Warna-Warni 4 Stasiun di Lintas Rantauprapat – Kotapinang

rantauprapat kotapinang
Stasiun Rantauprapat Baru sewaktu masih dalam masa konstruksi | Antara/Evalisa Siregar

[28/11] – Lama tak terdengar perkembangannya, proyek Jalur KA Trans Sumatera seksi Rantauprapat – Kotapinang sudah hampir selesai. Perkembangan proyek jalur ini sudah mencapai 90 persen.

Terdapat 4 stasiun yang sudah selesai dibangun sampai saat ini. Keempat stasiun tersebut yakni Stasiun Rantauprapat Baru, Stasiun N1, Stasiun Aek Naraba, dan Stasiun Pondok S5. Lantas bagaimana kah tampak dari keempat stasiun di lintas baru ini?

Stasiun Rantauprapat Baru

Bahasan akan dimulai dari Rantauprapat Baru. Lokasi Stasiun Rantauprapat Baru tidak jauh dari Stasiun Rantauprapat. Di antara keempatnya, bisa dibilang stasiun ini merupakan yang terbesar. Stasiun ini memiliki 3 jalur dengan peron tinggi berkanopi di jalur 1 dan 2. Sementara itu, jalur 3 dibangun tidak berperon.

Warna cat merah mendominasi bangunan sebagai identitas stasiun ini. Jalur dan sistem persinyalan sudah sepenuhnya terpasang.

Rencananya setelah jalur ini beroperasi ,nantinya layanan KA penumpang akan dialihkan ke Stasiun Rantauprapat Baru. Sementara itu Stasiun Rantauprapat Lama akan difokuskan untuk layanan angkutan barang.

Stasiun N1

Selanjutnya adalah Stasiun N1. Nama stasiun ini terbilang unik karena hanya terdiri dari satu huruf dan satu angka. Nama stasiun ini diambil dari blok perkebunan sawit PTPN tempat stasiun ini berada, yakni blok N1. Meski stasiun ini berada di tengah perkebunan sawit dan jauh dari permukiman, namun stasiun dibangun cukup megah.

Stasiun N1 memiliki 3 jalur dengan peron tinggi berkanopi di jalur 1 dan peron tinggi tanpa kanopi di jalur 2. Arsitektur bangunannya sama seperti Stasiun Rantauprapat Baru. Hanya saja, bangunan stasiun dicat dengan warna hijau sebagai identitas stasiun.

Stasiun Aek Nabara

Selanjutnya adalah Stasiun Aek Nabara. Sama seperti Stasiun N1, stasiun dengan warna dominan biru ini namanya diambil dari komplek perkebunan sawit PTPN III yakni Kebun Aek Nabara N4. Lokasi stasiun ini cukup dekat dengan Jalan Lintas Sumatera sehingga tidak terlalu terpencil.

Sama seperti Stasiun N1, Stasiun Aek Nabara memiliki 3 jalur. Jalur 1 adalah jalur berperon tinggi dengan kanopi, sedangkan jalur 2 berperon tinggi tanpa kanopi. Sementara itu jalur 3 merupakan jalur tidak berperon. Underpass saat ini tengah dibangun di Jalan Lintas Sumatera untuk menghindari adanya perlintasan sebidang.

Stasiun Pondok S5

Yang terakhir namun bukan paling terakhir adalah Stasiun Pondok S5. Berbeda dengan Stasiun N1 dan Aek Nabara, di Stasiun Pondok S5 peron hanya ada di jalur 1 stasiun. Sedangkan jalur 2 dan 3 dibangun tanpa peron. Stasiun berwarna kuning ini nantinya akan dijadikan stasiun terminus sementara sampai jalur ini tersambung hingga Kotapinang.

Sejumlah signage dipasang di stasiun yang menandakan nantinya stasiun ini akan melayani perjalanan KA penumpang.

Jalur Rantauprapat – Kotapinang sendiri merupakan bagian dari proyek Jalur KA Kisaran – Kotapinang – Dumai – Pekanbaru. Jalur ini dibangun untuk mempermudah mobilitas penumpang dan barang terutama komoditas sawit. Belum diketahui kapan jalur seksi Kisaran – Pondok S5 akan mulai beroperasi. (RED/BTS)

—————–

Terima kasih sudah mempercayakan kami sebagai referensi berita perkeretaapian Anda. Dengan misi sebagai media perkeretaapian yang independen dan faktual, RE Digest hingga saat ini beroperasi dengan biaya pribadi dari masing-masing Tim REDaksi.

Oleh karena itu, kami meminta sedikit bantuan: hanya dengan Rp 5000 tiap bulannya, Anda sudah membantu kami untuk tetap beroperasi dan menjadi lebih baik. Sampaikan dukungan dan donasi Anda melalui link Trakteer kami di bawah ini.

donasi Trakteer

Tinggalkan komentar...

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

×
%d blogger menyukai ini: