangkaian uji coba di jalur utama. Kemudian sebelum berdinas, sebagian dari lima rangkaian yang tiba mungkin akan langsung disusun ulang menjadi rangkaian formasi 12 kereta (SF12). Ini berlaku baik untuk rangkaian VVVF maupun rangkaian kontrol resistor. Hal ini sejalan dengan program Kereta Commuter Indonesia dalam mengurangi jumlah peredaran rangkaian formasi 8 kereta (SF8) di seluruh wilayah operasionalnya. Program tersebut dilakukan menambah jumlah peredaran rangkaian SF12, terutama di jalur yang belum mendapatkan jatah operasional rangkaian SF12.

Jadi, kamu pilih bosan tapi semua KRL rangkaiannya panjang, atau kamu ga mau bosan tapi masih banyak KRL yang rangkaiannya pendek? (RED/MPF)

loading...

Muhammad Pascal Fajrin

A kid from yesterday, today

Tinggalkan komentar...

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

×
%d blogger menyukai ini: