Berita KAIndonesiaKAI CommuterKereta Api

Mulai 15 April Kereta Lokal Merak Hanya Sampai Cilegon

Ilustrasi: Kereta Lokal Merak di Stasiun Merak | Foto: RED/Ikko Haidar Farozy

REDigest.web.id, 15/4 – Ada yang berbeda pada lebaran tahun ini bagi pemudik yang akan menuju stasiun Merak. Hal ini karena mulai 15 April, perjalanan KA Lokal rute Rangkasbitung – Merak hanya sampai stasiun Cilegon saja. Akibatnya pemudik diminta untuk memilih melanjutkan perjalanan dengan transportasi lain sehabis turun di stasiun Cilegon untuk dapat menuju Merak.

Melansir dari Kompas, pola perjalanan hanya sampai stasiun Cilegon ini berlaku selama musim mudik lebaran mulai H-7 hingga H+7. Berdasarkan informasi dari Vp Corporate Secretary KAI Commuter, Anne Purba, KA Lokal Merak hanya sampai Stasiun Cilegon karena ada pekerjaan penataan kawasan Pelabuhan Penyeberangan Merak sehingga kereta tidak bisa sampai Stasiun Merak.

Di lain pihak, Kepala Balai Teknik Perkeretaapian Wilayah Jawa Bagian Tengah, Nur Setiawan Sidik, bahkan mengatakan ke depannya Stasiun Merak akan dipindah ke lokasi baru. PT ASDP dan PT KAI sudah diminta menyediakan tanah untuk relokasi Stasiun Merak.

Meskipun perjalanan kereta tidak sampai merak, KA Lokal Merak tetap bisa jadi pilihan bagi pemudik yang hendak menuju Sumatra melalui Pelabuhan Merak. Hal ini karena pemudik yang turun di Stasiun Cilegon dapat menggunakan shuttle bus dari Damri secara gratis untuk penjemputan dan pengantaran pemudik dari dan ke Pelabuhan Merak. Shuttle bus tersebut merupakan hasil koordinasi antara KAI Commuter bersama KAI Daop 1 Jakarta dengan DJKA, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) dan Perum DAMRI.

Bukan tanpa keluhan

Stasiun Cilegon sendiri sudah mengalami perbaikan untuk mengantisipasi lonjakan penumpang, seperti pemasangan kanopi rangka baja besar dan juga beberapa tenda di samping stasiun. Namun akses jalan menuju dan dari stasiun Cilegon yang sempit menjadi masalah baru saat terjadi lonjakan penumpang di stasiun tersebut. Hal ini imbas dari ruas jalan yang hanya memuat dua mobil sehingga sering terjadi kemacetan terutama di jam sibuk.  (RED/ADR)

Ikuti kami di WhatsApp dan Google News


Tinggalkan komentar...

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

×