Berita KAIndonesiaKAI CommuterKereta Api

Dua Rangkaian KRL Mogok di Senin Pagi dan Polemik Pengadaan KRL

Rangkaian 05-110F, salah satu rangkaian yang mengalami gangguan pada Senin (13/3) | Foto: Hanzell Adriel

REDigest.web.id, 15/3 – Senin (13/3) pagi tampaknya merupakan hari yang kurang baik bagi para pengguna KRL Commuter Line Jabodetabek. Pasalnya dua armada KRL Commuter Line mendadak mogok di jam sibuk pagi.

Pertama-tama, pada pukul 07.07 rangkaian KA D1/13823 relasi Nambo-Jakarta Kota mengalami gangguan di Stasiun Depok. Akibatnya rangkaian ini tidak dapat berdinas dan harus pulang ke Depo Depok. Sedang penggunanya mendapat pengalihan ke KA 4107 dengan relasi Depok-Jakarta Kota.

Celakanya, tidak sampai sejam kemudian kabar buruk kembali tiba. Kali ini rangkaian KA D1/13815 relasi Manggarai-Angke juga mengalami gangguan di Depo Bukit Duri. Akibatnya rangkaian tidak dapat berdinas, sampai akhirnya seluruh rotasi perjalanan (KA D1/13815, KA 5024C, 5135C, 5136D) terpaksa batal.

Kejadian double kill seperti ini mengundang amarah dari para pengguna KRL Commuter Line. Banyak yang mengungkapkan kekesalannya mengapa kejadian seperti ini harus di Senin pagi. Bahkan salah seorang warganet pun mempertanyakan Kemenperin karena dinilai mempersulit proses impor KRL.

Sebagai informasi, rangkaian yang mengalami gangguan sendiri keduanya adalah KRL Tokyo Metro seri 6000 dan 05. Rangkaian 6107F sedang berdinas KA D1/13823. Sedangkan rangkaian 05 -110F sedianya akan berdinas sebagai KA D1/13815. Kedua rangkaian ini sudah berdinas sekitar 10 tahun di Indonesia, di mana 6107F mulai berdinas sejak 2012, dan 05-110F mulai berdinas sejak 2011.

Sementara sejak awal berdinas di Jepang, rangkaian 6107F merupakan rangkaian buatan 1971 dan sudah mendapat peremajaan pada 1991 silam. Sedangkan rangkaian 05-110F merupakan rangkaian buatan 1991 dan tidak mendapat peremajaan oleh Tokyo Metro karena tergantikan KRL seri 15000.

MTI: Peremajaan Sarana KRL Commuter Line Tuai Polemik

KAI Commuter sendiri pun memang sudah sejak Januari lalu terungkap telah merencanakan penggantian 10-12 rangkaian KRL Commuter Line pada 2023 ini. Rencana penggantian rangkaian ini bertujuan untuk menjaga keselamatan dan kapasitas angkut KAI Commuter di Jabodetabek.

Melansir dari Konstruksi Media, Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) pada Sabtu (11/3) memandang rencana ini menuai polemik. Ketua MTI Tory Darmantoro mengatakan impor ini KAI Commuter rencanakan karena INKA tidak dapat mengirim KRL baru tepat waktu.

Akibat dari polemik inilah ia berpendapat kebutuhan roadmap industri sarana kereta api yang komprehensif. Ia juga menyampaikan saat ini KAI Commuter masih sedang menunggu persetujuan terkait proses impor KRL bekas tersebut. Hal ini utamanya karena argumentasi tentang Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN).

Sementara menurut Tory KAI Commuter sedang bernegoisasi dengan INKA untuk pengadaan sarana KRL Commuter Line berupa 16 rangkaian dengan stamformasi 12 kereta. Kontrak pengadaan KRL ini sendiri sebenarnya telah ditandatangani pada Kamis (9/3) kemarin. (RED/IHF)

Ikuti kami di WhatsApp dan Google News


Terima kasih sudah mempercayakan kami sebagai referensi berita perkeretaapian Anda. Dengan misi sebagai media perkeretaapian yang independen dan faktual, RE Digest hingga saat ini beroperasi dengan biaya pribadi dari masing-masing Tim REDaksi.

Donasi yang Anda berikan sangat membantu kami untuk terus beroperasi dan meningkatkan kualitas informasi yang kami sajikan. Sampaikan dukungan dan donasi Anda melalui link Trakteer di bawah ini

donasi Trakteer

Tinggalkan komentar...

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

×